Selasa, 11 Juni 2013

KlikLiputan6 untuk Sumber Informasi Utamamu!


KlikLiputan6 untuk Sumber Informasi Utamamu!




Informasi sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Keterbukaan informasi yang kian lebar melahirkan masyarakat yang informatif. Melalui keterbukaan informasi, masyarakat diedukasi mengenai perkembangan dunia luar. Tak bisa dipugkiri bahwa, seiring perkembangan teknologi, masyarakat juga mendambakan hal yang sama terhadap perkembangan sumber informasi bagi mereka.

Masyarakat membutuhkan sumber informasi yang mampu mendukung mobilitas yang kian dinamis. Terhampar begitu banyak rupa dan warna sumber informasi (baca: berita). Konsep yang ditawarkan pun cenderung seragam, yaitu kecepatan berita diturunkan. Hal ini merupakan, meminjam ungkapan Al Gore, kenyataan yang  tak menyenangkan. Mengapa?

Pertama karena sumber utama berita yang diturunkan masih sumir. Karena pada umumnya, konten yang dijadikan fokus utama dalam berita tersebut beragam dengan sebagian besar berita yang telah diturunkan oleh portal atau laman berita sejenis. Selain itu, kecepatan berita yang diturunkan tak didukung dengan kualitas berita.  Hanya mengejar ‘siapa yang menurunkan berita lebih cepat’, berita yang disajikan kepada masyarakat masih merupakan spekulasi.

Tiga paragraf di atas setidaknya menjadi sedikit pembuka untuk sebuah, ya katakanlah, sebuah ulasan awam mengenai keberadaan sumber berita. Tulisan ini masuk dalam ranah ‘ulasan awam’ karena penulisnya mencoba mendedahkan perihal sumber informasi dan berita secara berimbang walaupun bukan merupakan ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi maupun penggiat media sosial (social media).
Interface portal Liputan6
Karena, sebuah ulasan bukan hanya menuntut sisi subjektivitas (opini), melainkan juga harus menyajikan sisi objektivitas dari ranah yang hendak diulas. Melalui tulisan ini, semoga dua sisi tadi mampu beririsan dengan berimbang sehingga pembaca tak merasa sia – sia membaca tulisan ini. 

Sebagai salah satu portal berita yang bergerak progresif di bawah panji – panji ‘aktual, tajam, dan terpercaya’, Liputan6 menjadi topik utama untuk ulasan berikut ini. Hal ini dirasa perlu mengingat semakin banyak jenis portal berita yang ada di Indonesia, namun hanya Liputan6 yang masih istiqomah dalam hal menyajikan berita yang tak hanya cepat namun juga aktual, tajam, dan terbukti terpercaya sebagai sumber informasi utama serta sumber berita terkini liputan6.com!

Mengapa? Baiklah saatnya kita elaborasi bersama.

Konten
Hal pertama yang menarik dari Liputan6 adalah kontennya. Konten yang disajikan bisa dikatakan beragam dan lengkap mulai dari, antara lain, News, Bisnis, Bola, Showbiz, Tekno, dan Health. Perhatian saya dalam setiap konten yang disajikan terfokus pada satu hal, yaitu ‘nafas’ yang sama yang coba dihadirkan oleh Liputan6. Setidaknya, enam konten unggulan tersebut tak luput menyajikan berita yang aktual, tajam, dan terpercaya. Secara lugas, Liputan6 juga mengarifi makna ‘aktual, tajam, dan terpercaya’ melalui tampilnya Berita Terkini, Berita Hari Ini, dan Berita Terbaru sebagai fitur konten primernya.

Hal tersebut saya kira tepat dan penting. Ketersediaan beberapa konten primer tersebut menurut saya merupakan keunggulan kompetitif dan komparatif yang dimiliki oleh Liputan6. Kompetitif karena Liputan6 sanggup bersaing dengan portal berita sejenis yang kadang kala masih terkesan ‘abu – abu’ dan ibarat anak remaja yang masih mencari jati diri.

Hal ini patut dipertahankan mengingat kian hari, portal berita yang menjadi sumber informasi primer bagi masyarakat tak luput dari politik praktis. Tak bisa dipungkiri bahwa, portal berita sejenis yang  ada di Indonesia cenderung pretensius dan telah, ijinkan saya memakai kata ini, ‘terkooptasi politik’. Di Indonesia, portal berita menjadi semacam ‘karpet merah’ bagi pribadi yang hendak menuju panggung politik. Eksesnya jelas. Portal berita hanya menjadi ikon jargonistik tanpa konten spesifik nan otentik. Sehingga, independensi sebuah berita bukan menjadi tolok ukur primernya.

Selain itu, dari konten yang ditawarkan oleh Liputan6, saya sangat suka mengenai keberadaan ikon, gambar, maupun feature  yang tepat dan tak dipaksakan. Sering saya jumpai di beberapa situs berita sejenis yang hanya fokus pada penempatan gambar yang paling wah dan menarik mata. Akibatnya, sebuah portal berita menjadi susah terbuka atau dimuat oleh browser yang kita gunakan.

Dari uji singkat yang saya lakukan, waktu pemuatan (loading) laman Liputan6 sekitar 5,6 detik. Sedangkan sebagai pembanding, Bloomberg, dan CNN News rata-rata sekitar 3,5 detik. Ini penting karena dua portal komparatif tersebut tak banyak bermain dalam gambar yang berlebihan. Ini yang setidaknya patut dipertimbangkan oleh Liputan6. Sebagai catatan, CNN News ada di dalam jajaran situs berita terbaik sejagat raya, ini! Maka, sebagai komparasi, berikut ini tampilan antar-muka dari akun Twitter portal berita yang telah memiliki nama besar seperti yang tengah disandang Liputan6.

Citizen6
Namun, dari sekian konten yang ada, saya sangat tertarik dengan Citizen6. Hal ini sangat menarik, karena melalui Citizen6,  Liputan6 berusaha dekat dengan pemirsanya dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan jurnalisme. Tak bisa dipungkiri bahwa jurnalisme warga kian bersemi di masyarakat yang kian terbuka dan informatif. Hanya saja, satu hal yang saya kira kurang mendapatkan perhatian, yaitu segmentasi Citizen6 dalam laman Liputan6. Portal berita yang baik bukan hanya harus menyediakan berita terkini, teraktual, maupun terpercaya, tapi juga harus mampu mengedukasi masyarakat.
Citizen6. Ini salah satu yang keren! :)
Citizen6 yang merupakan salah satu konten yang layak diunggulkan juga patut untuk bersanding sejajar dengan enam konten lainnya di atas. Saya termasuk pribadi yang rajin membuat akun pribadi di beberapa portal berita. Dan satu hal yang tidak saya harapkan adalah keberadaan laman untuk menarik pengunjung tersebut terserak begitu saja di bagian bawah atau terkesampingkan pada sebuah tampilan konten berita. Bukankah hanya mengenai masalah waktu sampai akhirnya pembaca setia Liputan6 tahu dan ngeh bahwa Citizen6 telah berpindah posisi ke jajaran konten unggulan di atas. J

Liputan6 yang memang sering melibatkan warga dalam aksi jurnalistiknya, melalui Barometer maupun Sigi 30 Menit, hendaknya turut menjadikan Citizen6 sebagai bagian dari konten unggulannya. Sebagai komparasi, kita lihat laman berita milik Bloomberg, Reuters, maupun CNN News. Ketiga portal berita tersebut berbeda satu sama lain, namun tetap memiliki satu hal yang menjadi ciri khas. Bloomberg denga berita ekonominya, Reuters dengan politik dunia dengan ragam yang khas, serta CNN News yang telah menjadi ‘juru bicara’ utama mengenai apa yang sedang terjadi di Amerika Serikat.

Saya kira, dengan Citizen6 yang melibatkan warga, Liputan6 akan menjadi pelopor dalam upaya mendidik masyarakat dalam era keterbukaan informasi. Akan sangat menyenangkan jika Citizen6 memiliki semcam program ‘Citizen6 of the day’ secara berkala. Dimana, setiap harinya akan terdapat fitur berita Citizen6 yang menjadi idola baik daris egi reportase maupun konten yang dihadirkan oleh masyarakat. Hal kedua yang saya rasa patut dikembangkan adalah mengenai keberadaan konten khusus olahraga. Keberadaan konten ‘Bola’ sebagai salah satu konten unggulan, saya kira hampir sama di setiap portal berita yang ada di Indonesia.

Padahal, menurut saya masih ada beberapa cabang olahraga yang juga lebih menarik untuk dijadikan sabagai salah satu konten utama, misalnya Bulu Tangkis, Tenis, Tinju, maupun Renang. Ini memang terkesan subyektif. Memang patut menjadi catatan pribadi saya mengenai tingkat popularitas olahraga yang bernafaskan ‘Bola’ di Indonesia. Liputan6 sudah paripurna dan sangat baik dalam menyajikannya. Akan sangat laik pula jika Liputan6 ke depannya mampu melakukan hal yang sama untuk, sedikitnya, empat cabang olahraga tersebut.

Terdapat satu buah riset mengenai cara atau bisa dibilang tabiat (nature) dari cara membaca seorang yang sedang menjelajah sebuah situs. Ini mungkin bisa dimanfaatkan untuk segmentasi beberapa konten yang ada di laman Liputan6. Riset yang saya maksud adalah mengenai screen reading yang membentuk polah huruf F. Dimana, para pembaca sebuah situs online menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan pergeseran halaman ke bawah (scrolling down the page). Sehingga, mungkin ini sedikit alasan mengapa di beberapa laman portal berita sering dijumpai iklan yang terlihat ‘terpaksa’ diletakkan di bagian bawah halaman situs.

Namun, dari sekian banyak hal yang telah saya sampaikan. Satu hal yang menurut saya belum dilakukan dengan baik oleh situs berita sejenis. Yaitu mengenai menjaga kedekatan dengan pembaca situs berita tercinta. Saya rasa langkah yang dilakukan Liputan6 tepat. Di akun media sosial seperti Twitter dan Facebook sering saya jumpai admin menyapa dengan bahasa yang tak formal kepada para pengikutnya (follower). Hal ini merupakan satu hal yang menurut saya bahkan luput dari perhatian situs berita sekelas Reuters, Bloomberg, maupun CNN News. Ketiga portal berita tersebut terbukti hanya menjadi penyampai berita yang kaku, tak pernah cair, katakanlah dengan para penggemarnya.

Akun @liputan6dotcom yang ramah dengan para pengikutnya. :)
Desain
Hal kedua yang ingin saya ulas, ya walaupun secara awam, mengenai desain dari Liputan6. Saya suka dengan pilihan warna Liputan6. Karena saya bukan pribadi yang fanatik terhadap satu warna tertentu. Asalkan sedap dipandang itu sudah cukup bagi saya. hanya, menurut saya, pada ranah ini, Liputan6 tidak cukup berani dalam memainkan permainan warna.

Sebagai komparasi, saya ambil contoh portal berita yang menjadi ‘juru bicara’ Amerika Serikat kepada khalayak ramai, CNN News. Dalam benak saya, selalu saya ingat ‘merah’ untuk menggambarkan CNN News. Hal ini, menurut saya selaras dengan apa yang selalu disampaikan oleh CNN News mengenai berita yang diturunkannya yang juga selalu tajam. Menggigit.

Tampilan portal Bloomberg

Tampilan portal berita CNN. Menggigit dengan tampilannya
Bukan berarti Liputan6 tak laik dan tak keren dengan warna yang dipilih. Saya kira,  dengan sedikit berani bermain dengan komposisi warna, laman Liputan6 akan menjadi lebih hidup dan bertaji!

Dari segi desain yang saya perhatikan adalah mengenai pemilihan angka 6 maupun simbol Indonesia di logo Liputan6. Mungkin, pihak Liputan6 mau sedikit menyisingkan lengan baju untuk bermain dengan segmentasi logo ini agar sedikit bernyawa.

Menajamkan Pisau Analisa
Dua hal di atas, saya kira sudah cukup untuk dijadikan fokus pembahasan. Dua hal tadi sedikitnya mampu menajamkan pisau analisa pembaca terhadap Liputan6. Dari sekian hal yang coba saya paparkan, hanya satu hal yang ingin saya lihat nantinya hingga beberap tahun ke depan, yaitu konten Liputan6 yang kian bernas. Masyarakat sangat memerlukan sumber informasi atau berita yang tak tendensius terhadap kepentingan golongan tertentu. Sudah banyak contoh dimana media yang ditunggangi kepentingan tertentu menjadi bias dan kehilangan tajinya.

Semakin beragamnya portal berita yang ada di Indonesia patut diapresiasi. Karena dengan begitu, pisau analisa masyarakat akan lebih terasah terhadap suatu sajian yang berafiliasi dengan kepentingan kelompok tertentu, misalnya. Selain itu, masyarakat akan menjadi terbiasa untuk mencari sumber informasi tak diragukan lagi independensinya.

Sehingga pada akhirnya, keberadaan Liputan6 dengan segala bentuk independensi dan inovasinya diharapkan mampu menjadi secercah harapan untuk keberadaan media yang baik, laik, dan sesuai fungsinya. Fungsinya yang benar sesuai dengan apa yang dikumandangkan sebagai jargon; aktual, tajam, dan terpercaya! Tak pernah terasa basi, namun semakin berisi.

Jangan segan mencari sumber berita utama dan terpercaya. Get informed! Ayo #KlikLiputan6! J