Senin, 21 Januari 2013

Sejahtera Bersama Asuransi Syariah


Sejahtera Bersama Asuransi Syariah
Ferry Gunawan[1]

Indonesia merupakan salah satu perekonomian terkuat di dunia. Tajuk rencana hampir sebagian besar menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merupakan terbesar di dunia setelah negeri Tirai Bambu, China. Di tengah terpaan krisis ekonomi, hal ini merupakan fakta yang menarik untuk dielaborasi.

Belum banyak yang tahu bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya ditopang oleh sistem ekonomi konvensional. Sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia hadir dengan kekuatan ekonomi syariahnya. Bisa dikatakan hal ini merupakan salah satu upaya Indonesia dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang tak beranjak dari makmur.

Ekonomi syariah sangat prospektif untuk dikembangkan di Indonesia karena populasi penduduknya. Hal ini tersirat melalui laporan The Next Billion: The Market Opportunity of the Muslim World oleh Fleishman-Hillard Majlis, salah satu perusahaan terkemuka di bidang konsultasi bisnis strategis. Menurut laporan tersebut, akan terjadi tendensi peningkatan populasi penduduk muslim di dunia. Diperkirakan pada tahun 2030 terdapat 2,2 milyar jiwa penduduk muslim. Meningkat 35% dibandingkan tahun 2012.

Maka, disini perlu edukasi  holistik kepada masyarakat mengenai sistem ekonomi syariah. Karena tak bisa disangkal bahwa ekonomi syariah tak hanya tentang perbankan, an sich! Edukasi penting agar masyarkat yang kian hari kian meningkat mobilitasnya kian paham mengenai ekonomi syariah dan aneka rupa sistem keuangan terkait.

Tulisan ini terutama terkait erat dengan upaya edukasi masyarakat mengenai pentingnya sistem syariah terutama dalam hal asuransi.

Siaga Syariah
Upaya edukasi masyarakat mengenai  Ekonomi Syariah melalui jejaring sosial. @MES_Indonesia

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dunia, tak hanya Indonesia, sedang siaga dengan sistem keuangan berbasis nilai-nilai islam (sharia economics). Tentu dalam arti yang positif. Hal ini terutama dilandasi oeh dua faktor primer. Pertama, sistem keuangan Islam terbukti tahan banting dalam menghadapi krisis global. Kedua, mengenai asuransi syariah yang kian dibutuhkan karena dinilai laik untuk memberikan masyarakat.

Tendensi kesiagaan masyarakat dalam menyambut sistem ekonomi syariah juga kian meningkat. Perkembangan tak hanya terjadi di bidang perbankan, melainkan juga terjadi pada berbagai bidang seperti asuaransi, reksadana, pegadaian, dan bisnis riil[2].
Allianz Indonesia dan strategi keuangan syariah. @AllianzID
Yang menjadi fokus utama adalah perkembangan industri asuransi. Asuransi syariah terbukti dipilih banyak kelas menengah baru di Indonesia karena terbukti memberikan rasa aman dan nyaman. Dua poin penting kala seorang memutuskan membeli polis asuransi. Dalam manajemennya, asuransi syariah memiliki tigabelas nilai utama [3].  Poin penting yang patut dicermati adalah mengenai dialog yang bukan hanya perkara saat pengambilan polis saja. Melainkan dialog yang komprehensif dan berkelanjutan. Sederhananya, dialog menimbulkan kepercayaan (trust). Hal inilah yang kadang dilupakan oleh para pengusaha asuransi syariah, sehingga dengan sekonyong konyong menawarkan polis asuransi via komunikasi nirkabel yang kadang bagai tak mengenal waktu!

Kesiagaan terhadap pentingnya asuransi syariah kian menemui maknanya di Indonesia. Bukan hanya karena merupakan negara dengan mayorita spenduduk muslim terbesar di dunia, tapi juga karena jaminan kebijakan oleh pemerintah. Bank Indonesia, sebagai bank sentral di Bumi Pertiwi ini responsif terhadap kemajuan asuransi syariah dengan mengeluarkan wadah pemikir (think-tank) berlabel ‘Forum Komunikasi dan Advokasi Ekonomi Syariah (ForKAES)’. Tujuannya jelas. Secara lugas, ForKAES akan mengkoordinasikan dan mensinkronkan program atau kegiatan sosialisasi yang korelatif dengan keuangan syariah[4]. Aksi tanggap syariah ini patut diapresiasi.

Menuju Kesejahteraan

Bisa dikatakan bahwa, sistem asuransi syariah merupakan sosok penyelamat masyarakat untuk menghadapi hal-hal tak terduga di masa depan. Apalagi mengingat jumlah penduduk di Indonesia dan kemiskinan yang tak berujung pada penyelesaian bersama. Sebagai salah satu negara dengan prospek kesejahteraan yang tinggi, Indonesia patut menangkap peluang mengembangkan asuransi syariah. Hal ini terkait dengan jumlah angkatan produktif yang mengisi kelas menengah Indonesia. Ironisnya rata-rata dari mereka bekerja pada sektor informal yang riskan dalam hal keselamatan. Ditambah lagi kenyataan mengenai krisis lingkungan  hidup pada aras global yang juga turut berdampak pada perekonomian semua negara di dunia.[5]

Bank Dunia melalui laporannya Global Development Horizons 2011: Multipolarity The New Global Economy menunjukkan secara lugas bahwa, Indonesia memiliki tak kurang 134 juta jiwa penduduk usia produktif yang setara dengan 56,5%. Hal ini merupakan kenaikan tajam dari tahun 2003 yang ‘hanya’ 37,7%. Peluang menjadi salah satu kekuatan ekonomi penyumbang pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2025 kian kentara. Bersama dengan China, Brasil, Korea Selatan, dan Rusia, Indonesia diprediksi bakal kontributif terhadap 50% dari pertumbuhan ekonomi dunia. Syaratnya mudah namun, meminjam ungkapan Al Gore, merupakan kenyataan yang tak menyenangkan. Tak menyenangkan jika terjadi salah kelola (mismanaged) terhadap kuantitas tersebut!

Melalui tigabelas prinsip manajemen yang ada, asuransi syariah berusaha menepis semua ketidakpastian yang ada dalam asuransi. Ketigabelas poin tersebut yaitu, tauhid, percaya mengenai pahala, kemandirian, tanggung jawab, partisipasi, keadilan, kepercayaan, dialog, efisiensi pembiayaan, efisiensi waktu, perhatian dan keuntungan, kasih, serta hasrat dalam belajar.

Asuransi syariah sungguh menempatkan manusia sebagai subyek secara laik dan hakiki. Tak melulu sebagai obyek pembeli polis asuransi. Selain itu, asuransi syariah yang turut serta dalam menjaga kualiatas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia melalui aplikasi nilai-nilai Islam. Karena, kualitas SDM menentukan daya saing suatu bangsa bukan hanya pada aras nasional tapi juga global (Zuhal, 2010).  

Menuju kesejahteraan melalui skema sistem asuransi syariah bisa dibilang cukup dengan langkah sederhana. Pertama, melibatkan diri dengan kegiatan asuransi syariah. Kita bisa ikut membeli polis asuransi syariah setelah mendapatkan banyak referensi sebelumnya. Dalam hal ini yang paling  feasible adalah asuransi jiwa dan asuransi umum. Asuransi jiwa, seperti namanya, berusaha menjamin kesejahteraan sang pemegang polis asuransi. Misalnya Allianz Syariah dengan program Allisya Protection. Melalui lamannya, Allianz Protection menjamin segala rencana jangka panjang kita berjalan dengan baik dan lancar. Rencana jangka panjang yang   akan terlindungi oleh jenis asuransi ini meliputi pendidikan, menabung, pernikahan anak, hingga perjalanan ke luar negeri. Poin terakhir ini tepat kiranya untuk disimak karena masih jarang jasa asuransi yang ikut melindungi kebutuhan kita akan rekreasi. 

Kedua terdapat produk Asuransi Umum dari Allianz yang turut 'mengamankan' aset kita berupa rumah, mobil, unit usaha, hingga kantor. Sangat jarang mendapati agen asuransi yang responsif untuk urusan karir terutama proteksi terhadap kantor. Kedua jenis contoh skema tersebut memiliki pilihan pembayaran yang tentunya beragam, mudah, dan sesuai dengan kesepakatan serta dilakukan atas dasar Islami. Melalui pembelian polis asuransi, secara bersamaan kita turut peduli terhadap masa depan semua, bukan hanya masa depan diri, an sich. 

Dengan ini, keluaran yang diharapkan adalah masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai asuransi syariah. Mari bersiap siaga dengan asuransi syariah. Karena kesejahteraan merupakan keniscayaan bagi semua.


Banner IIC Blog

Bibliografi
Zuhal. 2010. Knowledge & Innovation: Platform Kekuatan Daya Saing. Jakarta: Gramedia.




[1] Mahasiswa Program Keahlian Perkebunan Kelapa Sawit, Program Diploma Institut Pertanian Bogor. 
[2] http://www.mb.ipb.ac.id/mms.html Diakses 21 Januari 2013
[3] Tigabelas Nilai Utama Manajemen Asuransi Syariah. http://salingmelindungi.com/2013/01/tigabelas-nilai-utama-manajemen-asuransi-syariah/  Diakses 21 Januari 2013.
[4] Difi A. Johansyah. Forum Komunikasi dan Advokasi Syariah (ForKAES) Akan Segera Dibentuk. http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/sp_144412.htm  Diakses 21 Januari 2013.
[5] Michael Spence dalam seminar di International Monetary Fund. http://www.imf.org/external/np/seminars/eng/2011/res/pdf/mspresentation.pdf  Diunduh 21 Januari 2013. 

Sabtu, 19 Januari 2013

Nutrisi Terbaik Stimulasi Kecerdasan Anak


Nutrisi Terbaik Stimulasi Kecerdasan Anak


Pemilihan nutrisi yang tepat untuk anak merupakan perilah yang tak bisa dianggap remeh. Pasalnya, dalam tumbuh kembang anak, nutrisi yang tepat sangat korelatif dengan masa depan anak tersebut nantinya. Pengalaman memilih nutrisi yang tepat saya dapatkan dari kakak perempuan saya yang notabene sudah berkeluarga dan memiliki anak. Penjelasannya yang singkat namun padat membuka mata saya. Bahwa, kadang beberapa susu formula tak meyakinkan sebagian besar para orang tua.

Informasi tentang asupan nutrisi yang tepat untuk tumbuh kembang anak harus diketahui oleh semua orang tua. Hal ini terutama karena jika salah memberikan asupan nutrisi, masa depan anak juga akan dipertaruhkan. Adalah Mead Johnson yang hadir menjawab kekhawatiran para orang tua mengenai asupan nutrisi yang tepat bagi anak. Melalui riset yang mendalam, Mead Johnson menjawab keresahan orang tua melalui Enfagrow A+. Setidaknya terdapat tiga poin primer mengapa Enfagrow A+ laik sebagai asupan nutrisi yang responsif terhadap tumbuh kembang anak.  

Nutrisi
Enfagrow A+ mendukung hebatnya tumbuh kembang anak
Pertama, mengenai nutrisi. Nutrisi untuk tumbuh kembang anak diperlukan terutama untuk otak. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Petra S Huppi dari Departemen Pediatrik Universitas Geneva, melalui risetnya tentang nutrisi untuk otak bagi anak. Riset tersebut melakukan elaborasi lebih jauh mengenai nutrisi otak yang mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada peningkatan kecerdasan anak.

Hal yang selaras juga dapat kita temui melalui Enfagrow A+. Kandungan primer pada informasi nilai gizi Enfagrow A+ secara lugas ‘bercerita’ kepada setiap orang tua. Enfagrow A+ di ‘persenjatai’ dengan 30 hasil riset mutakhir mengenai peranan nutrisi bagi anak. Tiga puluh studi ilmiah yang meneliti peranan DHA, ARA, dan Prebiotics menyimpulkan bahwa, enam peran pokok sangat diperlukan bagi tumbuh kembang anak, yaitu:

1.      Perkembangan otak
2.      Ketajaman penglihatan
3.      Pertumbuhan
4.      Imunitas
5.      Kesehatan sistem pernafasan
6.      Kesehatan sistem pencernaan

Relevansinya secara lugas adalah, seperti yang diungkapkan melalui laman Mead Johnson, periode emas tumbuh kembang anak adalah 1365 hari pertama. Selanjutnya, periode lanjutan yaitu kala anak berusia 1-3 tahun. Enfagrow A+ yang dilengkapi dexosahexaenoic acid (DHA), ALA, Kolin, Prebiotik Fos & Gos, serta Antioksidan Vitamin C dan Vitamin E merupakan salah satu temuan riset yang luar biasa dalam sebuah susu formula. Melalui Enfagrow A+ Quick Facts, secara lugas, Mead Johnson memberikan edukasi nyata terhadap para orang tua yang peduli terhadap tumbuh kembang anak.


Pertama, Kolin berfungsi dalam pembentukan dan pelepasan asetikolin, yaitu sebuh neurotransmitter. Neurotransmitter merupakans enyawa kimia yang berguna untuk menimbulkan transmisi sinyal pada neuron. Kecerdasan seorang anak korelatif dengan kecepatan neuron dalam melakukan sinapsis di otak. Kedua, mengenai Prebiotik Fos dan Gos. Enfagrow A+ dengan Prebiotik Fos dan Gos terbukti mampu mempertahankan fungsi saluran pencernaan untuk daya tahan tubuh yang lebih baik.

Terakhir, tentang peran Antioksidan Vitamin C dan Vitamin E yang membantu daya tahan tubuh. Pada aras ini, Enfagrow A+ berusaha menunjukkan tajinya yang selaras dengan jargonnya yaitu, ‘Perkenalkan Enfagrow A+ pada si kecil, tips agar masa peralihan lebih baik’. Nutrisi yang tersedia pun harus pas dan  seimbang. Seperti yang diungkapkan seorang pakar nutrisi, Emilia Achmadi, bahwa agar asupan nutrisi tercukupi dengan baik, dibutuhkan kuantitas asupan nutrisi yang sesuai dengan tumbuh kembang dan mendukung perkembangan motorik, berbicara, emosional, logika, sosial dan bahasa anak.

Info penting tentang kandungan nilai gizi yang sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) pada anak.

Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Poin kedua yang layak dielaborasi adalah tentang peran serta orang tua dalam mendukung tumbuh kembang generasi emasnya. Mulai dari masa hamil hingga anak terlahir sebagai generasi emas, peran orang tua sangat signifikan. Orang tua dituntut untuk selalu bugar dan sehat sehingga mampu memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati. Maka, tak ada alasan bagi calon ibu untuk menggali informasi sebanyak banyaknya melalui aplikasi A+ Mama apps yang tersedia gratis melalui layanan konten provider seluler terkemuka.

Informasi nutrisi lengkap dalam perangkat digital
Pada ranah ini, Mead Johnson tidak hanya hadir dengan produk premium hasil 30 riset ilmiahnya saja. Mead Johnson yang sudah berpengalaman lebih dari 100 tahun hadir dengan solusi khusus bagi para calon ibu mengenai akses terhadap infomasi terkini mengenai asupan nutrisi bagi anak.

Hadirnya informasi nutrisi dalam perangkat digital calon ibu setidaknya memberi harapan baru terhadap menurunnya angka kematian ibu dan bayi. Tak dipungkiri bahwa, seiring mobilitas yang meningkat di kota-kota besar, perangkat digital adalah salah satu solusi dalam mendapatkan informasi terkini. Tak terkecuali informasi mengenai kehamilan..

Stimulasi Kecerdasan Anak

 Titik elaborasi terakhir adalah mengenai relevansi antara nutrisi yang cukup dan seimbang sebagai salh satu upaya dalam menstimulasi kecerdasan anak. Selain formula yang menakjubkan dalam Enfagrow A+, Mead Johnson juga menunjukkan komitmennya terhadap upaya stimulasi tumbuh kembang anak. Secara lugas, Mead Johnson menelurkan program-programnya yang lain.

Stimulasi kecerdasan  Si Kecil sejak periode emas.
Pertama, adalah Enfa Smart System. Inovasi ini terdiri dari Smart Nutrition yaitu mengenai upaya pemberian nutrisi yang tepat. Di sini, Mead Johnson berusaha membuka pintu informasi seputar nutrisi dengan selebar-lebarnya. Selain itu terdapat Smart Stimulation. Pada aras Smart Stimulation, anak akan mendapatkan pemberian stimulasi yang tepat. Terkahir adalah tentang Smart Nurturing, yaitu mengenai kasih sayang dan peran aktif orang tua dalam memberikan panduan praktis bagi Ibu untuk menstimulasi proses belajar si kecil.
Walau bagaimanapun peran aktif tetap melebihi segalanya. Nutrisi yang seimbang harus juga diimbangi dengan hadirnya waktu intensif antara orang tua dan anak (quality time). Kegiatan bersama yang dapat dilakukan, apalagi dalam rentang usia anak 1-3 tahun, mutlak diperlukan. Bersama orangtua anak bisa membuat sarapan bersama, misalnya.

Tentunya, segala informasi menarik mengenai tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun adalah kenyataan yang harus diketahui oelah setiap orang tua. Begitu banyak hasil riset tentang tumbuh kembang anak akan termentahkan begitu saja jika orang tua abai dengan kemajuan anak itu sendiri. Bersama dengan formula terbaik, stimulasi kecerdasan anak merupakan sebuah keniscayaan. Dan Enfagrow A+ berada di garda terdepan dalam memberikan yang terbaik dalam masa terbaik tumbuh kembang generasi emas. Selaras dengan tujuan utama Mead Johnson, nourishing the world’s children for the best start in life. J

Jumat, 18 Januari 2013

Nutrisi Laik untuk Tumbuh Kembang Generasi Emas


Nutrisi Laik untuk Tumbuh Kembang Generasi Emas

Nutrisi bagi seorang anak merupakan kebutuhan primer. Periode tumbuh kembang anak menjadi tanggung jawab para orang tua atau calon orang tua dalam memenuhi kebutuhan primer tersebut. Namun, seiring meningkatnya laju mobilitas penduduk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, para orang tua atau calon orang tua kesulitan memenuhi asupan nutrisi yang laik bagi sang generasi penerus.

Generasi penerus terbaik berawal dari asupan nutrisi terbaik.  Sumber gambar.
Hal ini merupakan, meminjam istilah Al Gore, ‘kenyataan yang tak menyenangkan’. Belum lagi fakta semakin banyaknya bayi lahir dengan gejala kekurangan nutrisi, menderita alergi tertentu, hingga mengakibatkan kematian. Semangat memberikan asupan nutrisi yang baik bagi anak harus disertai denagn pemahaman yang pas mengenai asupan nutrisi tersebut. Tumbuh kembang anak tidak dapat dijadikan taruhan dengan hanya memberikan asupan nutrisi yang sekedarnya.

Semangat memberikan perhatian khusus terhapat permasalahan tumbuh kembang anak merupakan fokus semua negara di dunia dalam upaya mendukung kemajuan sebuah bangsa, terlebih sebuah negara. Hal ini secara khusus karena dua alasan pokok. Pertama, sebagai salah satu negara terbesar di dunia, Indonesia dihadapkan pada persoalan demografi penduduk usia produktifnya. Penduduk usia produktif merupakan jawaban atas kemajuan sebuah negara. Terlebih lagi, kemajuan sebuah penduduk usia produktif dipengaruhi oleh asupan yang didapatkan generasi tersebut sejak dini. Hal ini seperti tersitat melalui laman Mead Johnson bahwa, 1365 hari pertama dalam usia bayi merupakan periode yang kritis dalam tumbuh kembangnya hingga dewasa.

Kedua, menjaga dan responsif terhadap tumbuh kembang anak merupakan mandat utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada seluruh negara berkembang. Secara lugas, poin kelima Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs) adalah tentang menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu hamil dan anak. Semangat yang sama juga ditunjukkan Mead Johnson di bawah panji-panji “Nourishing the world’s children for the best start in life”. Lalu, apa yang menarik dari sekian poin penting tersebut. Baik, mari kita elaborasi.

Enfagrow A+

Tentang nutrisi terbaik bagi anak. Sumber gambar.
Enfagrow A+ merupakan salah satu hasil riset terbaik dari Mead Johnson untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebagai salah satu perusahaan yang berbasiskan ilmu pengetahuan dalam menyajikan nutrisi terbaik bagi anak, Mead Johnson sudah berpengalaman lebih dari satu abad. Seperti yang secara lugas tersampaikan melalui laman Mead Johnson bahwa, melalui lebih dari 30 studi ilmiah dalam bidang nutrisi anak, Mead Johnson utamakan proses perkembangan anak.

Enfagrow A+ sebagai salah satu hasil riset mutakhirnya menunjukkan tajinya sebagai salah satu sumber asupan nutris utama untuk anak. Hal ini bukan hanya berdasarkan ‘tagline’ 30 studi ilmiah, an sich! Ini yang menarik, kandungan nutrisi Enfagrow A+ bisa dibilang lebih dari cukup. Salah satu yan menarik adalah kandungan ALA dan DHA (docosahexaenoic acid).

Kandungan DHA dalam susu formula merupakan upaya nyata Mead Johnson dalam mendukung tumbuh kembang anak. Hasil riset Universitas Texas yang bekerja sama dengan Southwestern Medical Center, seperti yang telah diungah pada jurnal Child Development,  menunjukkan bahwa, memberikan asupan DHA pada anak dapat meningkatkan pengembangan kemampuan kognitif pada bayi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Usha Ramakrishnan, PhD melalui hasil risetnya bahwa, DHA mampu melindungi bayi dari sakit selama masa kehamilan. Sakit pada bayi merupakan indikasi bahwa asupan nutrisi pada bayi tersebut kurang laik. Sedikitnya dua riset diatas turut menegaskan secara lugas mengenai upaya terbaik yang berusaha diberikan Mead Johnson dalam hal penyediaan sumber nutrisi untuk anak.

Kaitan Enfagrow A+ dengan tumbuh kembang anak bisa dikatakan selaras dengan usia anak. Selama masa 3 tahun pertama kehidupan seorang anak, otak tumbuh dan berkembang denagn pesat. Nutrisi tak hanya diperlukan untuk anak dalam tumbuh saja, melainkan juga mendukung perkembangan stimulasi koneksi otak pada bayi berusia 1-3 tahun.

Hasil riset terbaik untuk generasi terbaik. Enfagrow A+ dengan Enfa A+ Formula
Yang menjadi perhatian selanjutnya, seperti yang ada pada laman khusus Enfagrow A+, adalah tiga fungsi primer kandungan nutrisi lain pada susu formula tersebut. Enfagrow A+ memiliki kandungan Enfa A+ Formula yang merupakan hasil riset terbaik dari Mead Johnson. Enfa A+ Formula merupakan komposisi unik Kolin, Prebiotik Fos & Gos, dan Antioksidan Vitamin C & E. Fakta ini menarik untuk disimak, terlebih banyak kasus alergi yang menyerang anak usia 1-3 tahun.

Fungsi utama dari kompisis unik dalam Enfa A+ Formula adalah:
1.      Untuk pembentukan dan pelepasan asetikolin. Fungsi ini dimiliki oleh Kolin. Asetikolin merupakan suatu neurotransmitter.
2.      Mempertahankan fungsi saluran pencernaan untuk daya tahan tubuh yang lebih baik. Fungsi ini diberikan dengan baik oleh Prebiotik Fos & Gos.
3.      Antioksidan vitamin C & vitamin E berfungsi membantu daya tahan tubuh.
Upaya pemenuhan asupan nutrisi untuk anak dalam Enfagrow A+ diformulasikan secara khusus sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) bagi anak.

Asupan Nutrisi Tepat

Angka Kecukupan Gizi Enfagrow A+. Penting untuk diperhatikan.  Get yourself  informed
Selain fomulasi yang tepat pada susu formula, asupan nutrisi lain pada anak juga harus diperhatikan. Nutrisi yang tepat sebagai sumber makanan utama pada anak terbukti mampu meningkatkan kecerdasan anak. Peneliti Kesehatan Masyarakat dari Universitas Adelaide, Dr Lisa Smithers, menunjukkan bahwa, asupan nutrisi yang baik dan secara reguler diberikan pada anak terbukti meningkatkan kecerdasan rata-rata dua poin padaanak.

Selain itu, asupan nutrisi yang tepat juga menunjukkan bahwa, orang tua peduli terhadap tumbuh kembang anak. Pemilihan nutrisi yang tepat bisa dilakukan dengan mudah dan sederhana tanpa harus melibatkan tugas lain dari orang tua. Orang tua dapat melibatkan anak dalam kegiatan bermain sambil belajar yang asyik sebagai upaya orang tua dalam meningkatkan komunikasi anatara orang tua dan anak. Mead Johnson menyarankan hal tersebut sebagai upaya mendukung lahirnya generasi emas bangsa. Hal sederhana yang bisa dilakukan yaitu kegiatan memilih menu seperti sandwich, omelette, atau puding yang dilakukan secara bersama.  

Generasi Emas
Generasi emas sebuah kelurga, secara lugas, berawal dari upaya pemenuhan nutrisi anak. Sejak awal, seperti yang disampaikan di atas, 1365 hari pertama merupakan waktu krusial dalam tumbuh kembang anak. Menurut Dr. Dwi Putro Widodo, SpA,seorang spesialis syaraf, terdapat dua tahap utama dalam proses perkembangan otak dalam anak, yaitu tahap produksi sel otak kemudian dilanjutkan oleh tahap transmisi sel otak, yang juga dikenal sebagai proses diferensiasi korteks.

Selain itu, empat studi klinis yang dilakukan pada bayi telah menunjukkan bahwa asupan nutrisi DHA sebanyak 17 mg/100 kkal dan ARA 34 mg/100 kkal dapat meningkatkan intelegensi, kemampuan memcahkan masalah, dan meningkatkan kemampuan verbal anak. Hasil studi tersebut segera dijawab dengan hadirnya Enfagrow A+ dengan Enfa A+ Formula seperti yang sudah dielaborasi sebelumnya. Ini merupakan upaya orang tua dalam ‘mempersenjatai’ anaknya untuk dapat bersaing pada aras global.

Maka, asupan nutrisi yang laik merupakan garda terdepan dalam melahirkan generasi emas untuk keluarga, bangsa, dan negara. Karena, diakui atau tidak, generasi emas merupakan jawaban yang pas untuk kemajuan bangsa, terlebih untuk Indonesia. Bumi Pertiwi membutuhkan tidak ‘hanya’ sepuluh orang saja, seperti yang pernah dikatakan oleh Bapak Bangsa, Soekarno.

Setidaknya, laporan Bank Dunia yang bertajuk Global Development Horizons 2011 Multipolarity: The New Global Economy menunjukkan hal tersebut. Indonesia akan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia bersama Korea Selatan, Rusia Brasil, India, dan Cina karena keberadaan kekuatan sumber daya manusia (SDM). Keberadaan SDM berkualitas pada sebuah negara sangat korelatif dengan kemajuan negara tersebut pada aras global yang luas. Terlebih lagi, masih menurut riset tersebut, Indonesia memiliki jumlah SDM berkualitas yang naik signifikan. Pada tahun 2003, jumlah kelas menengah (angkatan usia produktif) Indonesia ‘hanya’ 37,7% dari jumlah penduduk. Tapi pada tahun 2010 kuantitasnya melonjak menjadi 56,6% dari umlah penduduk atau lebih dari 134 juta jiwa. Tentu ini bukan hanya sekedar ‘hanya’.

Kuantitas tersebut tak akan menjadi solusi yang kontributif dengan permasalahan bangsa jika terjadi salah kelola (mismanaged). Jumlah angkatan produktif akan semakin bertambah. Hal ini menjadi ceruk berharga dalam upaya penyediaan asupan nutrisi untuk anak. Asupan nutrisi terbaik hanya dapat disediakan melalui upaya terbaik dari hasil riset terbaik.

Maka, bukan hanya pengalaman yang lantas memiliki predikat guru terbaik. Riset mutakhir menjadikan pengalaman sebagai konvergensi menarik. Lebih dari satu abad kontributif dalam penyediaan nutrisi terbaik bagi tumbuh kembang anak adalah kenyataan yang kini menjadi sebuah kabar baik. Bahwa, perjalanan 100 mil tidak hanya diawali dengan 1 mil pertama. Lebih jauh lagi, perjalanan 100 mil dimulai dari 1365 hari pertama sebelum langkah 1 mil pertama diambil. Untuk generasi terbaik dan bagi generasi terbaik dalam kehidupan yang terbaik. Nourishing the world’s children for the best start in life. J

Minggu, 13 Januari 2013

Indonesian Young Educated People and Pancasila: Towards A Grand Design For A Better Constructive Nationalism


Indonesian Young Educated People and Pancasila: Towards A Grand Design For A Better Constructive Nationalism
Ferry Gunawan[1]



[1] College Student of Diploma Programme. Majoring  in  Oil Palm Plantation. Diploma Programme, Bogor Agricultural University. Full scholarship fellow of SMART-Diploma Batch V/2011.


Perplexed by having no resolution for this 'new-born' year, 2013. I decided to fill my blogspot up. For this stance, yes, to keep me sane. At least i can survive along the way 'canceled doomsday'. Yeay! 

This-not-so-good-gramatically-essay appears, and live on in my mind as i used to have it as my chance to go abroad by joining IPB Debatting Community in searching of top two to compete in World University Debating Competition 2013, Germany. And yes! I lost. At that time, i was competing in another competition with my comrades, and praised God i had brought second best champion. So, bon appetite, folks! :)

Ps: Feel free to comment. Totally not-chargeable. 

***

Sumber gambar dari sini

I am very happy to be an Indonesian young educated people. A thoughful nation can be inferred explicitely through the quality of its young generations. Among Indonesian young generations, nothing but i want to say that, this nation is calling up its young generation to give everyone’s best contribution. As Indonesia’s economy now growing, this nation must be able to keep its momentous achivement on the right track.

The global challenge to be the contributive nation in the world is still being tremendous. Indonesia would be able to take a solutive part on world’s most happening obstacles if its young educated people are well-managed. Bumi Pertiwi has to come to its local wisdom back. There were Pancasila and Bhinneka Tunggal Ika. Of both, which were being forgotten, there must be a proper way to ‘excavate’ them back to the surface.

Indonesia’s local wisdoms are the proven formula. Used to be, there was Ki Hajar Dewantara with his trilogy. He came up with his own formula to make education a better formula to enlighten the society up. But, fortunately, those trilogy are now languishing. Admited or not, we are now knowing Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, and Tut Wuri Handayani for none of something. Hence, it is clear. We need to lights the candle, than cursed the dark.[1]

Bhinneka Tunggal Ika
This country is made up beneath the flag of diversity. Unity in diversity is our prominent motto. The motto that has to be known with shrewd especially for youth. The youth is the moment, where the human-being keep searching its personality pattern that will be colouring the life up (Badil, Rudy, Bekti, Luki Sutrisno, dan R., Luntungan Nessy, editor., 2010).

Bhinneka Tunggal Ika is the proper key to energize youths’ nationalism. Through nationalism, youths’ contribution will has its ‘Indonesian-taste’. The signature taste which will be marked on every single contribution. Our motto lead us to holding our hands each other regardless color, race, gender, and religious matters. We must nurture it constantly and sustainable.

Indonesia used to be was overwhelmed by those young eductaed people. They came up with their brightful vision. The far-seeing vision about how this country must be ruled. They kept it through Youth Pledge. Beneath the flag of their pledge, Indonesia become powerful nation withouth a doubt. For now on, nearly 84th celebration of The Youth Pledge, a space of youth decadence is growing enormous. The youths are losing the Indonesia-taste.

Youths as the primary capital of nation’s power is no more than a secret. Many developed countries have shown to us how their generation could be nation’s most amazing capital. That is why, United Nations (UN) established 2010 as the International Year of Youth. The celebration was customarily celebrated by UN to cover youths’ aspiration. Under the theme of ‘Dialogue and Mutual Understanding’, the Year aims to encourage dialogue and understanding across generations and promote the ideals of peace, respect for human rights and freedoms, and solidarity.[2]

Youths are holding a primary role to keep the Indonesia’s momentous advancement because of the idea of theirs. The brightful ideas must be harnessed to compete Indonesia’s coming up advancement next. The ideas wont be powerful without both Pancasila and Bhinneka Tunggal Ika. Those are our weapons to fight against globalization that flatten battlefield to every single country in this world.

The primary role of youth and its nation identity came to an accordance as McKinsey & Company published the research of Indonesia early September.[3]  The McKinsey Global Institute (MGI) focused its complete research of Indonesia’s most happening advancement: its toughful economic growth. The report entitled The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential. The report came up with two facts of Indonesia. First is Indonesia today are these: 16th largest economy in the world, 45 million members of the consuming class, 53% of the population in cities producing 74% of GDP (Gross Domestic Product-writer), 55 million skilled workers in the Indonesian economy, and $ 0,5 trillion market opportunity in consumer services, agriculture and fisheries, resources, adn education.

Secondly, is our coming up gigantic advancement in 2030 based on that research. Indonesia would be: 7th largest economy in the world, 135 million members of the consuming class, 71% of the population in cities producing 86% of GDP, 113 million skilled workers needed, $ 1,8 trillion market opportunity in consumer services, agriculture and fisheries, resources, and education.

Constructive nationalism
Youths are a diverse group that is constantly evolving.[4] They are those who will constantly give their contributive advancement of this country. A constructive nationalism can only be happening if each of those iron stocks stand in one vision. With a brightful vision, youth can foresee and set Indonesia’s coming up contribution.

The brightful vision about how to rule Indonesia must be seen as a big challenge. The vision can build up this nation to go beyond. The vision of how to transform Indonesia to become one of the progressive developed country in the world. Gita Wirjawan, Head of Indonesia’s Invesment Coordinating Board, ever said about three visions about how to build this nation greater.[5] To become one of the greatest nation, Indonesia has to concern to these visions. First is about soft infrastructure. In this area there will be healthcares and education. Secondly, Indonesia has to make a concern on this context: hard infrastructure. Hard infrastructure context are road, railroad, and electricity. Then, of both there will be the third context. That is digital. The digital could connect Indonesian youth in remote area with world’s great education curriculum from best university.

Those three visions are meaning to youth as the prime agent. Because, all of the greatness of Indonesia today has just lost to what India has, what China has. It is going to be hard to be world’s protagonist if the quality of the youths remain poor. The enrichment of youth’s quality is not really difficult. Indonesia is needed, what Rebecca Hendersen ever elaborated.[6] According to her, there must be a youth with commitment, vision, hard headed realism, and creativity.

A constructive nasionalism beneath the ‘flag’ of young educated people and Pancasila would be made a none of sense to this country if the agent itself, doesnt eager to do it. A truly constructive nasionalism which was formulated by MGI could be harnessed through four prominent schemes: transform consumer service, boost productivity in agriculture and fisheries, build a resource-smart economy, and invest in skill building. Because the prosperity in some other developed countries has come up by the well-managed its human capital. Natural resources is not equal to the prosperity (Zuhal, 2010).

We are those youths, of whom Soekarno ever cited. That Soekarno needed ten of us to shock the world. We have to be our own spokesperson of Indonesia’s future. Not to speak it condescendingly to the world that we finally could get our stance. But to speak either soft or gently that we are now officially growing and become the world protagonist in economy, national sovereignity, and international relationship.  

That yes, we can retake our stance by our two grand design. That are young educated people and Pancasila. By those we have to be able to mind the word of fifth principles of our  Pancasila: social justice for all of the people of Indonesia.
Bibliography
Zuhal. 2010. Knowledge & Innovation: Platform Kekuatan Daya Saing. Jakarta: Gramedia.
Badil, Rudy, Bekti, Luki Sutrisno, dan R., Luntungan Nessy, editor. 2010. Soe Hok-gie..... sekali lagi: Buku, Pesta, dan Cinta di Alam Bangsanya. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).







[1] Anies Baswedan. TEDxJakarta. Lighting Up Indonesia’s Future. http://www.youtube.com/watch?v=LBgWsBkjsXQ Accessed February 7, 2012.
[2] International Year of Youth. http://en.wikipedia.org/wiki/International_Year_of_Youth. Accessed October 5, 2012
[3] McKinsey Global Institute. 2012. The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential. McKinsey&Company.http://www.mckinsey.com/~/media/McKinsey/dotcom/Insights%20and%20pubs/MGI/Research/Productivity%20Competitiveness%20and%20Growth/The%20archipelago%20economy/MGI_Unleashing_Indonesia_potential_Full_report.ashx Accessed September 27, 2012.
[4] United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). 2011. TheUNESCO YOUTH FORUM: Celebrating a Decade of Youth Participation. http://unesdoc.unesco.org/images/0021/002156/215607e.pdf  Accessed June 18, 2012.

[5] Gita Wirjawan. Jakarta. The International Conference on Futurology July 28, 2011. http://www.youtube.com/watch?v=6PTuPnKTeSQ Accessed May 1, 2012.
[6] Rebecca Henderson. Making Money While Making a Difference: Is It Really tat Easy? Harvard Thinks Green. http://www.youtube.com/watch?v=dIY2iRkJBL4 Accessed February 4, 2012.