Sabtu, 29 Desember 2012

Kelestarian Sumber Air Minum Berawal Dari Dapurmu!


Kelestarian Sumber Air Minum Berawal Dari Dapurmu!



Keberadaan air di muka bumi merupakan satu hal yang penting. Air bukan hanya memberikan julukan yang indah pada Bumi, Planet Biru, tapi juga sumber kehidupan. Air juga memberikan keseimbangan yang berarti bagi setiap bentuk kehidupan di muka Bumi. Setiap bentuk kenikmatan di muka Bumi ini berawal dari melimpahnya sumber air. Sumber air yang melimpah merupakan faktor primer yang menentukan kelancaran aktivitas sehari-hari kita.

Kelestarian sumber air bukan hanya mengenai siklus akuatik terkait, lebih jauh lagi, air merupakan  daya tawar (bargaining power) baru dalam politik. Setidaknya inilah salah satu alasan yang tersirat dari edisi khusus ‘Air’ majalah National Geographic Indonesia, April 2010. Di Timur Tengah, tepatnya di Jerussalem. Bagaimana keberadaan air di Timur Tengah yang dilanda konflik tersebut akan semaikn parah dengan ada atau tidaknya sumber air di sana.

Bukan hanya laik untuk generasi muda seperti mahasiswa, kelestarian air minum sangat mutlak untuk calon generasi bangsa dalam kandungan ibu hamil.
Kelestarian sumber air minum sendiri merupakan salah satu topik aktual yang perha saya alami sendiri sebagai seorang mahasiswa yang merantau di Kota Hujan, Bogor. Pada kelas Agroklimatologi kami mendapatkan banyak pengetahuan dan ilmu mengenai keberadaan air di muka Bumi. Tapi pada ‘kelas aplikasi’ (kehidupan sehari-hari-penulis), banyak kisah menarik yang terjadi seputar sumber air minum. Pertama, pernah suatu ketika air di tempat kos saya habis dan untuk melakukan isi ulang terkendala dengan tutupnya toko serba ada. Kedua, sebenarnya air di Bogor Kota, terutama di Bogor Utara relatif melimpah dan dapat langsung diminum begitu mengucur dari keran, namun untuk langsung melakukannya sedikit ragu mengenai keberadaan bahan-bahan renik yang tak kasat mata. Dan, untuk memasaknya terlebih dahulu merupakan satu tantangan tersendiri bagi mahasiswa! J

Di sinilah ironi bermula. Bagaimana di negeri dengan air yang luar biasa melimpah, untuk urusan dahaga masih harus repot untuk membeli. Solusi menanti untuk dielaborasi.  

Kebermanfaatan Sumber Air Minum

Laman Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard yang responsif terhadap kelestarian air. 
Air, tak bisa dipungkiri, merupakan bagian penitng dalam proses digestif dala tubuh. Sekolah Kesehatan Masyarakat, Universitas Harvard (School of Public Health, Harvard University) meletakkan air sebagai salah satu bagian penting dari ‘Asupan Makan yang Menyehatkan’. sumber air minum yang bersih, jernih, dan sehat sangat laik untuk membentu lancarnya proses penyerapan asupan gizi yang mutlak diperlukan untuk perkembangan tubuh.

Kebermanfaatan sumbera air minum yang baik bukan hanya harus memnuhi syarat penelitian sekian tahun penuh seperti yang sering diiklankan para perusahaan air minum, tapi juga harus memahami kebutuhan konsumen terhadap aksesabilitas terhadap sumber air minum. Satu langkah kecil saja yang salah dalam memenuhi asupan tubuh akan sumber air minum bisa menyebabkan penkait yang mengkhawatirkan. Hal ini terungkap dalam studi terbaru mengenai konsumsi air minum di Inggris.

Bisa dibayangkan urgensi pengelolaan sumber air minum yang laik sudah mencapai level yang mengkahwatirkan di seluruh dunia. Studi yang dilakukan oleh University of East Anglia menunjukkan bahwa, asupan yang salah terhadap air minum kian riskan pada anak-anak usia kurang dari sepuluh tahun. Di Inggris saja, yang notabene merupakan negara maju, anakanak masih riskan terhadap penyakti seperti diare, danpenyakit perut lainnya akibat dari sumber air minum di sana. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa, masih terdapa keluarga di Inggris yang masih mengkonsumsi air dari sumber air minum sendiri seperti sumur yang sangat rentan terkontaminasi bakteri E.coli, Coliform, dan Enterococci.

Tahapan pengelolaan air pada umumnya. Menjada kelestarian sumber air minum.

Hal ini jelas merupakan fakta menarik seputar kebermanfaatan sumber air minum bagi kesehatan. Mengingat masih banyak penduduk Indonesia yang masih menggunakan air sumur sebagai sumber air minumnya. Terlebih lagi, seperti kasus yangs sering dialami mahasiswa kala iar minumnya mendadak habis sementara air di sekitarnya sebenarnya melimpah-ruah.  

Sumber Air Minum dan Teknologi: Dwi Tunggal Kesehatan Ragawi


Teknologi kelestarian air minum di dapurmu!

Sumber air minum yang melimpah di Indonesia dewasa ini tak diiringi dengan manajemen pengelolannya yang laik. Sumur-sumur resapan yang dibangun kadang masih tak berdaya guna. Pengelolaannya pun cenderung ala kadarnya dengan mengabaikan parameter-parameter air yang laik konsumsi. Hal ini berbeda dengan yang ada di Australia. Negeri Kangguru tersebut memiliki aturan yang sangat ketat terkait dengan sumber air minum, tata kelola, hingga proses distribusinya. Australia memiliki Petunjuk Air Minum tersendiri yang tercantum dalam Kerangka Manajemen Kualitas Air Minum (ADWG, 2004).

Kualitas yang terbaik dari air minum Australia didapatkan dengan cara yang sederhana, namun butuh determinasi penuh untuk melakukannya tanpa cela dan tanpa harus permisif dengan parameter yang hendak dicapai. Sumber air minum di Australia didapatkan dengan pemantauan secar aberkala sumber air minum utama dari beberapa sungai di sana, seperti Sungai Murray sebelum akhirnya disuplai ke penduduk sebagai konsumennya. Hal ini jelas masih berbeda jauh dengan Indonesia yang untuk urusan kelesatarian sungai masih patut dipertanyakan. Terlebih lagi pengunaan air sumur sebagai sumber air minum yag mencpaai tingkat mengkhawatirkan.

Penggunaan air sumur sebagai sumber air minum primer sebenarnya sah-sah saja asalkan dilakukan dengan pertimbangan penuh. Pertama, masyarakat harus memahami teknologi pengolahan air minum yang aman. Setidaknya, masyarakat tidak boleh lupa untuk memasak sumber air minumnya terlebih dahulu. Hal ini penting untuk dilakukan karena masih banyak masyarakat yang enggan untuk melakukan ‘pencegahan dini’ konservasi sumber air minum karena dinilai air sumur menjadi tidak segar lagi kalau dimasak.

Kedua, sumber air minum yang berasal dari sumur-sumur yang sengaja dibuat, setidaknya harus disertai dengan pengelolaannya melalui penerapan teknologi air minum terbaik dan paling mudah. Pure It, salah satu produk pengolahan sumber air minum dengan lugas menunjukkan komitmennya melestarikan sumber air minum kita. Pada laman khususnya, Pure It menunjukkan bagaimana teknologi pengolahan air ditambah dengan sumber air minum merupakan rancang agung dwitunggal air minum yang menyehatkan.

Pure It merupakan jawaban atas permintaan (demanding) air bersih yang kian meningkat di kota-kota besar, khususnya di negara berkembang. Dari riset mutakhir yang dilakukan, tercatat bahwa 1,4 juta anak-anak di dunia meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh kekurangan air bersih. Di Indonesia, terutama di Jakarta dan Bandung, sekitar 48 persen sumber air tanahnya telah terkontaminasi bakteri Coliform.

Fakta tersbut diperparah dengan fakta tidak menyenangkan lainnya seputar banjir di dua kota besar tersebut dan banyak kota lainnya di Indonesia. Sumber air minum di Indoensia sebenarnya lebih dari cukup untuk menyuplai kebutuhan masyarakat akan air bersih terutama untuk keperluan minum. Hanya, teknologi sering menjadi kendala primer.

Maka, berikut merupakan upaya sederhana yang ditawarkan Pure It yang berusaha membantu mengelola dan memberikan tindakan preventif pencegahan penyakit akibat kurangnya sumber air bersih. Pure It melakukannya tanpa listrik dan tanpa gas dan tanpa listrik dengan melalui empat tahapan primer.

Laman khusus social media ampuh untuk menyuarakan kepedulian kelestarian sumber air minum
Pertama, menghilangkan kotoran yang kasat mata melalui Micro Fiber Filter. Hal ini merupakan fase esensial dalam pengelolaan ait secara umum. Apalagi jika menggunakan air tanah sebagai sumber air minum utama yang serinf kali masih ditemukan kotoran-kotoran yang tampak. Kedua, menghilangkan pestisida dan parasit yang membahayakan dengan menggunakan Active Carbon Filter. Active Carbon Filter terbukti ampuh untuk menghilangkan pestisida, racun bagi hama tanaman tapi sedang dan selalu ada di perairan kita sebagai akibat masifnya penggunaan pestisida dalam pertanian dan industri lainnya. Ketiga, teknologi Processors Killer Germs dari Pure It mampu mengurangi bakteri dan virus yang membahayakan di air. Terakhir, Pure It menjernihkan air dan menghasilkan air yang jernih, tak berbau, dan memiliki rasa alami melalui teknoli Purifier.

Teknologi tersebut jelas merupakan jawaban atas meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat urban, serta upaya preventif penyakit akibat kurangnya sumber air bersih. Alasan lain mengapa teknologi Pure It saangat mutlak diaplikasikan di kota-kota di Indonesia adalah sebagai berikut:
1.      Sangat praktis. Kita ‘hanya perlu repot’ untuk memasukkan sumber air minum kita, lalu Pure It akan menjernihkan dan siap ‘menghidangkan’ air minum siap konsumsi.
2.      Prosesnya tak memerlukan gas dan listrik. Ini merupakan jawaban pas bagi para mahasisa di rantau. Jelas, karena gas dan listrik merupakan salah satu hal yang riskan di Indonesia. Indonesia masih sering mengalami kekurangan pasokan listrik. Selain itu, memasak air terlebih dahulu dengan melibatkan gas dan segala kompartemen pemasak air lainnya sungguh menjemukan bagi mahasiswa! J
3.      Biaya yang diperlukan untuk menjernihkan air relatif lebih murah dari biaya yang yang dikeluarkan merek-merek terkemuka dalam mengelola air minum yang laik.
4.      Air yang dikelola denga Pure It terjamin dan terlindungi dari kuman yang berbahaya yang dilarang oleh Agen Proteksi Lingkungan Amerika Serikat (Environmenta Protection Agency USA/ USA EPA). Hal ini merupakan standardisasi untuk menghilangkan bakteri, virus, dan parasit dalam berbagai tingkatan.
5.      Pure It memiliki indikator yang mampu menunjukkan saat yang lebih awal untuk menghilangkan parasit dengan teknologi Germkill Kit.  
6.      Kapasita Pure It dalam mengelola sumber air minum kita tergolong besar dan cukup untuk keluarga penuh, yakni 9 liter dengan wadah transparan yang elegan.
7.      Pure It memiliki garansi 1 tahun dalam memberikan upaya terbaik pencegahan penyakit kekurangan air bersih.  

2013: Menuju Tahun Air Internasional



Kelestarian sumber air minum merupakan fokus utama di seluruh dunia, bukan hanya karena hadirnya produk pengolahan air mutakhir dari Unilever, yaitu Pure It. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara lugas menunjukkan komitmennya terhadap upaya solutif menghadirkan sumber air bersih bagi seluruh dunia. Melalui selebrasinya, PBB menetapkan tahun 2013 sebagai Tahun Air Internasional. Selebrasi ini memiliki fokus yang jelas seperti upaya teknologi pengolahan air milik Pure  It.

Fokus utama PBB dalam upaya menjaga sumber kelestarian air minum di dunia.

Tahun 2013 dipilih sebagai Tahun Air Internasional untuk ‘meningkatkan kesadaran baik potensi dan peluang untuk saling membantu dalam menghadapi tantangan terkait manajemen air dan upaya untuk meningkatkan pelayanan dan alokasi terkait dengan air’ seperti yang tersirat dengan lugas melalui laman tematik khusus milik PBB dan Tahun AirInternasional 2013. Selebrasi ini diharapkan akan mampu memberikan jawaban terkait dengan program perbaikan komunitas lainnya yang sudah ada sebelumnya seperti Tujuan Pembangunan Milenium  (Millenium Development Goals/ MDGs) dan Rio+ 20.

Melalui selebrasi ini PBB mengajak kita semua untuk tak hanya peduali terhadap air, tapi juga kelestarian sumber air minum kita. Bahwa, masalah air bersih dan kelesatarian sumber air minum merupakan masalah kompleks fusi antara teknologi, dan ketersediaan sumber air minum.

Melalui timeline nya @PureitIndonesia tak hentinya mengedukasi masyarkat  perihal air bersih

Awal Yang Laik Dari Dapurmu

Laman khusus Blogdetik di Facebook. Sarana bagi para blogger untuk mendapatkan infomasi menarik.

Kelestarian sumber air minum meruapakan salah satu upaya dalam menghadirkan air minum yang laik konsumsi dan menyehatkan. Karena selama ini upaya penyediaan air minum sebatas pada faktor pertama tanpa memerdulikan konservasi sumber air minum dan kesehatan konsumen sumber air minum tersebut. Permasalahan ini menjadi kian buruk di kota-kota besar dengan tingkat urbanisme, mobilitas, dan waktu yang relatif terbatas dan kian kompleks. Masyarakat urban kadang tak punya waktu untuk melakukan hal sederhana seperti memasak air dan/atau melakukan konservasi sumber air minum. Sampah dan banjir merupakan integral baru dari muara abainya penduduk dari kegiatan konservasi sumber air minum.

Masyarakat yang kian cerdas denga perkembangan tekologi terbaru harus paham betul bahwa kita adalah apa yang kita makan. Bahwa, segala hal yang masuk dan dicerna sebernarnya berawal dari upaya kita menyediakan bahan berkualitas di dapur kita. Tak terkecuali air minum. Bahwa, konservasi dan kelestarian sumber air minum berawal dari dapur kita. Bahwa, kita dan segala bentuk upaya penyediaan air minum berkualitas berawal dari dapur kita.

Tak heran jika kelestarian sumber air minum itu bukan hanya demi generasi sekarang tapi demi generasi mendatang. Bahwa, kelestarian sumber air  minum mutlak menjadi tanggung jawab kita dan dapur kita. Hadirnya teknologi untuk kelestarian sumber air minum merupakan upaya solutif bagi para kaum urban, dan mahasiswa seperti saya. Sehingga jika suatu saat air minum di kosan saya habis, saya tak haru menggantungkan kesehatan saya pada keberadaan toko serba ada! Dengan Pure It, kelestarian sumber air minum merupakan sebuah keniscayaan baru untuk Indonesia. J

Pustaka:

Senin, 03 Desember 2012

[Enjoy Jakarta] Sudirman Central Business District (SCBD) dan Cara Baru Mengarifi Jakarta!

[Enjoy Jakarta] Sudirman Central Business District (SCBD) dan Cara Baru Mengarifi Jakarta! 

Ini merupakan pengalaman ekskursi kedua yang sangat berkesan bagi saya. Kali ini motif utama ekskursinya benar-benar a la mahasiswa: mencari informasi beasiswa! Dengan dua kawan lain yang berambisi sama, maka kami melakukan perjalanan Menikmati Jakarta (Enjoy Jakarta) dengan cara hemat tentunya. Pertengahan November, libur kuliah kami isi dengan kegiatan mendapatkan informasi mengenai studi di luar negeri khususnya di Amerika Serikat (AS). Nah! pilihan kami begitu sempurna manakala menjejakkan kaki di At America. 

Inilah, upaya Enjoy Jakarta dengan cara baru dalam lingkup hiburan, rekreasi, dan heritage.


Akun twitter @jakartatourism

Laman khusus Enjoy Jakarta


At America: At A Glance

Yang membuat perjalanan ini menarik adalah, pertama, lokasinya. At America berada di jantung Ibukota. Berada di kawasan perkantoran terpadu, yakni Sudirman Central Business District (SCBD). At Merica merupakan pusat kebudayaan Amerika Serikat pertama di dunia dan dibuka untuk pertama kalinya di Indonesia. Lokasinya sungguh strategis mengingat At America berada di Pacific Place Mall. Lokasi tersebut dengan mudah dan murah dapat kami tempuh dari Bogor.

Akun @viva_log

Perjalanan berharga tersebut juga begitu ramah di kantong mahasiswa. Sama ramahnya dengan kakak cantik yang memberikan informasi kami di At America. Perjalanan ramah kantong tersebut cukup dengan 25 ribu untuk ongkos pulang pergi (PP) dari Bogor-Sudirman-SCBD-Bogor. Untuk tiket KA Commuter Line PP Bogor-Sudirman-Bogor cukup dengan 18 ribu. Busway dari Tosari-Polda Metro-Tosari sebesar 7 ribu. Murah bukan?

Kedua, At America mampu menggabungkan konsep edukasi dalam balutan futuristas teknologi. Ini merupakan konsep menarik dan selalu diterapkan di kota besar di dunia pada pusat bisnisnya. Seperti yang diketahui, SCBD merupakan salah satu 'ritme' ekonomi Jakarta dalam sekala yang luas. Ketiga, At America mengajak kita mengarifi Jakarta melalui aspek yang begitu bersahaja, yaitu edukasi. Bahwa, Jakarta nggak segitu chaos-nya kok! Melalui At America, setiap pengunjung akan menikmati dan mendapatkan kenyamanan serta akses teknologi terbaru khususnya dalam perkembangan edukasi di AS. Kala kami berkunjung, sedang heboh dengan rangkaian Pekan Edukasi Internasional (International Education Week) 2012.

Pekan Edukasi Internasional menghadirkan informasi menarik tentang sharing mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa dari AS, praktisi lembaga beasiswa, hingga pakar penulisan esai untuk beasiswa yang langsung didatangkan dan didukung penuh oleh US Embassy Jakarta. Melalui konsep Explore, Experience, Express, At America mengajak setiap pengunjungnya menikmati informasi terbaru AS melalui hadirnya peta interaktif Google Maps, iPad untuk setiap pengunjung, hingga majalah dan informasi budaya di AS.

Diskusi menarik beasiswa AS dari IIEF Jakarta

Pengunjung terlibat diskusi dua arah di AtAmerica

'Tradisi' setiap pembicara untuk berfoto bersama pengunjung

Ini yang tak ada duanya: Ramah dan informatif

Peminjaman iPad dimaksudkan agar saat pemaparan materi atau info menarik oleh, katakanlah, pemakalah, pengunjung bisa langsung mencari lebih banyak sumber melalui web browsing. Tak terkecuali kala itu pengunjung mendapatkan informasi seputar pembuatan esai untuk beasiswa dan informasi beasiswa yang tersedia melalui situs resmi pemberi beasiswa. Ini yang juga menarik. Tips yang lain adalah, pastikan mengetahui dengan baik kalender acara di At America dan eksibisi yang sedang dilakukan di At America ataupun di Pacific Place Mall. Terutama untuk musim penutupan tahun seperti ini, mall merupakan salah satu upaya semua orang untuk mendapatkan rekreasi jiwa dan raganya dengan cara murah.

SCBD dan At America: Yin dan Yang One Stop Living-Leisure-Business

High five!

Sarana teknologi yang menarik

Setiap sesi diawali dengan preview singkat acara esok harinya. Kali ini informasi seputar perpisahan Navicula yang bakal ke AS untuk rekaman! What a achievement!


Lalu, mengapa SCBD dan At America tampak saling suportif satu sama lain? Alasannya jelas: negeri ini memerlukan fusi antara ramahnya teknologi, ritme ekonomi,  dengan ragam budaya. Melalui At America, Jakarta seperti mendapatkan satu referensi menarik tentang upaya konservasi budaya dengan cara yang menarik, khususnya untuk menarik minat anak muda. Di At America tersedia dengan 'cuma cuma' informasi mengenai politik di AS melalui permainan interaktif kuis seperti 'Who Wants To Be A Millionaire' dan potret kehidupan suku Indian di AS. Iya, benar! Di At America, semua bisa dinikmati dengan cuma-cuma. Mulai dari peminjaman iPad hingga goodie bag-nya! Untuk iPad, pengunjung hanya 'diharuskan' sedikit repot dengan daftar via email saat itu juga. Atau bagi para anggota cukup meninggalkan kartu identitasnya. Sungguh menarik.

Akun informatif @america

Facebook page At America


Hal ini terbukti dengan ramainya pengunjung yang berkunjung di At America saat Pekan Edukasi Internasional beberapa waktu lalu. Yang menarik adalah bukan hanya anak muda dari kalangan mahasiswa yang hadir di At Amrica, para pekerja, bahkan satu keluarga pun hadir di sana untuk ber-quality time. Segmentasi At America di Pacific Place Mall pun terbilang memesona. Mengapa? Seperti yang tadi saya sebutkan, SCBD merupakan episentrum ritme bisnis Jakarta. Dan, Pacific Place Mall merupakan salah satu aspek yang mampu menghidupkan 'detak' SCBD. Tipsnya cuma satu, khususnya bagi mahasiswa yang ingin ke sini, siapkan uang lebih atau bawa bekal saja dari kosan untuk urusan perut! :)

Explore, Experience, dan Express


Kalau sudah bosan di Pacific Place Mall, tak ada salahnya untuk menjejakkan kaki sebentar ke 'detak' SCBD yang lain, yaitu Bursa Efek Jakarta yang 'hanya sejengkal' dari At America. Ritme ekonomi begitu terasa di sini. Kawasan SCBD dilingkupi oleh salah satu atau salah beberapa dari gedung-gedung pusat perekonomian Jakarta. Fusi yin dan yang terbukti laik dan mampu mengatakan pada saya dan banyak pengunjung lainnya, bahwa, menikmati Jakarta itu bisa dilakukan dengan banyak cara.

Bahwa, menikmati Jakarta itu tidak harus mahal. Bahwa, kehadiran mall pada lokasi dan segmentasi yang tepat terbukti mampu menggabungkan semua fungsi dengan baik mulai dari ekonomi, rekreasi, dan konservasi budaya. Tentu, tak banyak yang melakukan ekskursi dengan cara yang benar-benar baru di mall atau pusat perbelanjaan di Jakarta. Jakarta hidup bukan hanya karen gegap gempita hiburan semata. Lebih dari itu, Enjoy Jakarta masih bisa dengan cara bersahaja: mengejar mimpi mendapatkan edukasi yang lebih suportif dengan perkembangan terkini. Bahwa, Enjoy Jakarta itu merupakan upaya pencarian jatidiri bangsa melalui konservasi budaya. Jadi, bagaimana cara kita mengonservasi budaya kita dengan cara menarik?

Idea worth spreading melalui @serumenyala


Minggu, 02 Desember 2012

[EnjoyJakarta] Waktunya Lupa Waktu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

 [EnjoyJakarta] Waktunya Lupa Waktu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

 (sebuah catatan perjalanan backpacker di tanah rantau )

Jakarta merupakan kota dengan beribu ragam hal yang menarik untuk dieksplorasi. Sebagai pusat pemerintahan, pusat gemerlap kehidupan ragawi, hingga pusat pendidikan jakarta menawarkan ke-khas-annya: keanekaragan yang terorganisir. Sejak menginjakkan kaki di Bogor, sudah tak terhitung berapa kali ke Jakarta untuk sekedar mengunjungi tempat ekskursi menarik. Jakarta menawarkan pesona kota metropolitannya sendiri. Bisa dibilang, anda belum menjelajah Indonesia jika belum ke Jakarta!

Berawal dari kepenatan menjalani rutinitas sebagai mahasiswa di Bogor, maka pada tanggal 17 November, beberapa minggu lalu, saya dan tiga teman lainnya memutuskan untuk melakukan upaya 'pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri' ke Jakarta. Kami memutuskan untuk ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sedikit upaya untuk membayar kerinduan kampung halaman untuk sekedar melihat bangunan tematik dari beberapa provinsi di Indonesia. Catatan singkat ini mencoba menguliti Jakarta melalui wisata hiburan dan rekreasi dari segala aspeknya, mulai fasilitas, lokasi, hingga yang lainnya. Maka inilah kisah eksursi a la anak backpacker di tanah rantau (baca: perjalanan hemat anak kos-an). Karena sebuah informasi harus disebarkan  pada semua orang melalui berbagai media. ideas worth spreading.

Mengarifi Jakarta


Jakarta  yang menawarkan sejuta kompleksitasnya yang terorganisir sangat menarik untuk diarifi. Mengarifi Jakarta berarti menelusuri segi yang menonjol dari Jakarta: kompleksitas kota besar yang dubalut dengan ragam budaya nusantara. Pemilihan Jakarta sendiri untuk lokasi wisata bukan tanpa pertimbangan. Pertama, Jakarta yang luasnya tak seberapa itu memikat hati dengan keberadaan museum-museum, hingga pusat bisnis dan kuliner yang memukau.




Untuk mengarifi Jakarta, kami memutuskan untuk mengunjungi TMII. Pusat keragaman budaya terbesar di Indonesia tersebut dipilih berdasarkan dua hal yang mendasar. Pertama, mengenai lokasi dan fasilitas. Pesona TMII yang kami dengar, baca, dan lihat melalui web browsing. Mengunjungi TMII juga merupakan upaya untuk mengarifi Jakarta dengan cara hemat. Bersama seorang kawan seperjuangan yang berasal dari Kalimantan Selatan dan dua orang kawan asal Medan, kami hanya mengeluarkan uang kurang dari Rp. 50.000 untuk ekskursi spesial tersebut. Tiket bus Bogor-Kampung Rambutan (PP) Rp 20.000, tiket masuk Rp. 9000 per orang, dan tiket untuk 4-5 wahana kurang dari Rp. 20.000. Cara mengarifi Jakarta dengan hemat, bukan?


Keragaman Budaya
Enjoy Jakarta yang menarik untuk diulas tentang TMII adalah mengenai keragaman budaya nusantara. Bagaimana, dalam hal ini, Jakarta mampu menunjukkan tajinya. Persis seperti yang sering digaungkan melalui laman resminya, Enjoy Jakarta, Jakarta menurut saya sangat memesoa pada sisi ini. Di TMII, Indonesia menjadi untaian ragam berlian yang memukau. Saran saya, pastikan sebelum berpetualang keliling Jakarta, Anda mengunjungi laman Enjoy Jakarta dan masuk pada informasi penting seputar kegiatan wisata dan apa yang ditawarkan di tempat wisata. (See and Do,  dan Accomodation)!

Secara pribadi, ada dua alasan primer mengapa TMII menjadi laik untuk dikunjungi dalam rangka Menikmati Jakarta. Pertama, fasilitasnya. TMII berada di kawasan terpadu dan suportif dengan pariwisata nusantara. TMII dan sekitarnya saat kami kesana, dikelilingi dengan hotel dan tempat makan yang menarik. Kemudian, di dalam TMII sendiri kita bagaikan masuk ke dua peradaban sekaligus kala menilik fasilitasnya. Etnik nusantara dari berbagai daerah di Indonesia terwakili dengan sempurna melalui kehadiran museum penerangan, rumah adat lengkap dengan diorama dan masakan dan pernak-pernik khas daerah. Futuristas Indonesia terwakili dengan sempurna melalui Sky Lift, wahana 4D IMAX dengan sajian filma yang spektakuler serta miniatur museum IPTEK.

Fasilitas yang tak kalah memukau, menurut saya, adalah kehadiran informasi dan petugasnya yang ramah dan informatif. Kala pertama kali datang, kami mendapatkan sambutan hangat dengan informasi menarik melalui Pusat Informasi TMII yang letaknya tak jauh dari kedai makan khas keluarga dan Anjugan Tunai Mandiri (TMII) dari berbagai bank di Indonesia. Kala itu, petugas informasi menunjukkan profesionalismenya dengan informasi tentang hal-hal yang harus diperhatikan selama di TMII dan kegiatan seru yang sedang terjadi di setiap wahana maupun rumah adat.





Kedua, adalah tentang keberadaan fungsi TMII. TMII dengan laik melakukan konservasi budaya nusantara melalui ragam kegiatan khas dari berbagai rumah adat yang ada. Bukan hanya menjajakan souvenir (cendera mata) yang sudah biasa, kehadiran provinsi di TMII yang terwakilkan melalui keberadaan rumah adat semakin meriah dengan acara khas daerah yang digelar setiap harinya. Tak terkecuali hari itu. Setidaknya kami melihat persiapan dari Riau dan Kalimantan Timur melakukan preparasi menyambut 1 Muharram. Sungguh menarik. Bahwa, kita memang benar-benar bersatu dalam perbedaan. Kehadiran TMII, setidaknya, merupakan jawaban atas apa yang selama ini menjadi berita utama di media: perpecahan akibat budaya di Indonesia.


Akun socmed TMII (@ilovetamanmini)

Facebok page TMII

Banyak informasi menarik di laman EnjoyJakarta

Vivanews dan kanal khusus para blogger di twitter! @Viva_log

Selalu menjadi yang terbaru dalam hal informasi seputar EnjoyJakarta di akun twitter @JakartaTourism

One Stop Living-Pleasure and Excursion
Ini yang saya katakan kala menjejakkan kaki di TMII. TMII berhasil menggabungkan konsep menarik antara rekreasi dan kesengan dalam berekreasi. Pada setiap wahana, kedai makan, ataupun pusat hiburan di TMII yang saya temukan adalah satu: keluarga besar dengan senyum bahagia. Hampir semua orang datang dengan orang dekat dan berbagi kebahagiaan bersama. Pun tak lupa, pihak pengelola TMII menyambut baik hal ini dengan terus melakukan pembenahan pada wahana yang ada. Kala berkunjung, saya sempat mengamati perbaikan di rumah adat Kalimantan Selatan dan beberapa area wahana.








Selain itu, yang menarik adalah kehadiran tempat peribadatan lima agama besar di Indonesia. TMII berhasil menyajikannya dengan apik. Kala mengunjungi TMII, sedang dirayakan 1 Muharram oleh umat Islam. Namun, tempat ibadah Konghucu dan Kristen juga tetap ramai dengan kegiatan ibadah masing-masing tanpa mengganggu satu sama lain. Ini merupajkan bukti bahwa, berdiri berdampingan dalam perbedaan itu membahagiakan.



Maka setidaknya ini sekelumit yang bisa saya katakan sebagai seorang backpacker amatir atau lebih tepatnya anak rantau yang melakukan backpacking. Bahwa Indonesia, terutama Jakarta nggak segitu kacaunya kok! Indonesia bisa dengan sempurna menghadirkan harmoni antara perbedaan agama dan isu budaya yang selama ini merongga dan mengobrak abrik tatanan ketentraman di Bumi Pertiwi. Melalui TMII, mari menikmati Indonesia yang sesungguhnya. Karena di sini saya benar-benar merasakan lupa waktu dalam sebuah ekskursi menarik. Bukan lupa waktu karena tugas a la mahasiswa. Tercatat, mulai berangkat dari Bogor pukul 10 siang, saya kembali dengans enyum lebar di Bogor pada pukul 9 malam. What a journey of surprisingly amazing excursion! Bahwa, bisnis, ragam budaya, dan kesenangan rekreasi itu mampu bersinergi dengan harmonis.

Maka, mari enjoy Jakarta, folks!

Ideas worth spreading. Menyebar informasi Enjoy Jakarta melalui blog!