Kamis, 25 Oktober 2012

CITRA DIRI BERAWAL DARI PERAWATAN MALAM HARI


CITRA DIRI BERAWAL DARI PERAWATAN MALAM HARI

Ferry Gunawan[1]


Terdapat pepatah yang mencoba mendeskripsikan makna kecantikan. Bahwa, kecantikan itu terletak pada orang yang menilai (beauty is in the eye of the beholder). Kecantikan ragawi menjadi penting dan laik untuk dijaga karena perspektif ‘cantik’ relatif pada setiap orang. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, dimana mobilitas setiap orang tergolong tinggi, menjaga citra ragawi diri mutlak diperlukan. Maka, gerakan edukasi pentingnya menjaga penampilan fisik melalui penggunaan bahanalami ini akan efektif jika dituangkan dalam tulisan dalam blog.

Upaya memberdayakan kekuatan wanita. Sumber gambar
Menjaga citra diri bukan hanya menjadi validasi kaum hawa saja. Kaum adam pun patut untuk menjaga penampilannya agar tetap rapi dan sedap dipandang oleh lawan jenis, ataupun para rekan di tempat kerja. Hal ihwal menjaga penampilan diri penting karena bertautan erat dengan justifikasi orang terhadap kita saat pertama bertemu. Kearifan lokal kita pernah berkata bahwa, ‘ajine raga saka busono’ yang berarti busana (penampilan ragawi) menentukan baik tidaknya pribadi.

Produk Citra Night Whitening dengan bahan alami Minyak Biji Anggur dan Mulberry . Sumber di sini

Upaya menjaga penampilan ragawi sudah menjadi budaya di masyarakat Indonesia yang majemuk ini. Sejak masa pubertas, kita, tanpa mementingkan gender, selalu diajarkan oleh orang tua untuk menjaga penampilan dengan laik. Hal yang serupa yang telah dilakukan oleh orang tua kita sejak kita masih bayi, balita, hingga menuju dewasa.

Kala beranjak pada fase dewasa, upaya menjaga keagungan Tuhan melalui ciptaan ragawinya sepenuhnya menjadi supremasi tertinggi kita. Dalam hal tersebut, ketepatan dalam memilih produk yang baik dan laik menjadi target utama. Hal ini secara lugas karena pada zaman yang serba instan ini, keinginan untuk tampil maksimal secara ragawi akan mengarah pada pemakaian produk yang tidak jelas bahan pembuatannya. Tak sedikit produk perawatan diri yang beredar dengan bahan kimia berbahaya sebagai salah satu bahan utamanya. Kalau sudah begini, lantas edukasi masyarakat dalam pemilihan produk yang aman dan laik menjadi begitu penting.


Maka, berikut ini sedikit alasan mengapa perawatan diri yang dilakukan pada malam hari mendukung citra ragawi yang laik. Pendapat kaum adam yang berharap tidak bias. :)
Perawatan ragawi
Keberhasilan perawatan ragawi secara lugas, ditentukan oleh kualitas produk yang digunakan. Pemilihan produk perawatan yang tepat akan menentukan hasil yang diharapkan. Adalah Citra Night Whitening yang hadir untuk menjawab kerisauan publik tentang produk perawatan diri yang baik dan berbahanalami.

Pemilihan produk menjadi penting di sini. Hal ini secara lugas disampaikan oleh Daniel Goleman melalui bukunya yang bernas tentang pemilihan produk, Ecological Intelligence: Mengungkap Rahasia di Balik Produk-Produk yang Kita Beli (2010). Menurut Goleman, upaya penentuan produk yang kita beli bertautan erat dengan keputusan yang ada di benak kita melalui sebuah kompartemen khusus di otak yang disebut Amigdala. Amigdala menentukan setiap keputusan yang akan kita ambil dalam berbelanja sebuah produk. Amigdala juga mewakili sikap kritis kita pada sebuah produk saat kita tak menemukan informasi yang kita butuhkan pada sebuah produk.

Jelas bahwa, dalam hal pemilihan body lotion saja misalnya, terdapat upaya kompleks di baliknya. Praksisnya, hal itu menjadi kekuatan brand dalam mencantumkan keunggulan dari setiap bahan yang digunakan dalam produk. Hal tersebut korelatif dengan produk terbaru Citra yang berbahan alami mulberry dan minyak biji anggur, yang secara lugas dan stunning  dapat kita temukan sebagai desain produk yang menarik. Menarik bukan hanya dari segi penilaian oleh kaum hawa. Saya sebagai pria tertarik dengan pemilihan warnanya yang lembut.

Hal ini meneguhkan anggapan bahwa, perawaan ragawi bukan merupakan ajang untuk berkompetisi pada lini gender. Bahwa, perawatan ragawi hanya menjadi ruang tak tersentuh milik kaum hawa. Kaum adam juga memerlukan produk perawatan ragawi untuk merawat diri. Hal itu ditegaskan oleh dr. Sjarif M Wasitaatmadja SpKK, spesialis kulit dari Rumah Sakit Umum Pusat Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta.[2] Menurutnya, pria juga memerlukan kosmetik sebagai upaya perawatan ragawi. Namun bukan kosmetik yang bersifat dekoratif, melainkan kosmetik yang diperlukan para pria sebatas pada kosmetik perawatan dan kosmetik pewangi. Sjarif menambahkan, pemakaian kosmetik sejenis tabir surya juga diperlukan kaum pria terutama yang memiliki aktivitas luar yang intensif seperti pekerja lapangan.

Jenis perawatan ragawi yang seharusnya dipilih oleh pria juga berbeda dengan para wanita. Pertama, karena perbedaan jenis kulit. Kulit pria lebih tebal dibandingkan dengan kulit wanita. Kedua, terkait erat dengan hormon. Sedangkan pada struktur kulit tak ada perbedaan antara kulit pria dan wanita.

Twitter merupakan situs microblogging yang pas untuk kegiatan edukatif tentang perawatan tubuh
Penggunaan kosmetik menjadi krusial manakala tak diikuti dengan pemahaman produk yang memadai. Hal itu sangat riskan karena bisa jadi hasil akhirnya perawatan ragawi berakhir sia-sia. Kosmetika menjadi penting karena kosmetika merupakan ‘agen penyentuh kulit’ utama. Permenkes RI No 220/Menkes/Per/X/76 tanggal 6 September 1976 mendefinisikan kosmetika sebagai, bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan, atau disemprotkan pada, dimasukkan ke dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memlihara, menambah daya tarik atau mengubah rupa, dan tidak termasuk golongan obat.

Waktu perawatan
Kosmetik yang baik akan percuma dan tak berefek signifikan jika tak digunakan dengan laik. Waktu perawatan menentukan keberhasilan pemakaian suatu produk perawatan ragawi. Umumnya, produk yang ada dan beredar di pasaran menghendaki pemakaian dan waktu penggunaan yang merepotkan. Sudah menjadi pembenaran umum bahwa, saat merawat kulit merupakan saat yang membosankan dimana individu yang menghendaki penampilan prima harus stagnan dan tak bergerak sedikitpun kala mendapatkan perawatan (treatment).

Media sosial. Episentrum utama untuk edukasi produk unggulan primer
Hal ini jelas berbeda dengan inovasi terbaru dari Citra. Produk Citra Night Whitening Mulberry & Minyak Biji Anggur memerlukan penggunaan yang sederhana.  Produk ini akan tepat jika digunakan pada malam hari. Mengapa malam hari? Pertama, karena aktivitas kita dalam satu hari akan berakhir pada malam hari. Malam hari merupakan waktu yang laik untuk menghilangkan penat satu hari penuh. Pemakaian kosmetik pada malam hari akan berdampak signifikan terhadap hasilnya karena saat pemakaian kita berada pada kondisi yang baik, yang oleh para pakar kedokteran disebut kondisi pada gelombang alfa. Pada kondisi tersebut pikira, jiwa, dan raga sedang pada tahap yang rileks. Selain itu, malam hari juga merupakan waktu yang tepat untuk regenerasu kulit.

Kedua, proses penyerapan sempuran oleh kulit terhadap bahan-bahanalami terbaik pada Citra Night Whitening Mulberry & Minyak Biji Anggur terjadi pada malam hari. Hasil akhirnya akan kita dapatkan kala bangun tidur. Tubuh menjadi segar dan tujuan pemakaian produk Citra ini akan didapatkan: kulit lebih sehat, cantik, dan putih.

Akun @CantikCitra konsisten dalam melakukan edukasi  perawatan diri yang baik
Hal tersebut saya alami manakala melakukan perawatankulit tubuh dengan produk khusus pria. Produk Citra Night Whitening Mulberry & Minyak Biji Anggur juga cocok digunakan untuk para pria dengan mobilitas tinggi. Hal ini bukan merupakan ajakn untuk menjadi pria metroseksual yang lantas selalu memerhatikan penampilan melebihi yang dilakukan wanita. Namun, seperti yang dikatakan oleh Dokter Sjarif bahwa, pria juga memerlukan perawata ragawi. Tak mengherankan jika sekarang  juga mulai menjamur produk perawatan khusus untuk pria. Tapi, berbagai literatur dan sumber menyatakan bahwa pemakaian produk perawatan kulit tak menentukan jenis kelamin. Bahkan banyak kasus yang terjadi kala produk khusus wanita, seperti pembersih wajah, yang juga ampuh untuk dipakai pria.

Maka perawatan kulit pada malam hari menjadi penting untuk diperhatikan. Selama malam hari kulit akan kembali pada kondisi terbaiknya. Hal ini detegaskan oleh Ranella Hirsch, M. D, dermatolog di Boston seperti yang terkutip pada laman Good House Keeping.[3]

Bahan alami
Lantas, apa yang menarik dari Citra Night Whitening Mulberry & Minyak Biji Anggur selain penggunaannya pada malam hari. Jawabannya secara lugas adalah: bahan alami. Keberadaan bahan alami merupakan faktor utama yang menentukan kualitas sebuah produk. Hal yang tepat juga telah dilakukan oleh produk Citra. Visualisasi bahan alami utama terejahwantah melalui desain kemasan produk yang menarik dan informatif. Hal ini jelas akan menguntungkan konsumen.

Konsumen pada zaman sekarang merupakan kalangan cerdas yang kritis dan selalu mengharapkan transparansi pada sebuah produk. Bahan dasar sebuah produk menjadi krusial jika dihubungkan dengan kerusakan lingkungan yang terjadi secara masif sekarang ini. Hal itu pula yang dielaborasi dengan baik oleh Goleman melalui bukunya. Goleman menulis bahwa, di Amerika Serikat, sentimen negatif tentang penggunaan bahan kimia berbahaya pada produk mainan anak menghadirkan drama penarikan produk mainan asal China yang terbukti memakai cat dengan bahan timbal. Goleman memfokuskan tulisannya tersebut pada ketepatan pemilihan produk yangharus dipahami semua orang di dunia. Karena terdapat hal-hal yang tidak kita ketahui tentang suatu produk yang kadang harus dibayar mahal dengan degradasi lingkungan dan kesehatan pemakai.

Maka, keberadaan bahan alami pada produk Citra Night Whitening Mulberry & Minyak Biji Anggur sangatlah tepat. Pemakaian bahan alami pada produk Citra tersebut didasarkan fakta bahwa, sinar matahari dan polusi sepanjang hari dapat merusak kulit. Seperti yang saya sitat dari laman Citra[4] bahwa, minyakbiji anggur merupakan salah satu rahasia kecantikan yang telah dikenal sejak ratusan tahun lalu untuk membuat kulit tampak muda dan terasa lembut. Selain itu, minyak biji anggur mengandung antioksidan untuk merawat kulit dan terfusi dengan laik melalui ekstrak mulberry yang mampu membuat kulit tampak lebih putih. Lotion ini diformulasikan khusus saar kita tidur pada malam hari untuk kulit tampak muda, cerah, dan terasa halus.

Bahan alami berupa minyak biji anggur dan ekstrak mulberrymerupakan hal yang menarik bagi kita. Selama ini herbal alami[5] yang kita ketahui terbatas pada lidah buaya, minyak zaitun, dan begkoang. Berarti secara lugas, bahan alami pada produk Citra Night Whitening merupakan keunggulan kompetitif dan komparatif untuk produk perawatn kulit yang baik. 

Sebuah riset tentang ekstrak bahan alami, khususnya anggur, menunjukkan bahwa, ekstrak anggur mampu membunuh sel leukimia. Riset ini dilakukan oleh tim dari Universitas Kentucky dengan hasil penelitian berupa 76 persen sel leukimia mati dalam 24 jam seusai terpapr ekstrak anggur. Sehingga, secara lugas, pemakaian produk dengan bahan alami terutama ekstrak anggur untuk perawatan kulit sangat laik.



Menjadi yang terbaik

Kulit cantik cermin dari kecantikan hati. Sumber gambar 


Upaya untuk menjaga penampilan ragawi akan menempa kita untuk menajdi pribadi yang cerdas. Sikap kritis kita akan terasah dengan baik. Untuk penulis sendiri, jelas, sebelum menuangkan ide melalui blog, riset holistik untuk mendukung argumen perlu dilakukan. Memilih blog pribadi dalam menyampaikan gagasan sangat tepat karena blog mampu meraih banyak segmen.

Upaya  untuk menjadi yang terbaik dalam citra ragawi bukan hanya masalah fisik an sich. Fisik yang menawan merupakan cerminan dari apa yang ada pada hati. Kecantikan hati (inner beauty) menentukan kecantikan fisik. Tanpa kecantikan hati, kecantikan fisik hanyalah kesniscayaan semu tak berarti. Kecantikan hati yan nirwujud (intangible) akan mewujud dengan laik melalui pembawaan diri yang tepat dan tecermin dengan pas melalui kecerdasan menjaga penampilan ragawi.

Perawatan ragawi berawal dari upaya diri untuk menjaga ciptaan Tuhan. Bukan bermaksud untuk mengejar kesempurnaan a la Narsiscus atau mengingkari ciptaan Tuhan dengan memoles sedemikian rupa. Namun, upaya ini jelas untuk kebaikan bersama. Tidak juga untuk menjadi surealis pada penampilan diri. Bahwa, kebaikan ragawi tecermin denga lugas melalui penampilan fisik. Ajine raga saka busono.Maka, inilah sekedar pandangan dari kaum adam tentang perawatan ragawi. :)
Be your very best!



[1] Bergiat di blog. Mahasiswa Program Keahlian Perkebunan Kelapa Sawit, Program Diploma Institut Pertanian Bogor. Penerima beasiswa penuh SMART-Diploma Batch V/2011.
[3] Get Better Skin While You Sleep http://www.goodhousekeeping.com/beauty/anti-aging/night-treatment#slide-1 Diakses 25 Oktober 2012.
[5] 7 Herbal Alami untuk Perawatan Kulit http://majalahkesehatan.com/7-herbal-alami-untuk-perawatan-kulit/ Diakses 25 Oktober 2012.

Rabu, 24 Oktober 2012

NIKMATNYA LONTONG KUPANG: KALA GIZI BERBANDING LURUS DENGAN RASA!


NIKMATNYA LONTONG KUPANG: KALA GIZI BERBANDING LURUS DENGAN RASA!
Ferry Gunawan[1]



Pengalaman mengikuti lomba blog selalu membawa cerita menarik tersendiri. Tantangan tema lomba blog begitu beragam. Sekian pengalaman itu pun masih belum mampu secara lugas menjadikan diri fasih untuk menulis dengan laik. Terbukti dengan posting­-an kali ini. Sebagian besar mungkin menganggap tulisan tentang makanan khas daerah asal mudah. Bagi saya hal itu tak semudah berperkara dengan lisan.


Tema makanan khas daerah sebenarnya menguji kita dengan ‘sedikit normatif’ mengenai: sejauh mana kita mengetahui makanan khas daerah kita. Namun, kalau hendak menunjukkan makanan khas asal daerah, dengan lugas rekomendasi saya adalah: Lontong Kupang!

Makanan khas asal Sidoarjo ini sungguh nikmat. Tulisan ini bahkan dibuat dengan proses mengurai memori beberapa bulan yang lalu kala bersantap dengan sahabat. Mendadak, keinginan untuk mencicip makanan khas ini kembali membuncah dan itu berarti harus segera cepat-cepat libur kuliah dan kembali ke Sidoarjo. Mengapa? Jelas karena di Bogor belum (atau memang bahkan tidak ada) makanan khas ini.

Lantas, mengapa lontong kupang mnejadi khas dan patut untuk dicecap oleh indera perasa kita? Berikut ini ulasan sederhana seorang mahasiswa yang berasal dari Sidoarjo dan memang sedang kangen untuk menyantap makanan ini.

Nikmat
Sidoarjo memang dikenal memiliki potensi hasil lautnya yang memesona. Hasil olahan ikan dan sektor perikanan menjadi primadona di Kota Krupuk dan Udang ini. Tak terkecuali lontong kupang (Corbula faba H.) yang berbahan dasar sejenis remis (moluska) kecil.

Lontong Kupang lengkap. Sumber gambar dari sini

Lontong kupang sendiri terbilang sederhana dalam pembuatannya. Remis sebagai bahan dasar pembuatan kupang direbus dengan bumbu sederhana dan minimalis. Untuk lontong kupang, remis dimasak menjadi hidangan berkuah. Dalam penyajiannya ke-khas-an lontong kupang menunjukkan tajinya.

Pertama, dalam piring akan diuleg secara bersamaan bumbu seperti bawang putih, gula, cabai, dan petis. Takaran bumbu menjadi hak prerogatif sang penikmat kuliner ini nantinya. Petis merupakan salah satu bentuk olahan udang yang akan menambah kenikmatan kupang. Terakhir, disajikan dengan irisan lontong dan ditambahkan perasan jeruk nipis.

Dalam praksisnya, lontong kupang akan disajikan dengan pelengkap yang berua kerupuk, sate kerang, dan juga lentho. Untuk yang terakhir mungkin tidak banyak yang tahu. Lentho merupakan penganan olahan kacang dan singkong yaang ditambahkan bumbu sederhana lalu digoreng membentuk bola-bola. Wisata kuliner lontong kupang akan mengantarkan kita menjelajah seluk beluk desa ataupun pesisir Sidoarjo yang memesona.

Di Sidoarjo sendiri begitu banyak sentra makanan khas yang menjual lontong kupang. Mulai dari rumah makan prestige hingga pedagang kaki lima. Namun, pengalaman saya bersantap makanan ini bersama sahabat membuat saya merekomendasikan dua tempat makan lontong kupang yang mantab. Pertama untuk kelas rumah makan, lontong kupang mantab berada di daerah Suko, yang tak sampai satu jam jarak tempuh dari Stadion Olahraga Gelora Delta Sidoarjo. Rumah makan itu terletak di tepi jalan raya utama dan sudah pasti semua orang tahu karena memang terkenal. Mengapa? Karena banyak sekali endorsement dari para artis maupun tokoh masyarakat yang sudah menikmati lontong kupang di sana.

Lontong kupang a la kaki limatapi rasanya juara. Sumber gambar

Kedua,  kelas kaki lima di sekitar area Masjid Agung Sidoarjo. Hal ini menarik karena selain bisa berwiasat religi kita juga dapat mendapatkan makanan khas yang terjangkau. Untuk kelas kaki lima, area Masjid Agung Sidaorjo menajdi pilihan tepat karena berada pada pusat kota Sidoarjo. Letaknya bersebelahan tepat dengan kantor pemerintahan dan alun-alun kota yang menjadi episentrum kegiatan masyarakat karena ruang terbuka hijau (RTK)-nya memang luas dan sangat menawan.

Nikmatnya lontong kupang terasa kala makanan khas tersebut bersanding lengkap dengan es degan (es kelapa muda). Es kelapa muda sekaligus menjadi penawar bagi yang tidak terlalu suka dengan kupang. Lontong kupang tak hanya mendominasi Sidoarjo, namun juga merambah ke Surabaya. Jarak Sidoarjo dan Surabaya yang ‘hanya’ terpisah satu jam kalau tidak macet menjadikan makanan khas ini kian menjadi primadona.

Lontong kupang menjadi primadona bukan hanya di meja makan atau hanya dalam perkara perut. Lebih jauh, lontong kupang menjadi fokus dalam karya seni. Adalah Happy Salma yang terinspirasi dan memerankan seorang penjual lontong kupang dalam film Air Mata Terakhir Bunda.[2] Hal ini kian meneguhkan tesis bahwa: kuliner merupakan bagian itegral dari ‘yin & yang’ dalam dunia seni.

Nilai gizi
Makanan yang nikmat akan percuma tanpa disertai dengan kandungan gizi yang memadai. Disini, lontong kupang hadir untuk memecahkan ‘pembenaran’ umum yang selama ini berlaku bahwa, makanan enak harus berbumbu kompleks dan diolah dengan rumit, serta nir-kandungan gizi.

Jejaring sosial merupakan sarana yang laik dalam gerakan edukatif Nutrisi Untuk Bangsa
Seperti yang disitat dari laman Surabaya Post[3] bahwa, kupang memiliki kandungan protein dan zat besi yang cukup tinggi. Hal itu diperkuat dengan berbagai riset tentang kupang oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia.[4] Salah satu riset tentang kupang oleh Institut Pertanian Bogor[5] menunjukkan bahwa memang kandungan gizi kupang melimpah. Hal ini jelas merupakan kabar baik bagi arah diversifikasi pangan di Indonesia. Bahwa untuk sumber protein hewani tak melulu harus daging ayam, telur, atau daging sapi.

Diversifikasi pangan pokok sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Negara yang kuat tecermin dengan lugas melalui kualitas penduduknya yang sehat. Kesehatan penduduk dalam suatu negara. Secara terpisah melalui riset masing masing, Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan hal itu melalui Sasaran Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs).[6] Hal  tersebut korelatif dengan riset Universitas Columbia tentang kualitas penduduk pada sebuah negara.[7]

Akun Twitter @Nutrisi_Bangsa
Nilai gizi menjadi penting dala setiap makanan karena sebagai sumber asupan primer bagi tubuh, makanan bertautan erat dengan fungsi organ dalam tubuh manusia. Kupang menjadi menarik untuk dielaborasi lebih jauh tentang kandungan gizinya karena belum banyak yang tahu bahwa hewan khas daerah pesisir ini mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Omega, zat besi, dan protein merupakan tiga faktor primer yang laik sebagai pembangun tubuh.

Media sosial merupakan sarana kuat edukasi gerakan Melek Gizi. Akun resmi @Nutrisi_Bangsa

Mengarifi asupan gizi
Pun, secara lugas, melalui makanan khas daerah asal kita diajak untuk mengarifi kembali cara kita memenuhi kebutuhan asupan gizi kita. Negara yang adidaya mutlak berbanding lurus dengan kualitas kesehatan penduduknya. Kesehatan penduduk berawal dari asupan makanan sebagai sumber gizi utama.

Hal ini menjawab perkara awal pembuka tulisan ini. Bahwa, perkara makanan tak semudah perkara pengucapannya. Makanan khas daerah asal kita akan membawa kita jauh ke belakang. Ke belakang untuk menilik kembali nilai-nilai luhur kearifan lokal yang tecermin dari makanan. Itu hanya permukaannya saja. Jauh lebih dalam, melalui makanan, kita akan sadar bahwa tak ada yang sia-sia yang telah diberikan oleh Bumi Pertiwi.

Bahwa benar, makanan merupakan bentuk kontemplasi diri akan nikmat Tuhan. Bahwa benar, bahwa melaui diversifikasi sumber makanan, kemajuan Indonesia merupakan sebuah keniscayaan. Tak mengherankan jika kemudian, pernah kita dengar, William Wongso menggunakan rendang sebagai bentuk diplomasi Indonesia. Bentuk diplomasi yang mencoba  mendobrak kebiasaan umum. Diplomasi melalui makanan merupakan upaya edukatif untuk selebrasi program Ayo Melek Gizi! Mari, mari melek gizi! Angkat piring makan berisi makanan daerahmu tinggi-tinggi, wahai generasi penerus bangsa! J



[1] Penikmat kuliner asal Sidoarjo. Mahasiswa Program Keahlian Perkebunan Kelapa Sawit, Program Diploma Institut Pertanian Bogor. Penerima beasiswa penuh SMART-Diploma Batch  V/2011.
[2]Happy Salma Jualan Lontong Kupang   

[5] Aplikasi proses hidrolisis enzimatis dan fermentasi dalam pengolahan condiment kupang putih (Corbula faba H.)

Selasa, 09 Oktober 2012

Tentang Nobel Kedokteran 2012 dan Kekerasan: Mengarifi Kembali Cara Kita Berlaku


Tentang Nobel Kedokteran 2012 dan Kekerasan: Mengarifi Kembali Cara Kita Berlaku

Sumber gambar

Sekelumit cerita. Iya memang harus sekelumit. Esai pribadi ini memang harus sekelumit karena dikerjakannya, dan sharing-nya, diketik sambil mata berpendar 5 watt. Jam di perangkat menunjukkan 0:07 bahkan saat esai ini baru menyentuh tiga baris. J

Awalnya adalah mengenai kesukaan terhadap bulan Oktober. Terutama tanggal 08 Oktober 2012. Kemarin, resminya beberapa menit yang lalu dari ‘kemarin’, jam  5 sore diumumkan Hadiah Nobel Kedokteran/Fisiologi 2012. Senang, karena sejak SMA ini pengumuman yang selalu saya tunggu di bulan Oktober, obviously annually!

Hadiah Nobel Kedokteran/Fisiologi 2012 dianugerahkan secara bersama kepada John B. Gurdon (Gurdon Institute of Cambridge) dan Shinya Yamanaka (Kyoto University) atas penemuan mereka terhadap sel-sel dewasa yang mampu diprogram untuk menjadi sel cangkokan. Kedua ilmuwan tersebut berhak meraih hadiah uang sneilai 1,2 juta Swedish Kronor (kurang lebih 13 Miliar Rupiah). Selamat untuk om berdua! Traktir, eh!

Gurdon, mencoba memberi validasi kepada dunia bahwa, Inggris memang patut merajai Hadiah Nobel Kedokteran. Untuk Yamanaka, ini bagai kabar yang menyegarkan bagi Jepang untuk warganya. Tahun lalu, Jepang melewati tahunnya dengan begitu menyesakkan dada.

Pada aras yang lebih tinggi, mereka adalah dua orang yang selalu berpikir progresif untuk kehidupan orang banyak. Penemuan mereka, mengutip KOMPAS, akan bermanfaat untuk mengatasi pasien yang menderita penyakit Parkinson. Para ilmuwan sebelumnya beranggapan sel-sel dewasa tidak mungkin dikembalikan atau dipulihkan menjadi lebih muda. Yamanaka dan Gurdon memperlihatkan hal sebaliknya.

Thomas Perlmann, anggota Komite Nobel dan seorang profesor di Molecular Development Biology di Karolinska Institute menyatakan kekagumannya, bahwa pengembangan tidak hanya lewat satu jalan.

Tentang kekerasan
Oke. Mari mulai lebih serius. Tanggal 8 juga merupakan satu hal yang saya alami, sebagai saksi, tentang sebuah tindak kekerasan. Semoga ini bukan esai yang tendensius karena saya ada di salah satu pihak. Amin. :) 

Ajang perlombaan yang menjunjung tinggi sportivitas tercoreng dengan nyata. Sangat nyata dan tak terhapus, bak mencoret dengan spidol marker. Parahnya lagi, aktor dan motifnya jelas: generasi penerus bangsa ini dan sebuah harga diri. Ya, katakanlah memang karena itu motifnya. Iya benar, generasi penerus bangsa ini. Generasi yang oleh Soekarno pernah di’kultuskan’ bahwa cukup dengan 10 orang akan mampu mengguncang dunia.

Sumber gambar

Mengguncang dunia dengan apa? Ludahan? Friksi satu sama lain? Pukulan? Provokasi? Astaga, bro! Itu terlampau biasa. Iman Usman punya tipsnya. Pertama, jangan takut, stay true! Kedua, stay strong.  

Kekerasan dalam arena perlombaan itu sungguh aneh bagi saya. Apalagi dalam olahraga yang sangat saya gemari. Itu jelas mencederai apa yang disebut Olimpiade. Coba gugling Tata Aturan Berlaku (Code of Conduct) tentang Olimpiade secara internasional. Let so-called, your previous superficial action was reflected ‘sportmanlike’ for nothing. Jangankan untuk beradu fisik hingga mencederai orang lain, bahkan mengalah dalam pertandingan itu tidak mencerminkan apa yang disebut ‘sportsman-like’. Semoga semua masih ingat kasus bulutangkis di Olimpiade London 2012 pada sektor ganda wanita. Semoga. Kalau nggak, Google is highly recommended (again) for sure.

Keluarga
Kita sama sama berpredikat mahasiswa. Menuntut ilmu di Kampus yang sama. Tapi, itu bukan sebuah validasi untuk berlaku arogan, gan. Salah besar kalau anda, para mahasiswa keren, mulai menyakiti keluarga kami. Niat kami di sini ikhlas dan istiqomah: menuntut ilmu. Kalau keluarga kami saja anda sakiti, kami tidak mendoakan, tapi ingat, anda punya keluarga juga.

Friksi antar individu bermula dari banyak alasan. Tapi, berdasarkan riset, faktornya yang primer adalah: harga diri. Tapi, dalam pertandingan, harga diri seperti apa yang kami ambil dari anda sehingga ada lisensi bagi anda untuk melakukan empat aksi aneh menurut saya di atas? Kami mem-bully, anda?

Irvan Amalee, pernah menulis tentang tindak kekerasan dan tawuran. Dia menyitat riset tentan ayam dan monyet. Ayam yang menjadi korban bully dari ayam-ayam yang lain melakukan hal yang sama terhadap ayam yang baru memasuki lingkungan mereka. Yang awalnya menjadi korban bully menjadi aktor bully. Hal yang sama terjadi di monyet.

Tapi bukan itu maksudnya. Jangan bentar lagi ada yang komen: “Oh elu nyamain kita ama binatang?” Bukan, ya bukan. Disclaimer, aja ya! Itu murni riset yang korelatif sama tindak kekerasan pada manusia. Bahwa, initinya harga diri itu yang selalu dipertahankan saat terjadi friksi. Kalau perlu, di banyak kasus, sampai membeuat nyawa berada di atmosfer. Nah, membuat nyawa melayang itu jelas bukan destinasi Olimpiade di abad ini, kan? Itu konsep lama Olimpiade yang mengadu manusia sampai mati dengan hewan buas.

Destinasi Olimpiade abad ini adalah sportivitas. Hal kecil yang perlu dipupuk dengan laik. Ya benar ‘pemupukan’ sportivitas harus laik. Laik dalam hal ‘dosisnya’. Sebanyak apa pertandingan yang harus dilalui dengan beragam lawan. Laik ‘waktunya’. Tahu kapan harus berjabat tangan. Laik dalam ‘konsentrasinya’. Sejauh apa pertandingan yang dilakukan membawa pertemanan, persaudaraan, atau bahkan kekeluargaan baru. Atau mungkin percintaan baru, eh!

Hadiah Nobel Kedokteran/Fisiologi 2012 dan kekerasan adalah dua hal yang saling terkait. Keduanya berada pada aras yang sama. Keduanya membawa semangat sportivitas dengan laik. Untuk yang pertama, kedua ilmuwan tersebut telah membuktikan komptitivitas mereka pada ranah sains. Eksesnya jelas: riset mereka, ya, sportivitas mereka dalam kompetisi pada ranah riset aplikatif dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan kedokteran. Yang terbalik justru terbalik dan terjadi di kekerasan fisik pada ranah olahraga. Pemenangnya jelas, dalam hal ini, kedua ilmuwan tersebut pemenangnya. Untuk yang kedua, mereka bahkan kalah sebelum masuk ke arena olahraga. Pilihannya jelas lugas. Menjadi yang paling keren dengan cara sportif di 'arena pertandingan' atau menjadi pihak yang mencoba melestarikan cara-cara Abad Pertengahan? The decision chiefly depends on yourself, dear bro! 

Dalam hidup memang dituntut untuk kompetitif. Namun ada banyak sekali cara elegen untuk menggapainya.

Sungguh, mungkin ini cara terlemah saya dalam bertindak. Melalui tulisan, mencoba berbagi sesuatu. Semoga anda, terbuka batinnya, neuronnya, dan amigdalanya! Sekedar info saja. Setelah perkara skandal mengalah itu di London, yang kita anggap remeh, ganda wanita Korea Selatan diskors oleh ‘PBSI’-nya Korsel selama dua tahun. Untuk pelatihnya: skorsing seumur hidup untuk tidak ikut serta dalam kegiatan bulutangkis.

Oke. Pendar mata kian redup, jadi mari diakhiri saya tulisan ini. Untuk agan dan masbro, sing sabar, nggih. Paringono sabar, Gusti. Untuk yang tersakiti dan  menyakiti, mari saling memaafkan. J

See? Every single action would be paid off. Tenang, institusi kita itu luar biasa keren dan pasti adil, bro! Semoga ini bukan dianggap sebagai genderang perang baru. Ini murni sharing saya. May peace prevail on earth. Salaman.  J