Jumat, 10 Agustus 2012

[Viva.co.id] Semangat Wajah Baru yang Makin Indonesia!



(sebuah review awam)

Membuat sebuah ulasan (review) merupakan sebuah upaya untuk menjawab sebuah tantangan. Menulis sebuah ulasan akan memaksa kita berpikir taktis. Sebuah ulasan yang sangat tendensius, sepihak, berat sebelah atau jernih memandang bahan ulasan yang akan kita hasilkan. Namun, satu hal yang pasti sebuah ulasan harus berdasarkan fakta demi menghadirkan unsur objektivitas namun tak mengurangi unsur opini pribadi atau sisi subjektivitas.

Oke, baiklah. Untuk ulasan kali ini sebenarnya bertema ‘ulasan awam’. Maklum, sang pengulas (reviewer) bukan lah seorang ahli bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Social Media (socmed), atau bahkan seorang geek dalam hal bahasa pemrograman. Ulasan awam yang akan dihasilkan dengan perasan keringat ketidaktahuan untuk sebuah situs/laman yang telah membuat sebuah gebrakan perbaikan. Sebuah terobosan baru. A breakthrough. Ulasan ini lebih ditujukan untuk kontennya saja. Karena seperti yang diketahui, sang reviewer adalah seorang pengulas amatiran.

Aspek pertama: Tampilan antar muka
Awalnya, kala melihat situs Viva dengan wajah barunya, sedikit kaget. Awalnya saya berharap desain atau tampilan awal situsnya akan eye-catching dengan warna mutlak atau tematik sebuah perusahaan, misalnya merah. Tapi tidak. Satu hal yang saya suka adalah warnanya yang lembut dan netral. Itu sedikit dari segi tampilan antar muka untuk pembuka ulasan tentang konten di situs Viva, yang makin Indonesia! Makin Indonesia karena pemilihan warna yang bersahaja.

Ulasan awal konten secara umum saya tujukan pada tampilan antar muka. Saya sangat apresiatif dengan pemberian ruang khusus untuk ‘Blog’, ‘Forum’, ‘Socio’ dan ruang tematik seperti ‘Ramadhan’. Mengapa? Karena ini termasuk keunggulan kompetitif dan komparatif dari situs Viva. Hal ini kembali lagi pada kearifan lokal yang ada di Indonesia yaitu, kesalingterkaitan antar individu. Dan pengejahwantaan hal tersbut terlihat dengan lugas pada pemberian ruang-ruang khusus tersebut.

Saya termasuk pemilik akun di beberapa forum atau blog pada beberapa situs atau portal berita. Satu hal yang tidak saya suka di sana adalah keberadaan ruang ruang khusus penarik minat pengunjung itu selalu terserak dan terjejal begitu saja di pojok bawah halaman situs. Saya anggap itu sebagai sebuah tindakan ‘penghinaan normatif’ karena saya pikir pengelola situs belum memahami pentingnya suara pembaca yang mengsisi ruang forum, blog, dan sebagainya.Keberadaan setidaknya, empat ruang penarik massa tersebut pada halaman utama sangat menarik dan laik, menurut saya.

Gambar 1 Tampilan antar muka

Saat melakukan ‘penjelajahan’ lebih lanjut saya makin kaget. Karena terdapat beberapa perubahan berarti yang telah dilakukan. Namun, ada satu hal menarik yang saya suka dari segi kontennya, yaitu makin bernas. Berisi. Sebagai generasi abad ini yang sangat mengapresiasi dengan perkembangan dunia maya, mata saya langsung tertuju pada satu konten menarik, yaitu ‘Socio’. Menarik.

Di sini, terlihat bahwa Viva memahami kebutuhan jejaring sosial para generasi muda abad ini. Kebutuhan utama untuk saling terkoneksi satu sama lain. Tampilannya tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis jejaring sosial yang sering kita pakai seperti situs microblogging Twitter, Facebook atau Google+. Untuk perkara tampilan, warna, atau bahkan tingkat kontrasnya saya tidak terlalu mendalam. Saya juga bukan seorang fanatik pada satu warna tematik tertentu. Asalkan sedap dipandang, beres. Dan hal itu sudah terwakili dari tampilan Socio.

Gambar 2 Tampilan antar muka Socio
Tapi disini yang sedikit kecewa pada sistem cara penggunaannya. Masih terlalu mirip dan tipikal jejaring sosial yang sudah ada sebelumnya. Mungkin maksudnya supaya pengguna tidak bingung. Tapi, menurut pendapat awam saya, kalau memang ‘Socio’ ke depannya dimaksudkan untuk fitur konten unggulan, harus berani membuat gebrakan. Bukankah rasa asing penggunaan ‘Socio’ nantinya hanya merupakan masalah waktu. Selain itu terdapat kendala yang saya temui, mungkin berkaitan dengan maintenance, karena saya kesulitan untuk melakukan kegiatan unggah foto dan edit profil.

Selain itu, ada juga poin lain yang saya suka dari konten ‘Socio’ ini, terutama pada ruang untuk kegiatan komersial seperti pada ‘commerce’. Di sini, anggota Viva yang menggunakan ‘Socio’ akan terpuaskan dahaganya akan kebutuhan barang-barang dan kegiatan dagang di dunia maya lainnya. Karena seperti yang sudah kita ketahui bersama, saat ini jejaring sosial sedang menunjukkan tajinya dalam segala hal. Bukan hanya perkara ke-salingterkaitan, an sich.

Aspek kedua dan terakhir: Konsumerisme
Di sini saya suka dengan cara pembuatan ruang khusus iklan di situs ini. Sama seperti sebelumnya, saya anggap ini suatu gebrakan. Sekali lagi bukan dari segi desain untuk iklan. Saya suka dengan tema-tema pada ruang iklan itu. Dua hal yang saya catat adalah pertama, ruang iklan khusus sepeti ‘Kosmo’, ‘Showbiz’, ‘Image Only’ dan ‘Internasional’. Kedua adalah segmentasi dan penempatan konten ini. Saya pernah baca sebuah riset tentang pengguna internet oleh seorang pakar neurosains dan psikologi mengenai pola pembacaan mata seorang penjelajah internet.

Riset tersebut menyatakan bahwa, pola pembacaan para pengguna internet membentuk pola huruf F. Elaborasinya adalah bahwa, pengguna internet umumnya membaca sebuah laman situs dengan dua garis horizontal sebagai awalnya. Hal tersebut berlangsung sekilas. Selanjutnya para pengguna internet menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan pemindaian ke bawah (scroll-down web page) secara berkelanjutan. Waktu yang diperlukan untuk menempuh satu garis vertikal pada pola huruf F itu jauh lebih lama jika dibandingkan dengan dua garis horizontal awal.

Praksisnya, penempatan ruang khusus iklan pada laman Viva ini tepat, berdasarkan riset tadi. Mengapa? Karena pengguna internet, khususnya pengunjung sebuah situs akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menempuh ‘pola vertikal huruf F’ tadi. Hal ini berarti kans untuk iklan jadi semakin terbuka, dan merupakan kabar gembira bagi para pengiklan serta pengelola situs.


Gambar 3 Tampilan ruang iklan

Selain itu, situs ini sepertinya membuka ruang  yang lebar pada gaya hidup konsumtif. Hal ini sah sah saja dan wajar menurut saya. Laman Viva yang baru hadir dengan menjawab tantangan tentang bergeliatnya perekonomian Indonesia. Hal ini jelas saja merupakan sebuah peluang bisnis. Semua pasti sudah paham bahwa angka kelas menengah Indonesia sedang tumbuh dengan masif dan merupakan penyumbang utama kegiatan perekonomian pada tingkatan bonus demografi Indonesia. Angka kelas menengah tersebut memiliki tendensi untuk merubah gaya hidup, termasuk berperilaku konsumtif.

Gambar 4 Akun Twitter @Viva_log 
Kesimpulan ulasan awam

Sebagai generasi abad ini yang tak ingin tertinggal dalam perkembangan dunia, saya sangat apresiatif dengan gebrakan yang dilakukan Viva. Di jejaring sosial seperti Twitterpun saya menjadi pengikut akun-akun portal berita dari Viva antara lain @Viva_log dan @Vivanews.

Untuk pemberian bintang dari 1 sampai 5, saya berikan 3,5 bintang. Saya pikir perbaikan dan gebrakan yang telah dilakukan sudah baik, laik, dan bernas. Hanya saja, saya masih belum mahfum dengan gebrakan pada ruang jejaring sosial seperti ‘Socio’.


Gambar 5 Tampilan akun Vivalog dan Vivanews di Tweetdeck

Gambar 6 Akun Twitter @Vivanews

Inovasi maupun gebrakan baru yang dilakukan oleh Viva, menurut pendapat awam saya, harus menyeluruh dan tidak setengah setengah. Terutama untuk jejaring sosial yang setipe dengan Twitter. Mengapa? Karena Twitter terbukti ampuh dalam hal kegiatan yang berkaitan dnegan micro-blogging yang dinamis. Namun tidak ada yang salah dengan sebuah-atau-banyak- inovasi. Karena seperti apa yang dikatakan oleh Steve Jobs, bahwa Inovasilah yang membedakan antara pemimpin dan pengikut.

Semoga ini merupakan ulasan awam yang informatif dan mencoba objektif tanpa melupakan aspek subjektivitas. Karena dipikir perlu, maka tak ada salahnya untuk disebarkan. An idea worth spreading, kan?

Gambar 7 Posting tulisan di akun twitter @ferryg1