Selasa, 23 Februari 2010

EXPO 2010

Kala China Menuju Ibukota Global

Bosan juga akhirnya menyaksikan masalah yang sama tiap hari di teve. Perdebatan disini dan disana. Mulai dari masalah upaya penegakan hukum dengan benar hingga polemik penyebutan nama. Hak angket itu rasanya bergulir terlalu jauh.

Akhirnya melakukan semacam pelarian kecil di dunia maya. Mencoba menemukan sesuatu dari berita global lainnya. Dengan harapan menyaksikan, membaca serta mendengarkan kepositifan. Kepositifan yang membawa energi hebat. Energi perbaikan. Rejuvenation. Berita apapun asalkan positif. Riset improvisasi, berita kawat dunia, hingga lagu baru-yang akhirnya jatuh pada Kunang – Kunang.

Banyak link yang di-klik. Banyak juga printout yang didapatkan. Siap untuk dibaca sampai suntuk. Merasa autis sendiri dengan handout sebanyak itu. Kepositifan yang luar biasa datang (lagi!)dari China. China  menghentak lagi dengan progresnya. Banyak kemajuan di beberapa bidang. Yang paling tegas terlihat yaitu infrastrukturnya tang kian berdiri gagah.

Tahun ini, China sejak Mei hingga Oktober depan adalah host untuk Expo 2010. Dengan tagline-nya Better City Better Life(yang merepresentasikan harapan umum tiap manusia untuk kehidupan yang lebih baik pada masa depan lingkungan urban.), Expo 2010 akan diadakan di Shanghai. Investasi besar -melebihi jumlah yang digelontorkan pada Olimpiade Beijing 2008-senilai 45 miliar dolar amerika siap menyambut proyeksi 70 juta wisatawan. Bermaskotkan haibao yang dinilai mampu mewakili kebudayaan China. Banyak paviliun- paviliun dari beberapa negara dengan desain fantastis dan sangat laik. Mulai paviliun Kazakhstan, hingga Spanyol.

Hari ini Shanghai mencoba meraih kesuksesan masa lampaunya. Dahulu kala Shanghai dikenal sebagai surga opium dan tempat prostitusi besar. Pemerintah China tak ingin pertumbuhan China yang cepat dan progresif hanya sebagai sekedar menjadi headline harian mancanegara. Tapi harus ada aksi nyata. Sebuah pembuktian lumrah dari tingkat terendah hingga mencapai banyak kemakmuran kini.

Sejak awal berdiri China memang sudah tahu akan dibawa kemana masa depan negara itu. Sama halnya dengan Indonesia, China sering berganti-ganti pemerintahan. Pertumpahan darah adalah hal yang sangat biasa. Tapi China tidak lekas terpuruk. China  tidak lantas debat disana sini tanpa hasil implementasi jelas. Kala itu, mengutip Kompas ; Presiden Jiang Zemin pada 2000 mengumpulkan semua pemimpin China untuk membahas bagaimana mengurangi beban pelajaran siswa melalui adopsi sistem pendidikan yang patut secara umur dan menyenangkan, serta pengembangan semua aspek dimensi manusia, kognitif, karakter, aestitika, dan fisik.

Pada 2005, Pusat Penelitian Modernisasi China menerbitkan peta jalan Modernisasi China untuk abad ke-21. Isinya: tahun 2025 produk domestik bruto (GDP) China menyamai Jepang. Tahun 2050 China jadi negara maju secara moderat. Tahun 2080 China menjadi negara maju, sama dengan AS. Tahun 2100 China menjadi negara paling maju di dunia, melampaui AS. Atas dasar peta jalan itu, China  bergerak menuju masyarakat yang lebih baik secara bersama (xiaokang).

Pendidikan dinomor satukan. Sumberdaya manusianya menjadi andalan. Setiap warga China yang tengah belajar di luar negerinya memiliki beban untuk segera kembali ke rumah untuk menerapkan apa yang didapatnya. Setiap warga China sangat bersungguh – sungguh karena memang mereka pernah dan masih menjadi (di)minoritas(kan). Dianggap aneh. Berwajah aneh, sipit, dll. Dengan aksi sangat nyata China menyumpal semua mulut besar itu.

Riset terakhir menunjukkan bahwa perguruan tinggi China menjadi yang dituju kebanyakan orang. China menjadi satu diantara sepuluh negara tujuan pendidikan. Berikut hasil risetnya(dikutip dari sini dengan revisi penulisan).

1. Amerika serikat

Amerika merupakan magnet yg sangat besar bagi tidak hanya mahasiswa indonesia, namun juga mahasiswa di seluruh dunia.

2. Australia

Lebih dari 15.000 orang indonesia menuju Australia tiap tahunnya untuk belajar.

3. Singapura

18.000 orang mahasiswa Singapura berasal dari Indonesia. Alasan memilih Singapura sebagai tujuan pendidikan adalah tawaran beasiswa, setelah selesai belajar hampir pasti bisa bekerja.

4. Malaysia

Alasan memilih malaysia sebagai tujuan pendidikan adalah dekat jaraknya dari Indonesia, serta biaya ringan.

5. Jerman

Alasan memilih Jerman sebagai tujuan pendidikan: Biaya pendidikan murah, 78 juta untuk tingkat Strata 1. Terkenal dengan program tekniknya(Pemenang Solar Decathlon salah satunya dari Universitas Teknik di Jerman).2.500 orang mahasiswa berasal dari Indonesia.

6.Jepang

1.500 orang mahasiswa berasal dari Indonesia.

7. Inggris

Sebagian besar mahasiswa Indonesia  belajar di Inggris untuk mengambil program pasca sarjana, dengan fokus pada jurusan bisnis, seni, psikologi.

8. Belanda

Mahasiswa Indonesia adalah mahasiswa asing tebesar kelima di Belanda. Jumlah  pelajar Indonesia di belanda diperkirakan sekitar 1.450 orang

9. Mesir

Universitas Al Azhar adalah pusat studi islam para mahasiswa indonesia. Hampir 5000 orang indonesia menuntut ilmu di sana.

10. China

Bahasa menjadi jurusan pilihan orang indonesia, kemudian medis.

Dan, salah satu peraih Hadiah Nobel Fisika tahun 2009, Charles K Kao adalah warga China.

 

Rabu, 03 Februari 2010

Dunia Yang Lebih Baik


(foto dari National Geographic)

Para ilmuwan sedang mengusahakan untuk membuat Mars sebagai Bumi Baru. Banyak biaya dan teknologi yang digunakan. Ilmuwan akan membuat pemanasan global di Mars. Hal itu dilakukan menyangkut kenyataan bahwa kendaraan penjelajahnya telah menemukan bahwa awalnya Mars itu hangat. Dengan menghangatkan Mars akan dilepaskan CO2 beku yang akan menyesuaikan kehangatan dan memacu tekanan atmosfirnya pada tingkatan dimana  cairan dapat mengalir. Gas rumah kacayang hendak digunakan adalah Perfluoro Karvon yang dapat disintesis dari Lumpur Mars lalu dialirkan ke atmosfir.

“Dunia yang lebih baik.”

“Mana?Masa’ iya ada?”

“Mimpi kamu!”

Manusia cenderung skeptis menilai dunianya sendiri. Banyak isu dan fenomena yang berkembang. Awalnya hanya sebatas teori. Berkembang menjadi hokum. Ketetapan tanpa cela. Ketetapan mutlak tanpa friksi.

Menyadari bahwa dunia yang lebih baik ada di sini sangatlah penting. Optimisme terlanjur kabur tertutup bayangan skeptisme yang lebih gelap. Semua orang berbondong – bondong dengan segala daya upaya mencari dan juga berusaha mencari bumi yang lain. Bumi lain sebagai solusi alternative pengganti bumi yang kini kita pijak. Bumi yang katanya sudah tak layak huni.

Lintas galaksi ditempuh ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk mencari Bumi Baru. Dari yang paling ekstrim jaraknya hingga yang terdekat dan menjadi tetangga kita- Planet Mars. Planet Dewa Perang dengan satelit berupa Ketakutan dan Teror.

Semua itu tak lepas dari pendapat yang berkembang mengenai kondisi lingkungan kita. Tergantung sumber yang telah anda dapatkan. Tergantung buku yang telah anda baca. Dan tergantung dokumenter yang telah disaksikan.

Orang awan bias jadi pro setelah membaca buku karya Albert Gore mengenai lingkungan, Our Choice: a plan to solve the climate crisis, dan juga setelah menyaksikan dokumenternya tentang perubahan iklim An Inconvenient Truth. Akan semakin pro jika ditambahkan ramuan terbaru Friedman Hot Flat and Crowded. Banyak juga yang akan skeptis pula tentang tanggung jawab terhadap lingkungan saat membaca analisa – analisa dari para ilmuwan dan korporasi berbasis industri. Para awam akan berpikir ulang sekali lagi mengenai alam sekitar dan kondisi kekacauannya saat bertemu bahan bacaan Superfreakonomics:Global Cooling, Patriotic Prostitutes and Why Suicide Bomber Should Buy Life Insurance juga State of Fear milik Chricton.

Untuk saat ini bumilah harapan kita. Dan disinilah dunia yang lebih baik itu. Pun jika planet yang paling mirip dengan bumi telah ditemukan, dan teknologi paling mutakhir dapat diterapkan, tetap tak akan ada bumi kedua. Tak perlu harus mondar – mandir lintas galaksi. Kita hanya butuh tekad untuk menjaga dan memperbaiki bumi kita yang memang sudah akut kondisinya.

Walaupun kondisi di Mars sudah memungkinkan. Butuh berapa milenia untuk menjadikannya selayak Bumi?. Menghabiskan bermilenia – milenia untuk mencari hunian baru bukanlah langkah terbaik. Tapi juga bukan berarti tidak mungkin.

Yang paling baik dan paling mungkin adalah menjaga kondisi hunian kita kini. Menumbuhkan lagi tanggung jawab sosial. Anggap kita telah berhutang kepada bumi dan kini saatnya membayar. ‘Debt Collector’ nya adalah bencana. Kalaupun keadaan tak memungkinkan maka kita harus menciptakan keadaan yang mungkin. Meninjau ulang pemikiran kita mengenai pemanfaatan kearifan lokal. Lebih bijak dan kembali kepada kehidupan normal yang peduli kepada sekitar. Memanfaatkan yang ada. Kita semua yakin bahwa dunia tempat kita hidup ini masih kaya dan beragam sumber daya yang menanti untuk dieksplorasi dengan bijak.

“Disaat tanah tak lagi subur, kau harus memeperbaikinya. Bajak dan berilah pupuk agar tanah itu subur kembali.”

Problema Negara Berkembang (2)

Tera-Transformasi

Kisah mengenai problema yang ditransformasikan menjadi kekuatan banyak terjadi di Negara berkembang. Kuba , Bangladesh, dan India  memiliki contohnya masing – masing.

India si Mutiara Hitam

[sepertinya]Kesengsaraan adalah motivasi utama India. Di kala negeri ini dihebohkan dengan mobil dinas yang sangat mahal, India mendobrak ‘kebiasaan’ aneh itu dengan muncul sebagai Negara yang memakai mobil karya negerinya sendiri. Mobil dinas yang nyatanya boros energi itu seolah sangat miris dengan kenyataan bahwa Indonesia akan mengurangi emisi karbonnya hingga 26 persen. Di sektor pemanfaatan kearifan local India juga melaju cepat. India  kala itu pada tahun 2005 mencanangkan suatu program bernama National Rural Employment Guarantee Act (NREGA). Program tersebut memberdayakan perekonomian pedesaan. NREGA menjamin banyak rumah tangga di pedesaan. Rumah tangga di pedesaan dikelompokkan dalam tiap – tiap tim yang terdiri dari 4 rumah tangga. Dengan tugas sederhana : wajib menanam 200 pohon, di dalamnya termasuk pohon buah – buahan. Rumah tangga itu akan mendapatkan gaji jika pada akhir tahun terdapat setengah dari jumlah pohon awal yang mampu nertahna hidup. Sebuah langkah inovatif yang berkesinambungan.

Kuba yang Tegar

Kuba hadir dan berdiir tegak di antara dominasi Eropa dan Amerika. Dan yang terpenting adalah mampu berdiir dari dominasi Amerika Serikat. Sejak dahulu  Kuba adalah seteru utama AS. Kini bersama Bolivia, Venezuela dan beberapa Negara Amerika Latin Kuba mencoba menggeser dominasi AS yang mereka nilai kelewatan. Embargo ekonomi atas Kuba hanya sedikit berpengaruh di awal. Dengan berbagai cara AS belum sanggup menggulingkan pemimpin Kuba yang dinilai sebagai penggagas perseteruan. Tapi Kuba masih tetap berdiri tegak. Meskipun ‘hanya beberapa meter’ jaraknya tapi pemimpin Kuba masih menunjukkan taringnya. Sangat kontras dengan Saddam Husein yang berhasil ditundukkan.

Kuba bangkit karena sadar akan potensi sumber daya manusianya. Jangan ditanyakan maslah edukasi. Di Kuba edukasi menjadi motor penggerak kemajuan bangas. Layanan edukasi hingga jenjang perguruan tinggi digratiskan. Layanan pendidikan dan kuliah professor dapat dinikmati di teve – teve di Kuba. Dibandingkan Negara berkembang lain Kuba memiliki jumlah paramedic , dan akademisi lebih banyak. Malaria yang masih menjadi masalah yang belum usai di beberapa negara berkembang bukanlah momok yang menakutkan lagi bagi Kuba. Bahkan angka harapan hidup masyarakatnya setara bahkan jauh di atas AS.

Bangladesh yang inovatif

Bangladesh mencuat saat pada tahun 2006 putra bangsanya meraih penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian. Muhammad Yunus dengan semua inovasinya dinilai mampu membuat Bangladesh lebih moderat. Muhammad Yunus dan bisnis sosialnya mengubah hidup warga Bangladesh- negara miskin yang beranjak maju. Yunus mendirikan suatu bank yang dalam bahasa sekitar disebut Bank Grameen atau Bank Desa. Bank Grameen memberikan kredit mikro kepada kelompok kecil yang terdiri dari 5 orang. Besaran kreditnya antara 30 – 40 dolar. Bisnis social Yunus berhasil. Bukanlah dividen yang dipikirkannya melainkan upaya pengentasan kemiskinan. Anggotanya secara sadar untuk memperbaiki keadaan melalui perubahan – perubahan bijak.

Anggota Bank Desa harus paham semua aturan yang ada dan telah terangkum did lam Enam Belas Keputusan. Langkah briliannya dalam mengentaskan kemiskinan sangat taktis jika dikorelasikan dengan kondisi negaranya. Kini perlahan namun pasti Bangladesh bergerak maju mengiringi kemajuan India. Gagasan Yunus mampu mengubah masyarakat yang mendapatkan kredit mikro. Yunus dengan banyak program pengentasan kemiskinan telah mengurangi angka buta huruf, menaikkan pendapatan per kapita, memperbaiki kualitas kesehatan dan indicator – indicator lain. Yunus menilai Bangladesh  telah mampu memenuhi 8 indikator yang terdapat di dalam Tujuan Pembangunan Milenium.

Dengan gagasannya Muhammad Yunus mengajak warga dunia untuk meletakkan kemiskinan  di dalam museum!

Bodoh itu modal untuk pandai, miskin itu modal untuk kaya, kesengsaraab itu modal untuk kesejahteraan.