Sabtu, 30 Mei 2009

KARANG TOLERAN PANAS TELAH DITEMUKAN:MUNGKIN BERTAHAN PADA PEMANASAN GLOBAL

syukurlah.. 

ScienceDaily( 22 Mei 2009)--Para ahli mengatakan lebih dari setengah karang dunia akan hilang dalam 50 tahun kedepan, dalam skala besar karena temperatur lautan yang lebih tinggi karena perubahan iklim. Tapi kini para ilmuwan Stanford University telah menemukan kejelasan bahwa karang sedang beradaptasi dan mungkin secara aktual bertahan terhadap pemanasan global.

Karang adalah yang paling terancam oleh perubahan iklim, tapi penelitian ini benar-benar mengejutkan karena karang lebih kuat daripada yang kita kira”kata Stephen Palumbi, profesor biologi dan senior fellow di Stanford's Wood Institute for the Enviroonment.

Palumbi dan rekan-rekan Stanford-nya mengawali dengan memelajari daya dukung (resilency) karang pada tahun 2006 dengan dukungan bantuan Woods Institute Environmental Venture Project . Proyek telah diperluas dan sekarang didanai Conservation International dan program Bio-X di Stanford.

Hal yang paling mengejutkan adalah menemukan karang yang hidup dan sehat pada laut yang panas dalam 100 tahun dari sekarang”kata Palumbi, director Stanford's Hopkins Marine Station. “Bagaimana mereka melakukannya?

Karang dalam Bahaya
Karang , bentuk kesuburan dan kesehatan seluruh ekosisitem tropik, karang menyediakan rumah dan makan untuk ribuan spesies, termasuk kawanan ikan yang memberi makan jutaan orang lintas dunia.

Karang mengandalkan hubungan dengan alga sl tunggal, kecil yang disebut zooxanthellae. Karang menyediakan alga rumah, sebaliknya alga menyediakan makanan,bentuk dari hubungan simbiosis. Tapi ketika temperatur meningkat, alga stres, kemudian alga berhenti memproduksi makanan dan mati, hal itu dihubungkan dengan “pemutihan karang”(coral bleaching).

Selama tahun-tahun yang menghangat, pemutihan terhitung sebagai kematian dari beberapa karang. Di Karibia pada tahun 2005, gelombang pemanasan menyebabkan lebih dari 50 persen karang memutih, dan banyak yang tak ter-recovery, menurut Jaringan Monitoring Karang Global-Global Coral Reef Monitoring Network-, kolaborasi ofisial pemerintah, pembuat kebijakan dan para ilmuwan kelautan, termasuk Palumbi.

Pelabuhan bagi Karang-karang Sehat
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan bahwa beberapa karang bertahan terhaadap pemutihan oleh tipe-tipe hosting dari alga yang mampu menahan panas, disaat yang sama lainnya menukar alga yang stres akibat panas dengan alga yang lebih kuat,kerja keras menahan panas. Tim Palumbi mengatur investigasi ; seberapa luas persebaran karang toleran panas ini di dunia dan untuk belajar lebih mengenai prosesproses biologis yang memungkinkan karang-karang beradaptasi pada temperatur lebih panas. Palumbi dan seorang mahasiswa, Tom Oliver, sekarang peneliti postdoctoral di Stanford, bepergian ke Pulau Ofu di Amerika Samoa. Ofu, konservasi laut karang tropis, tetap sehat dalam air yang memanas secara bertahap. 

Pulau tersebut menawarkan seting laboratorium sempurna, kata Oliver dengan beberapa karang yang tinggal dan sangat peka panas dan simbiosi alga toleran panas. Pulau Ofu juga kolam dari variasi suhu yang memungkinkan timpeneliti untuk mengetes : dibawah kondisi apa simbion-simbion berasiosiasi dengan karang.

Dalam laguna-laguna yang lebih dingin, Oliver menemukan hanya segenggam karang yang menjadi rumah bagi alga tahan panas secara eksklusif. Tapi di laguna-laguna yang lebih panas, dia mengobservasi peningkatan langsung pada proporsi dari simbion-simbion tahan panas, menunjukkan bahwa beberapa karang telah mengganti alga peka panas tipe-tipe yang lebih kuat. Hasil ini, dikombinasi dengan data regional dri situs-situs lain di Pasifik tropis, dipublikasikan di jurnal Marine Ecology Progress Series pada Maret 2009.

Pola Global
Untuk melihat apakah pola ini bertahan pada skala global, penelitian dialihkan ke Kevin Arrigo, associate profesor of environmental Earth system science di Stanford, dan ahli satelit pengamat mikroalga laut. Arrigo mengumpulkan data oseanografi secara luas dalam variasi variabel-variabel lingkungan, termasuk keasaman laut, frekuensi kejadian-kejadian iklim dan temperatur permukaan laut.

Oliver kemudian mengompilasi lusinan studi karang dari lintas tropis dan membandingknanya dengan data lingkungan milik Arrigo.

Hasilnya memunculkan pola yang sama: Di wilayah dimana suhu laut maksimum tahunan di atas 84-88 derajat F(29-31 derajat Celcius), karang menghindari pemutihan dengan berinang pada simbion-simbion tahan panas pada proporsi lebih tinggi.

Kebanyakan karang memutih ketika temperatur meningkat 1,8 derajat Fahrenhit( 1 derajat Celcius) diatas kenaikan normal jangka panjang hingga lebih dari 2,6 derajat Fahrenhit (1,5 derajat Celcius)diluar batas pemutihan. Itu cukup untuk membantu melalui akhir dari zaman, kata Oliver, berdasarkan kehebatan Pemanasan Global.

Sebuah lapuran tahun 2007, oleh Panel Internasional PBB untuk Perubahan Iklim-United Nations International Panel on Climate Change-menyimpulkan bahwa temperatur rata-rata permukaan Bumi naik 2,6-8,1 derajat Fahrenhit( 2-4,5 derajat Celcius) pada tahun 2100. Dalam skenario ini, pengubahan simbion-simbion sendiri tidak akan cukup membantu karang bertahan melalui akhir zaman. Tapi, dengan bantuan mekanisme adaptasi lain termasuk seleksi alam untuk karang toleran panas, masih ada harapan kata Oliver.

Penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa, berikan cukup waktu, banyak karang dapat cocok dengan alam dengan berinang pada simbion tahan panas.” dia menjelaskan.” Selain penuh harapan, penelitian juga menyarankan bahwa lingkungan modern sedang berubah begitu cepat yang karang mungkin tidak dapat bertahan. Kalkulasi dari rasio perubahan lingkungan melawan rasio adaptasi.”kata Oliver

Karang toleran panas juga menjadi lebih toleran pada kenaikan keasaman laut, yang mana terjadi ketika laut menyerap kelebihan karbondioksida dari atmosfer-potensi ancaman lain terhadap karang. Penemuan ini menunjukkan bahwa karang diseluruh dunia sedang beradaptasi terhadap kenaikan keasaman, juga panas, Oliver berkata, lintas tropis, karang dengan kemampuan mengubah simbion yang akan bertahan.

Proteksi Masa Depan
Masalah pemutihan karang menghancurkan alga pada tingkat seluler, Oliver menjelaskan. Tapi biologi molekuler dari karang dan zooxanthellae-nya yang stres mengejutkan studi, dia menambahkan.

Untuk menguji karang dan simbionnya pada tingkat molekuler, para peneliti sedang berkolaborasi dengan John Pringle, profesor genetik di Stanford. Pringle dan labnya memiliki seting tanki dimana anemon-anemon, karang dan alganya di uji pada variasi-variasi pengujian, termasuk mengubah temperatur, keasaman dan cahaya. Penelitian itu masih berjalan.

"Apa yang saya harapkan adalah kita akan belajar lebih dalam dan hal yang menarik tentang mekanisme genetis seluler yang memungkinkan simbiosis berfungsi, dan tentang mekanisme yang berperan keyika simbiosis berada dalam keadaan stres.”kata Pringle "Harapan jangka panjang adalah memiliki pemahaman yang akan berkontribusi terhadap usaha konservasi karang.”

Tujuan utama adalah menemukan protein biomarkers yang mengindikasi tanda-tanda dari tekanan – tekanan panas dan potensi tahan panas, Oliver menjelaskan. Kemudian coral reef managers dapat pergi ke karang, mengambil sampel kevil dan menguji keberadaan dari biomarkers untuk melihat seberapa daya dukung karang terhadap temperatur yang lebih tinggi.
"Dengan alat ini, managers mengidentifikasi keberadaan populasi-populasi yang bisa jadi lebih tahan terhadap perubahan iklim dan memprioritaskan proteksinya terhadap apapun yang membunuh karang, seperti fishing dan [agricultural] runoff," kata Oliver.

"Meskipun kami sedang melakukan sesuatu terhadap planet yang belum pernah kita kerjakan sebelumnya, ini sulit untuk membayangkan bahwa karang, yang telah ada sejak seperempat juta tahun lalu, hanya tersisa 50 tahun." kata Palumbi."Dan bagian dari tugas kita adalah menemukan dimana karang yang lebih kuat hidup dan menjaga tempat-tempat tersebut
let's act!

Rabu, 27 Mei 2009

BPA BAHAN KIMIA untuk MEMBUAT PLASTIK DITEMUKAN MELARUT dari BOTOL MINUMAN POLIKARBONAT ke dalam MANUSIA

ScienceDaily( 22 Mei 2009)--Studi baru dari para peneliti Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard( HSPH) telah menemukan bahwa para partisipan yang telah minum melalui botol polikarbonat-dikenal sebagai botol bayi dan botol plastik keras-menunjukkan bahwa terjadi peningkatan 2-3 kali bahan kimia Bisphenol A(BPA) dalam urin mereka. Paparan BPA digunakan dalam manufaktur polikarbonat dan plastik lainnya, telah menunjukkan memengaruhi perkembangan reproduktif pada hewan dan telah dihubungkan dengan penyakit jantung dan diabetes pada manusia. Studi pertama kali menunjukkan bahwa minum dari botol polikarbonat telah menaikkan tingkat BPA urin, dan itu mengingatkan bahwa peralatan minum yang terbuat dari bahan tersebut melepas BPA bahan kimia kedalam cairan yang dimunum manusia dalam jumlah yang cukup akan menaikkan tingkat BPA yang diekskresi dalam urin manusia.

Dalam penambahan botol polikarbonat, yang mana dapat diisi ulang menjadi perlengkapan populer untuk siswa, orang yang berkemah, dan juga digunakan pada botol bayi, BPA juga ditemukan pada perlengkapan kedokteran gigi dan dalam lapisan kaleng minuman dan makanan aluminium(Pada botol, polikarbonat dapat diidentifikasi dengan nomor daur ulang 7). Beberapa studi telah menunjukkan bahwa gangguan endokrin dlam hewan termasuk kematangan seksual dini, pengubahan perkembangan dan organisasi jaringan kelenjar susu dan penurunan produksi sperma pada keturunan. Itu bisa jadi sangat buruk pada tahapan perkembangan awal.

“Kami telah menemukan bahwa cairan dingin dari botol polikarbonat selama seminggu meningkatkan tingkat BPA 2 sampai 3 kali. Jika anda memanaskan botol-botol itu seperti pada kasus botol bayi, kami berekspektasi tingkatnya menjadi lebih tinggi. Ini dikhawatirkan berpengaruh sejak masa janin dalam hal potensi gangguan endokrin karena BPA
”kata Karin B. Michels, asosiasi profesor epidemologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard(HSPH) dan Sekolah Kedokteran Harvard yang juga penggagas studi.

Para peneliti, dipimpin oleh penggagas utama, Jeny Carwile, mahasiswa program doktor di Departemen Epidemologi pada HSPH, dan Michels, siswa yang direkrut dari Harvard College untuk studi pada April 2008. 77 partisipan mengawali studi dengan 7 hari fasa “pencucian” yang mana mereka telah minum semua minuman dingin dari botol stainless steel untuk meminimalisasi paparan BPA. Para partisipan menyediakan sampel urin selama periode “pencucian”. Mereka diberi 2 botol polikarbonat dan diminta untuk minum semua minuman dingin dari botol tersebut selama satu minggu kedepan, sampel urin juga diambil selama periode tersebut.

Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi BPA pada urin para partisipan naik 69 persen setelah minum dari botol polikarbonat. (Pemimpin studi mencatat vahwa konsentrasi BPA pada populasi kampus mirip dengan populasi umum Amerika Serikat). Studi sebelumnya telah menemukan bahwa BPA mampu larut dari botol polikarbonat dalam bentuknya:studi ini pertama kali menunjukkan korespondensi peningkatan konsentrasi BPA pada urin manusia.

Satu dari kekuatan studi, catatan penulis, adalah bahwa para siswa telah minum dari botol-botol pada penggunaan normal. Ditambahkan, para siswa tidak mencuci botol-botolnya pada alat pencuci tapi memasukkan cairan panas kedalamnya:pemanasan telah menunjukkan menaikkan pelarutan BPA dari polikarbonat, jadi level BPA mungkin lebih tinggi dimiliki para siswa yang minum panas dari botol-botol tersebut.

Kanada telah melarang penggunaan BPA dalam botol bayi polikarbonat pada 2008 dan beberapa manufaktur botol polikarbonay telah secara sukarela mengurangi BPA dari produk mereka. Dengan peningkatan yang nyata dari potensi kerugian BPA pada manusia, peneliti percaya penelitian lebih jauh dibutuhkan untuk efek BPA pada janin dan pada gangguan reproduktif dan pada kanker payudara pada orang dewasa.

“Studi ini datang pada saat yang penting karena banyak negara sedang memutuskan apakah melarang penggunaan BPA dalam botol bayi dan pada cangkir. Selama studi sebelumnya telah didemonstrasikan bahwa BPA dihubungkan terhadap efek kesehatan yang bertentangan, syudi ini melengkapi sesuatu yang hilang dari teka-teki-apakah botol plastik polikarbonat sebagai kontributor utama jumlag BPA dalam tubuh.” kata Carwile.

Studi didukung oleh Universitas Harvard Pusat Lingkungan dan Pusat Analisis Studi Ilmu Pengetahuan Biologi Institut Nasional Kesehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan Lingkungan, Sekolah Kesehatan Masyrakat Harvard. Carwile juga didukung oleh Program Pelatihan di Epidemologi Lingkungan.


MILYARAN PARTIKEL ANTI-MATERI TERCIPTA DI LABORATORIUM

fisika,fisika...
ScienceDaily(18 November 2008)-Meletakkan sampel emas, mengaturnya dibagian utama dari pin yang ditekan, menembakkan laser melaluinya dan tiba – tiba lebih dari 100 milyar partikel anti-materi muncul.antimateri dikenal sebagai positron ( beta positif) muncul dari target dalam plasma “jet”berbentuk kerucut.

Kemmapuan baru untuk menciptakan positron dalam jumlah besar ini di laboratorium kecil membuka jalan yang lebar untuk penelitian antimateri, termasuk pemahaman dari fenomena astrofisika yang bervariasi dalam fisika seperti Lubang Hitam dan Ledakan Sinar Gamma.

Penelitian anti-materi juga dapat mengungkap; mengapa lebih banyak materi daripada anti-materi yang bertahan saat Ledakan Besar dalam permulaan alam semesta. “Kami telah mendeteksi anti-materi jauh melebihi siapapun yang telah melakukannya dalam eksperimen laser” kata Hui Chen, peneliti Livermore yang memimpin eksperimen.”Kami telah mendemonstrasikan penciptaan dari positron dalam jumlah signifikan menggunakn laser pulsa pendek

Chen dan rekan-rekannya menggunakan laser pendek, ultra padat untuk mengiradiasi target emas yang tebalnya semilimeter. “Sebelumnya, kami terkonsentrasi dalam membuat positron menggunakan target kertas tipis”kata Scott Wilks, yang mendesain dan membuat model eksperimen menggunakan kode-kode komputer. “Tapi simulasi terakhir menunjukkan bahwa emas yang tebalnya semilimeter akan memproduksi lebih banyak positron. Kami sangat terkesan melihat begitu banyaknya mereka

Dalam eksperimen, ionisasi laser dan mempercepat elektron yang dilewatkan tepat melalui target emas. Dalam cara mereka, elektron berinteraksi dengan nuklei emas, yang berperan sebagai katalis untuk mencipta positron-positron. Elektron memberikan energi murni, yang meluruh kedalam materi dan anti-materi, mengikuti prediksi terkenal milik Einstein yang menghubungkan materi dan energi. Dengan memusatkan energi dalam ruang dan waktu, laser memproduksi positron lebih cepat dan dalam keadaaan yang lebih padat dari sebelumnya di laboratorium.

Dengan menciptakan anti-materi yang banyak ini, kami dapat memelajari lebih detil apakah anti-materi benar-benar hanya seperti materi, dan mungkin lebih banyak materi daripada anti-materi” kata Peter Beiersdorfer, pemimpin fisikawan Livermore yang bekerja dengan Chen.

Partikel anti-materi langsung musnah saat kontak dengan materi, dan diubah menjadi senergi murni (sinar gamma). Ada spekulasi yang berkembang mengapa jagat raya yang dapat diobservasi secara luas ini hampir semuanya berupa materi, apakah tempat-tempat lain hampir semuanya anti-materi, dan menjadi kemungkinan jika anti-materi dapat dikontrol. Materi normal dan anti-materi diduga dalam keadaan seimbang dalam permulaan alam semesta, tapi untuk “asimetri” antimateri meluruh atau musnah, dan kini sangat sedikit antimateri yang telah terlihat.

Beberapa tahun, fisikawan telah berteori mengenai nati-materi, tapi itu tidak pasti secara eksperimental sampai tahun 1932. sinar kosmis energi tinggi memengaruhi atmosfer bumi memproduksi anti-materi dalam kuantitas sedikit dalam hasil dari semburan, dan fisikawan telah belajar memproduksi anti-materi dalam jumlah sederhana menggunakan akselerator partikel konvensional. Anti-materi secara mirip mungkin diproduksi dalam daerah seperti pusat dari Jalur Susu atau galaksi-galaksi lain, dimana kejadian selestial yang sangat berenergi terjadi.Kehadiran dari anti-materi yang mampu dideteksi dengan terproduksinya sinar gamma ketika positron dihancurkan saat kontak dengan materi terdekatnya.

Produksi laser untuk anti-materi bukanlah satu-satunya yang baru. Para peneliti Livermore telah mendeteksi anti-materi 10 tahun lalu dalam eksperimen sejak didekomisi Nova “petawatt”laser—kira-kira 100 partikel.tapi dengan target yang lebih baik dan detektor yang lebih senditif, penelitian tahun ini ,mendeteksi lebih dari satu juta partikel secara langsung. Dari sampel, ilmuwan-ilmuwan menarik kesimpulan bahwa total sekitar 100 milyar partikel telah diproduksi.

Hingga partikrl musnah, positron( anti-elektron atau beta positif) berlaku lebih seperti elektron ( hanya dengan energi yang berlawanan) dan seperti itulah bagaimana Chen dan rekan-rekannya mendeteksinya. Mereka meletakkan detektor elektron normal (spektometer) dan melengkapinya untuk mendeteksi partikel dengan polaritas berlawanan.
Kami telah memasuki era baru”Beiersdorfer berkata” Sekarang bahwa kita telah melihatnya, seperti mereka memukul kami tepat di kepala. Kami bervisi sebagai pusat dari penelitian anti-materi, menggunakan laser, lebih murah daripada pembangkit-pembangkit anti-materi.

Chen akan memepersembahkan risetnya di pertemuan Masyarakat Fisika Amerika Serikat Divisi Plasma Fisika pada17-21 November di Hyatt Regency Reunion, Dallas. S . C.Wilks, E. Liang, J. Myatt, K. Cone, L.Elberson, D.D Meyerhofer, M.Schneider, R . Sheperd, D. Stafford, R.Tommasini, P. Beiersdorfer adalah para kolaboratornya dalam proyek ini.





Minggu, 24 Mei 2009

Malu Suap, Mantan Presiden Korsel Roh Moo-hyun Bunuh Diri 
JAWAPOS [ Minggu, 24 Mei 2009 ]
SEOUL - Skandal suap dan korupsi menyebabkan mantan Presiden Korsel Roh Moo-hyun, 62, memilih mengakhiri hidup. Karena malu terhadap tuduhan yang ditimpakan kepada dirinya, pria yang menjabat presiden Korsel pada 2003-2008 itu tewas bunuh diri kemarin (23/5).

Moon Jae-in, mantan kepala staf kepresidenan pada era Roh, membenarkan adanya kabar itu. ''Mantan Presiden Roh tewas setelah melompat dari gunung di belakang rumahnya. Dia juga meninggalkan sepucuk surat,'' katanya. 

Pengacaranya juga membenarkan adanya surat wasiat yang ditinggalkan Roh untuk keluarganya. Polisi berjaga-jaga di sekitar TKP (tempat kejadian perkara) dan rumah Roh di Desa Bongha, Kota Gimhae, 450 km tenggara Seoul, setelah insiden tersebut.

Roh tewas akibat luka parah yang diderita di bagian kepala. Dia juga mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh, termasuk tulang rusuk dan panggul. Meski Roh dinyatakan tewas karena bunuh diri, polisi Korsel terus menyelidiki kasus tersebut dan juga mengumpulkan berbagai bukti.

Setelah mengakhiri jabatannya sebagai presiden, Roh menghabiskan waktu dengan tinggal di desa di Gunung Bongha, dekat kota Busan. Moon lantas menuturkan, Roh Moo-hyun meninggalkan rumah sekitar pukul 05.45 untuk mendaki Gunung Bongha. Saat itu, dia sebetulnya ditemani bodyguard. 

Di tengah jalan, tepatnya di tebing curam setinggi 100 meter (400 kaki) yang dinamai Owl's Rock, keduanya berhenti. Ketika perhatian sang pengawal beralih ke hal lain, Roh meloncat atau terjun sekitar pukul 06.40. ''Dia jatuh 20-30 meter dan luka parah,'' tutur polisi seperti dikutip kantor berita Yonhap. 

Karena luka-lukanya itu, Roh dilarikan ke rumah sakit terdekat pukul 08.15. Selanjutnya, dia dipindahkan ke Busan National University Hospital. Tapi, pukul 08.30 dia dinyatakan meninggal.

Dalam pesan lewat surat, Roh selama ini menjalani kehidupan yang sulit. Dia juga meminta maaf karena telah membuat banyak orang menderita. Surat wasiatnya dibacakan di stasisun radio dan televisi nasional oleh Moon Jae-in.

''Saya tak bisa membayangkan sakit yang teramat sangat di jalan. Akhir hidup saya hanya bisa menjadi beban bagi yang lain. Saya tidak bisa melakukan hal lain karena tidak sehat,'' tulisnya. 

Dia juga meminta keluarganya tidak menangisi kepergiannya. ''Jangan terlalu sedih. Bukankah hidup dan mati sama-sama merupakan hal yang sama-sama alami (pasti terjadi). Jangan meminta maaf. Jangan salahkan siapa pun. Ini takdir,'' katanya. ''Tolong saya dikremasi. Dan, tolong tinggalkan batu nisan kecil di dekat rumah. Saya berpikir lama soal itu,'' lanjutnya dalam surat tersebut. 

Roh merupakan presiden ketiga di Korsel yang terjerat kasus korupsi. Tapi, dia merupakan pejabat pertama di Negeri Ginseng yang bunuh diri karena tuduhan korupsi. Dua pendahulunya, Chun Doo-hwan dan Roh Tae-woo, telah divonis hukuman mati karena korupsi. Namun, keduanya mendapat grasi dari Presiden Kim Young-sam pada 1997. Sedangkan Roh belum divonis.

Bulan lalu Roh menyampaikan permintaan maaf atas nama keluarganya karena tuduhan menerima suap USD 6 juta (sekitar Rp 61,5 miliar) selama pemerintahannya. ''Saya merasa malu kepada semua rakyat. Saya meminta maaf telah mengecewakan,'' kata Roh di depan stasiun televisi pada 30 April sebelum menjalani pemeriksaan di pengadilan selama 13 jam. 

Dia membantah telah melakukan korupsi atau menerima suap. Roh mengakui bahwa istrinya, Kwon Yang-sook, menerima USD 1 juta (sekitar Rp 10,2 miliar) dari pengusaha sepatu kaya, Park Hae-hon. Tapi, dia menyatakan bukan suap, melainkan imbalan karena membantu sang pengusaha dari kebangkrutan. Soal uang USD 5 juta (sekitar Rp 51,3 miliar), dia menyebut itu sebagai investasi. 

''Dia menolak semua tuduhan terhadap dirinya,'' tutur jaksa penuntut Cho Eun-sok. Sebelumnya, kakak Roh juga divonis empat tahun penjara terkait skandal suap. Setelah kematian Roh, Menteri Kehakiman Korsel Kim Kyung-han menyatakan bahwa secara formal kasus Roh ditutup. Tetapi, Kim tidak menyatakan apakah keluarga Roh akan tetap diperiksa atau tidak. (AP/AFP/RTR/war/dwi)

Rabu, 20 Mei 2009

TAHUKAH KAMU? 
Tantangan Karbon--Sabun batangan menggunakan kemasan yang lebih minim dibandingkan sabun cair. Tempat sabun cair yang terbuat dari plastik bisa menghasilkan hingga 907.185 kg sampah plastik setiap tahunnya. Selain itu, kertas dan karton yang biasanya membungkus sabun batangan bisa didaur ulang dengan mudah. Satu sabun batangan bisa berumur lebih panjang daripada 355 ml sabun cair, dan harganya lebih murah pula. Tapi tidak selalu sabun batangan baik. Ternyata ada beberapa bakteri yang bisa hidup di sabun batangan. Jadi kalau pengguna sabun bevariasi sebaiknya gunakan sabun cair, tetapi ingat untuk selalu mengisi ulang. Cairan isi ulangnya juga beli yang paling besar (galon) untuk mengurangi sampah plastik.
Menutup keran ketika menyikat gigi bisa menghemat air hingga 2.000 galon setiap tahunnya. Bahkan beberapa dokter gigi juga menyarankan untuk menyikat gigi dalam kondisi kering dan hanya menggunakan air ketika berkumur.
Jumlah air yang ada sekarang masih tetap sama dengan jumlah air pada waktu bumi tercipta. Air di bumi terus bergerak dalam suatu siklus, dan merupakan penjaga temperatur bumi. Total air yang ada di bumi adalah 344 juta mil kubik. Dari jumlah ini, hanya 2,5 persen yang merupakan air tawar, baik itu air tanah atau yang mengalir di sungai, danau, dan saluran lainnya. Sebagai ilustrasi, jika 1 galon air adalah seluruh air di bumi, maka yang bisa dikonsumsi oleh manusia hanya sesendok makan.
Dua per tiga dari air yang terpakai di rumah, digunakan di kamar mandi, dengan kuantitas rata-rata 7,5 liter s/d 26,5 liter untuk menyiram kloset, 7,5 liter untuk menyikat gigi, dan 95 s/d 190 liter untuk mandi selama 5 menit.
Bila anda bercukur dengan alat cukur yang harus basah, tutup katup wastafel hingga airnya menggenang separuh. Itu sudah cukup untuk bercukur. Di Amerika, 2 milyar alat cukur berbahan dasar plastik berakhir di tempat pembuangan sampah setiap tahunnya.
Di Amerika, lebih dari 98 % tisu toilet dibuat dari kayu baru. Bila setiap rumah di Amerika menukar satu kemasan berisi 12 kepak tisu tersebut dengan tisu 100% daur ulang, maka mereka bisa menyelamatkan 1,7 milyar galon air dan 1.000.000 pohon. Melihat jumlah pengorbanannya, ada baiknya kita juga ikut berpindah ke lap handuk atau tisu 100% daur ulang.
Dalam memilih produk daur ulang seperti tisu, kita juga harus memperhatikan prosesnya. Proses pemutihan terkadang menggunakan klorin dalam jumlah yang bisa merusak lingkungan. Sebaiknya gunakan tisu yang berlabel TCF (Totally Chlorine Free), PCF (Processed Chlorine-Free), atau ECF (Elemental Chlorine-Free)
Kita bisa turut menjaga bumi dari sampah kosmetik dengan mengikuti program reuse/recycle. Beberapa produk menawarkan penukaran sejumlah wadah kosmetik bekas dengan 1 produk baru. Selain itu perlu diketahui juga, dalam industri kosmetik jutaan hewan biasa digunakan untuk kelinci percobaan. Dalam mencari kosmetik, carilah yang memiliki logo kelinci melompat. Simbol kelinci melompat ini adalah simbol internasional untuk kosmetik yang tidak diujikan pada hewan.



White Tea: Solusi untuk Epidemi Obesitas?

ScienceDaily (7 Mei, 2009) —Kemungkinan efek anti obesitas dari teh putih (white tea) telah didemonstrasikan dalam beberapa eksperimen dalam sel-sel lemak manusia( adiposit). Peneliti telah menunjukkan bahwa ekstrak herbal secara efektif emmacu generasi dari adiposit baru dan menstimulasi mobilisasi lemak dari sel-sel lemak matang.  

(wikipedia)

Marc Winnefeld memimpin tim yang terdiri dari peneliti-peneliti dari Beiersdorf AG, Jerman, yang mempelajari efek biologis dari ekstrak teh putih- hasil pemerosesan akhir dari tanaman teh Camellia sinensis. Menurutnya, "Di negara-negara industri,peningkatan insiden dari obesitas-dihubungkan dengan kerusakan-kerusakan  termasuk penyakit jantung dan diabetes merupakan masalah yang sedang berkembang. Kami telah menunjukkan bahwa teh putih bisa jadi adalah sumber alami yang ideal dari bahan (zat) pelangsing"

Setelah merawat pre-adiposit manusia dengan kultur laboratorium  dengan ekstrak teh putih, penulis telah menemukan bahwa inkorporasi lemak selama genesis dari adiposit baru telah dikurangi. Menurut Winnefeld,  "Solusi ekstrak termasuk dalam penurunan dai ekspresi gen-gen dihubungkan dengan pertumbuhan sel lemak baru, dimana juga berusaha adiposit untuk menghancurkan lemak yang terkandung".
Teh Putih dibuat dari pucuk dan daun pertama dari tanaman yang digunakan untuk membuat teh hijau dan teh hitam, kebanyakan diminum dinegara-negara barat. Hal ini mengurangi proses daripada teh-teh yang mengandung lebih banyak bahan yang mengaktifkan sel-sel manusia, seperti  methylxanthines (seperti kafein) dan  epigallocatechin-3-gallate (EGCG) – yang mana penulis percaya bertanggung jawab dari efek antiadipogenik yang didemonstrasikan selama studi.

Rabu, 13 Mei 2009

Deuterium Ultra Padat Mungkin Bahan Bakar Nuklir Masa Depan

Fisika Jadi Begitu Menarik..

The photograph shows an experiment in which dense deuterium is irradiated by a laser. The white glow in the container in the centre of the photograph is from deuterium. (Credit: Leif Holmlid)
ScienceDaily (12Mei, 2009) — Sebuah materi yang ratusan kali lebih berat daripada air dan lebih padat dari inti matahari sedang diproduksi di Universitas Gothenburg. Ilmuwan-ilmuwan yang bekerja dengan material ini adalah bertujuan untuk mendapatkan proses energi yang lebih berkelanjutan dan tidak berbahaya terhadap lingkungan daropada tenaga nuklir yang kini digunakan.
Bayangkan sebuah material yang berat - kubus- dengan panjang sisi-sisinya 10 cm dan beratnya 130 ton, material yang mana jerapatannya lebih besar dari pada material pada inti matahari. Seperti material yang sedang diproduksi dan dipelajari oleh ilmuwan-ilmuwan di Sains Atmosfer Departemen Kimia, Universitas Gothenburg.
Penggunaan Komersial Kedepan
Sejauh ini, hanya sejumlah materi baru ukuran mikroskopis yang telah diproduksi. Pengukuran terbaru yang telah dipublikasikan di dua jurnal sains, bagaimanapun, telah ditunjukkan bahwa jarak antara atom dalam material lebih kecil daripada dalam materi normal. Leif Holmlid, Profesor di Departemen Kimia percaya bahwa ini adalah langkah penting untuk mengkomersialkan penggunaan materi. 

Materi diproduksi dari Hidrogen bera, juga dikenal sebagai Deuterium, dan selanjutnya disebut "deuterium ultra padat". Hal ini dipercayai memainkan peranan penting dalam formasi bintang, dan terutama kehadiran planet jumbo seperti Jupiter.

Bahan bakar efisien 
Jadi digunakan untuk apakah material superberat ini?
“Satu penilaian penting untuk penelitian kami adalah bahwa deuterium ultra padat mungkin adalah bahan bakar sangat efisien dalam fusi nuklir dalam laser. Ini adalah kemungkinan untuk mendapatkan fusi nuklir antara nuklei deuterium menggunakan laser tenaga tinggi, melepaskan energi yang cukup banyak"kata Leif Holmlid.

Teknologi laser telah diuji sejak lama dalam deuterium beku, dikenal sebagai " deuterium es", tapi hasilnya mengecewakan. Ini telah dibuktikan untuk jadi sangat sulit untuk memampatkan deuterium es cukup untuk mendapatkan temperatur tinggi yang diperlukan untuk memacu fusi.

Sumber Energi Masa Depan

Deuterium ultra padat jutaan kali lebih lebih padat dari deuterium beku, membuat kemungkinan lebih mudah membuat reaksi fusi nuklir menggunakan gelombang tenaga tinggi dari sinar laser.

“Jika kita dapat memproduksi deuterium ultra padat dalam kuantitas besar, proses fusi mungkin menjadi sumber energi masa depan. Dan mungkin jadi tersedia lebih awal dari kemungkinan yang kita duga." ungkap Leif Holmlid.

“Lebih jauh, kami percaya bahwa kami dapat mendesain fusi deuterium yang hanya akan memproduksi Helium dan Hidrogen sebagai hasilnya, keduanya yang mana tidak berbahaya. Ini tidak akan cukup untuk menjawab tritium radioaktif tinggi yang direncanakan untuk digunakan dalam tipe reaktor -reaktor fusi masa depan, dan ini berarti bahwa fusi nuklir dengan laser seperti yang kita bayangkan bahwa berkesinambungan dan tidak berbahaya untuk lingkungan dari metode lain yang sedang dikembangkan"  

Fakta Singkat Deuterium 
Deuterium adalah isotop dari hidrogen yang ditemukan dalam jumlah bear dalam air, lebih dari satu atom per sepuluh ribu atom hidrogen memiliki inti deuterium. Isotop tersebut di tandai dengan "2H" atau "D", dan biasanya dikenal sebagai "Hidrogen Berat". Deuterium digunakan di beberapa reaktor nuklir konvensional dalam bentuk Air Berat(D2O), dan tepatnya juga akan digunakan sebagai bahan bakar reaktor fusi di masa depan. 


Selasa, 12 Mei 2009

Bagaimana Sel Bergerak: Usaha Kooperatif Memacu Pergerakan Kolektif dari Sel

Perkembangan terkini Biologi
Collective cell mobility is the result of a cooperative process. (Credit: Image courtesy of Universidad de Barcelona)

ScienceDaily (11 Mei, 2009) — Penelitian oleh ilmuwan dan rekan-rekannya di Spanyol menawarkan untuk pertama kali jawaban eksperimental untuk pertanyaan: bagaimana sel bergerak selama proses biologis yang sangat berbeda sebagai pengembangan, metastasis, atau regenerasi dari jaringan.

Usaha ini dialamatkan untuk isu kolektif dari mobilitas sel, yang dikatakan bagaimana sel bergerak didalam jaringan, dan pergerakan macam apa yang terjadi di dalam organisme hidup.

"Penelitian menjadi kolektif sel mobilitas sangat aktif karena langsung memiliki implikasi pada bidang seperti pembangunan embriologi, organ regenerasi, dan kanker. Sebagai contoh, jika kita dapat menemukan cara untuk mengendalikan sel mobilitas selama metastasis, kanker akan menjadi tersembuhkan penyakit dalam mayoritas kasus, "ungkap Dr Xavier Trepat, peneliti senior dari selular dan pernafasan biomechanics grup dan peneliti di Departemen Ilmu fisiologis di Universitas Barcelona, dan di Jaringan Pusat Riset Biomedik untuk penyakit pernafasan (CIBER) .

Sampai saat ini, para ilmuwan telah mengusulkan variasi-variasi mekanisme yang menjelaskan migrasi sel. Satu hipotesa misalnya, menunjukkan bahwa sel bergerak bersama-sama karena adanya "pemimpin" sel yang membujur di sisa dari grup tersebut, seperti menarik kereta dengan beban di belakangnya. Hipotesa lain menunjukkan bahwa setiap sel bergerak secara independen ke sekitarnya, seperti mobil saat kemacetan lalu lintas, atau seperti tentara dalam parade militer. "Kami telah menolak kedua kemungkinan ini," kata Trepat.

Menurut penelitian ini,mobilitas kolekti sel adalah hasil dari proses  kooperatif di mana masing-masing sel berkontribusi kepada pergerakan kelompok, menarik sel di sekitarnya. "Ini merupakan mekanisme yang mirip dengan tarikan permainan perang, di mana dua tim yang menarik tali secara ekstrem dan tim yang menang adalah yang menarik yang paling sulit. Selama permainan, setiap pemain menghasilkan kekuatan dan mentransmitnya ke tali, sehingga ketegangan di tali adalah jumlah kekuatan yang dihasilkan oleh masing-masing anggota tim. Sel melakukan hal yang sama. Setiap sel menghasilkan kekuatan yang ditarik ke tetangganya di arah gerakan »penjelasan peneliti. 


Minggu, 10 Mei 2009

LJUBLJANA IBUKOTA BUKU DUNIA 2010

Indonesia kapan?

Ljubljana  (Ibukota Slovenia) ditetapkan sebagai Ibukota Buku Dunia 2010 dalam keputusan dari pertemuan komite seleksi yang diselenggarakan pada 18 Juni di markas besar UNESCO di Paris. Pertemuan tersebut diikuti bersama perwakilan dari tiga asosiasi profesional dalam industri buku dan UNESCO. UNESCO adalah Organisasi PBB untuk Pendidikan, Sains dan Kebudayaan.

Ljubljana adalah kota kesepuluh yang ditunjuk sebagai Ibukota Buku Dunia setelah Madrid (2001),Alexandria (2002), New Delhi (2003), Antwerp (2004), Montreal (2005), Turin (2006), Bogotá (2007), Amsterdam (2008) dan Beirut (2009). 

Kota Ljubljana terpilih “untuk kualitas dari aplikasinya untuk keberagaman dan program yang lengkap, dukungan secara luas dan antusias oleh para pelaku yang terlibat dalam industri buku (penerbit, toko buku, perpustakaan) “. Pilihan juri tahun ini tergolong sulit melihat kualitas dari para kandidat. 

Setiap tahun, UNESCO dan tiga pelaku utama dari industri buku global- Asosiasi Penerbit Internasional (IPA), Federasi Penjualbuku Internasional (IBF), dan Federasi Internasional dari Asosiasi Perpustakaan dan Institusi (IFLA)– mengeset sebuah kota sebagai Ibukota Buku Dunia untuk 12 bulan antara dua selebrasi dari Buku Dunia dan Hari Hakcipta (23April). Inisiatif ini adalah usaha kolaborasi antara perwakilan dari pemegang kendali utama dalam sektor buku dan kota yang mana telah berkomitmen untuk mempromosikan buku dan membaca. 

Tahun ini, Komite Seleksi dipimpin oleh José M. Gomez, mewakili IPA, Françoise Dubruille, mewakili IBF, dan Peter Lor, mewakili IFLA.

Indonesia akan menjadi Ibukota Buku Dunia jika ada sinergi antara pemerintah sebagai pemegang kendali kebijakan, pelaku utama sektor perbukuan,masyarakat yang gemar membaca, dan hilangnya pembajakan buku!
are you bookfreaker?
how many book u have read?


Minggu, 03 Mei 2009

International Conference of Young Scientists

Kado Intimewa Hardiknas 2009:Indonesia Berjaya!

Pada ajang Internasional -International Conference of Young Scientists- Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan memperoleh 6 medali emas, 1 medali perak dan 3 medali perunggu. ICYS ke 16 tersebut diselenggarakan di Pszczyna, Polandia pada tanggal 24–29 April, 2009. Indonesia berhasil mengalahkan lawan-lawannya dari 18 negara. Pada posisi kedua ada Jerman( 3 medali emas, 4 medali perak, 2 medali perunggu), Belanda (3 medali emas, 1 medali perak, 2 medaliperunggu) dan Amerika Serikat (3cmedali emas). 

International Conference of Young Scientists adalah ajang perlombaan presentasi hasil penelitian  bidang fisika, matematika, komputer, ekologi dan bahasa Inggris bagi anak muda usia 14- 18 tahun.  Indonesia diwakili 12 kontestan dengan 10 karya penelitian.

Untuk penghargaan bidang computer science Indonesia mendapatkan medali emas melalui Nugra Akbari, siswa SMA Global Mandiri Jakarta. Penelitiannya tentang salah satu budaya khas Indonesia yaitu batik. Penelitiannya berjudul mbatik: the computation of Indonesia's dying traditional batik design. 

Medali emas bidang fisika didapatkan Indonesia melalui murid SMA St Lauresia Tangerang.  Murid cerdas tersebut , Idelia Chandra bersama rekannya Christopher Alexander berhasil meraih emas dari penelitiannya tentang bunyi gamelan. Penelitiannya berjudul balinese gamelan:a brainwave synchronizer. Menurutnya suara satu pasang gamelan Bali berbeda dengan gamelan Jawa. Perbedaan bunyi dua gamelan beda asal tersebut berada pada tabung resonansi di bawah gamelan. Dua tabung resonansi pada gamelan Bali berbeda, satu pendek satu panjang sehingga frekuensi suara yang dihasilkannya berbeda. Efek yang ditimbulkanpun seperti saat kita mengonsumsi cokelat: nyaman, rileks.

Bidang ekologi dimenangkan Jessica Karli bersama rekannya Ypsephine Livia Pratikyo, siswi SMA Cita Hati Surabaya dengan penelitiannya Durian to Fight Mosquito. Durian yang dimanfaatkan bagian kulit luarnya itu berguna sebagai obat anti nyamuk, mosquito repellent. Positifnya, bagian itulah yang tak dimanfaatkan dari durian sebelumnya. Surabaya menyumbangkan 4 siswanya sebagai pemennag dalam ajang ICYS. Mereka adalah Vincentus Gunawan dan Fernanda Novelia dari SMP Petra 3 dengan medali emas, I Made Rayo Putra Indrawan dari SMA Petra 2 dengan medali perunggu bidang matematika.

Oleh Pemerintah, mereka yang berjaya dalam ajang internasional dijanjikan sekolah setinggi-tingginya secara gratis!

ICYS ke 17 akan diselenggarakan di Bali pada 9-13 April 2010. Bersiap!. Ayo kita berikan yang terbaik bagi Indonesia. Semoga menginspirasi semua anak muda negeri ini agar berkontribusi lebih baik. Kontribusi positif. Tidak boleh apatis dengan kemampuan sendiri.