Rabu, 29 April 2009

HOW AMAZING INDONESIA!

Wisata Bawah Air
16 LOKASI PENYELAMAN TERBAIK INDONESIA

nationalgeographicindonesia
Potensi wisata selam di Tanah Air masuk agenda para pejalan asing pun lokal. Panorama bawah laut yang memukau hingga tak jarang sulit diungkap lewat kata mendorong mereka untuk datang lagi. Responden National Geographic TRAVELER Indonesia memilih dan menilai peringkatnya.

Oleh Litbang National Geographic TRAVELER Indonesia
Pengantar oleh Christantiowati dan Manggalani R Ukirsari

Archipelago Indonesia sungguh beruntung dengan lokasinya yang berada di jantung Segitiga Terumbu Karang (the Coral Triangle) antara kepulauan Filipina, Papua Nugini, kepulauan Solomon dan Fiji serta Australia utara. Keistimewaan dari keanekaragaman hayati dalam laut yang mencakup area 5,7 juta km persegi ini setara dengan kekayaan alam dari hutan hujan tropis di Amazon (sumber: WWF, 12 Juni 2007).

Keindahan alam bawah laut Tanah Air dari luas total 5,7 km persegi itu-- telah menghadirkan para pejalan, baik pelancong lokal maupun asing untuk menikmatinya, dengan cara menyelam bahkan snorkeling. Selam, cabang olahraga yang tadinya dinilai eksklusif oleh sebagian masyarakat Indonesia, telah berkembang pesat. Penyediaan peralatan selam, layanan wisata selam dalam wadah organisasi (dive operator) sampai tenaga lepas pemandu selam (freelancer) turut meramaikan industri pariwisata selam negeri kita.

Dalam seminar nasional tentang pengembangan wisata bahari di Bali beberapa tahun silam, Cipto A Gunawan, seorang PADI Course Director mengungkap analisa potensi industri wisata selam di Indonesia minimal 3 kali lebih besar dari Thailand. Untuk lokasi penyelaman, Indonesia memiliki 34 dan Thailand 13 saja. Ini tanpa memperhitungkan adanya lokasi-lokasi selam yang ada di Indonesia dan belum ditemukan dan atau diusahakan, pembelian peralatan, pengeluaran biaya kursus serta efek bola salju terhadap pelestarian lingkungan.

Tapi data membanggakan itu tidak berdiri sendiri. Masih ada sederet angka yang membuat berbagai komponen, mulai individu sampai tingkat pemerintahan mesti berbenah. Dengan lokasi penyelaman kurang dari setengah jumlah lokasi di Indonesia, Thailand mampu meraup 128240 juta dolar Amerika. Sedang Indonesia berkisar 13,2824 juta dolar Amerika (Cipto A Gunawan, 2002, estimasi didasarkan pada sifat Thailand and Indonesia lebih sebagai diving destination, dibanding sebagai diver resources location).
National Geographic TRAVELER Indonesia baru saja menggelar angket bertujuan memeringkatkan lokasi penyelaman terbaik di Indonesia. Meliputi faktor keindahan dan keragaman, tantangan penyelaman, ketersediaan wisata tambahan, pelayanan, kepuasan dibanding biaya (cost meets benefit), kelestarian lokasi dan kemudahan menuju lokasi.

Kami melibatkan para pelaku penyelaman melalui survey online di situs kami; http://www.nationalgeographic.co.id/sub/survey/ (16 Maret 1 April 2009) serta angket dalam acara Deep Indonesia (27 29 Maret 2009) di Jakarta Convention Center. Metodologi yang digunakan adalah purposive sampling dan sampai batas akhir penelitian terkumpul 421 responden. Dengan profil demografis, usia rata-rata 30 tahun, pria 71% dan wanita 29%. Sebesar 64% merupakan penyelam bersertifikat dari lembaga PADI (43%).

Berikut adalah peringkat lokasi penyelaman terbaik Indonesia dari hasil survey Litbang National Geographic TRAVELER Indonesia. Untuk peringkat selengkapnya, kunjungi situs kami: http://www.nationalgeographic.co.id/sub/hasilsurvey/
 
Peringkat
1. Papua: Kepulauan Raja Ampat (NILAI: 4,23)
Responden memberikan nilai tertinggi untuk keragaman dan keindahannya (4,81) serta kelestarian lokasi. Sekaligus menjadi impian para penyelam yang belum pernah berkunjung ke sana (36%). “Kehidupan bawah laut belum terganggu dan saya berharap akan demikian seterusnya. Lokasi tepat untuk menikmati ikan dan terumbu karang juga aneka relic dari Perang Dunia II,” Daniel Abimanju Carnadie, Jakarta.

2. Nusa Tenggara Timur: Komodo, Rinca (NILAI: 4,23)
Dipilih karena nilai tantangan dan kesulitan tinggi untuk tiba di lokasi bawah air (4,42) dan menempati peringkat kedua setelah Raja Ampat untuk soal kelestarian lokasi (4,24). “Lokasi yang komplit, dengan keanekaragaman terumbu karang dan biota laut berpadu dengan arus kuat menjadi tantangan tersendiri,” Fajar Anshori, Jakarta.

3. Sulawesi Utara: Selat Lembeh, Bitung (NILAI: 4,19)
Nilai tertinggi didapat untuk sektor kepuasan dibanding biaya atau cost meets value (4,52). Disusul dengan layanan operator yang memuaskan (4,09). “Banyak biota aneh yang jarang ada di tempat lain,” Ria Qorina Lubis, Jakarta.

4. Sulawesi Utara: Kepulauan Bunaken, Manado (NILAI: 4,14)
Kemudahan untuk menuju lokasi ini membuatnya terpilih sebagai salah satu situs selam terbaik (4,09). Termasuk peringkat atas untuk daftar lokasi yang ingin dikunjungi penyelam (13%). “Keanekaragaman penghuni lautnya begitu kaya. Keindahannya pun tak diragukan lagi,” Syamsir M. Saputra, Kalimantan Selatan.

5. Bali: Tulamben (NILAI: 4,05)
Menempati peringkat teratas untuk urusan layanan operator (4,12) dan kemudahan menuju lokasi (4,17). “Titik penyelaman sangat dekat pantai. Wreck diving bagus, meski kadang crowded di bawah,” Johannes Suryo, Surabaya.

6. Bali: Nusa Penida, Lembongan (NILAI: 4,02)
Menempati peringkat tinggi bagi ketersediaan wisata tambahan (3,18) juga memiliki tantangan saat melakukan penyelaman (3,95). “Banyak pilihan tempat drift diving,” Margareta W. Artanti, Jakarta. 
 
Peringkat Lokasi Penyelaman Berdasarkan Pelayanan
  Lokasi Skor
1 Tulamben 4.12
2 Selat Lembeh, Bitung 4.09 
3 Kep. Bunaken, Manado 4.06 
4 Nusa Penida, Lembongan 4.05 
5 Menjangan, Bali Barat 3.92 
6 Gili Trawangan, Meno, Air, Nanggu, Lombok 3.84 
7 Komodo, Rinca 3.70 
8 Kep. Raja Ampat 3.67 
9 Kep. Seribu 3.48 

 Peringkat Lokasi Penyelaman Berdasarkan Kelestarian Lokasi 
  Lokasi Skor
1 Kep. Raja Ampat 4.35
2 Komodo, Rinca 4.24 
3 Wakatobi 4.21 
4 Tulamben 3.98 
5 Nusa Penida, Lembongan 3.95 
6 Menjangan, Bali Barat 3.92 
7 Kep. Bunaken, Manado 3.90 
8 Selat Lembeh, Bitung 3.74 
9 Derawan, Kalimatan 3.63 

 Peringkat Lokasi Penyelaman Berdasarkan Kepuasan dibanding Biaya 
  Lokasi Skor
1 Selat Lembeh, Bitung 4.52
2 Kep. Raja Ampat 4.41 
3 Komodo, Rinca 4.35 
4 Tulamben 4.24 
5 Kep. Bunaken, Manado 4.19 
6 Wakatobi 4.06 
7 Nusa Penida, Lembongan 4.05 
8 Menjangan, Bali Barat 4.01 
9 Derawan, Kalimantan 3.85 

 Prioritas dalam Memilih Lokasi Penyelaman 
  Lokasi Persentase (%) 
1 Keindahan dan keragaman bawah laut 97
2 Kelestarian lokasi 57 
3 Kepuasan dibanding biaya 35 
4 Keamanan 34 
5 Kemudahan mencapai lokasi 22 
6 Pelayanan 14 
7 Tingkat kesulitan penyelaman 13 
8 Wisata tambahan 10 

 
Operator Penyelaman Favorit 
  Lokasi
1 Planet Diving
2 Marine Diving Club (MDC)
3 Selfmanage/tanpa operator
4 Bali Scuba
5 Elang Ekowisata Dive Shop
6 Grand Komodo
7 Ody Dive
8 Riza
9 Bubbles Dive Center 
10 NDC

 Lokasi Operator Penyelaman
  Lokasi
1 Bali 
2 Jakarta 
3 Manado 
4 Kep. Seribu
5 Kep. Karimunjawa
6 Bogor 
7 Semarang 
8 Kep. Raja Ampat
9 Kep. Bunaken, Manado
10 Tulamben
11 Komodo, Rinca
12 Pulau Pramuka
13 Gili Trawangan, Meno, Air, Nanggu, Lombok

Indonesia begitu indah!satukan tangan untuk menjaganya agar tetap lestari
Untuk lebih lengkapnya, baca National Geographic Traveler Vol 1 edisi 3, 2009. Beredar mulai 26 April 2009.

Senin, 13 April 2009

GALAKSI BARU


sciencedaily.com

BEBERAPA GALAKSI MASIF -RALATIF BARU:PENEMUAN MENANTANG TEORI FORMASI GALAKSI

ScienceDaily (Apr. 11, 2009) — Tim yang dipimpin oleh astronom Indiana University telah menemukan sampel dari galaksi masif dengan properti yang menegaskan bahwa galaksi tersebut relatif baru terbentuk. Hal ini akan mengukur secar luas  bahwa masif, galaksi terang seperti Galaksi Jalur Susu bermula formasinya dan evolusi segera setelah Ledakan Besar, kira-kira 13 juta tahun yang lalu.

Penelitian lebih lanjut kedalam alam dari objek ini mampu membuka pemahaman baru kedalam studi dariasal mula dari evolusi galaksi baru...

John Salzer, penyelidik utama untuk studi ini memublikasikan dalam jurnal  Astrophysical Journal Letters, berkata bahwa lima belas galaksi dalam contoh yang ditunjukkan ..