Jumat, 08 Februari 2013

Mandiri a la Bank Mandiri


Mandiri a la Bank Mandiri
Ferry Gunawan[1]

Blog Kontes Bank Mandiri

Indikator kemajuan suatu negara bisa dilihat dari kemajuan industri keuangannya. Amerika dan Eropa menjadi salah satu kekuatan perekonomian dunia selama beberapa dekade tecermin secara lugas melalui perkembangan sektor perbankan. Perbankan begitu menarik hingga bisa kita lihat bahwa mereka menjadi salah satu atau beberapa sponsor primer yang menghiasi jersey para pesepak bola di beberapa klub bergengsi.

Di Indonesia sendiri, keberadaan Bank Mandiri tidak bisa dianggap remeh begitu saja sebagai salah satu pengisi ceruk di industri keuangan, an sich! Bank Mandiri pernah hadir sebagai salah satu mitra terbaik para pesebak bola negeri kala menjadi salah satu sponsor gelaran sepak bola pada tahun 1999-2004. Hingga sekarang, keberadaannya tetap eksis.

Seiring dengan banyaknya bank-bank baru yang bermunculan, Bank Mandiri bagai menemui apa yang dikatakan oleh pepatah sebagai: semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup. Maka, Bank Mandiri mau tidak mau harus terus menghadirkan performa industri perbankan terbaik kepada masyarakat sebagai salah satu keunggulan komparatif maupun kompetitifnya.

Indonesia patut berbangga dengan adanya Bank Mandiri sebagai salah satu penguat industri perbankan dalam negeri. Mendengar kata ‘Bank Mandiri’, terdapat tiga poin primer mengenai industri perbankan tersebut. Maka dalam panji-panji Mandiri a la Bank Mandiri, berikut ini adalah poin elaborasinya.  

Inovasi
Pertama adalah mengenai inovasi. Inovasi menjadi pembeda Bank Mandiri dengan bank-bank lainnya yang ada di Indonesia. Inovasi merupakan aset nirwujud (intangible) primer yang dimiliki Bank Mandiri. Tentu ini bukan merupakan perkara budaya perusahaan yang beru berjalan setahun atau dua tahun. Di masyarakat luas, Bank Mandiri dikenal sebagai salah satu bank dengan pelayan konsumen (consumer relations) nomor wahid.

Perihal inovasi sangat lalik untuk disangkutkan dalam setiap pergerakan progresif dari Bank Mandiri. Dalam bukunya yang bertajuk Knowledge & Innovation: Platform Kekuatan Daya Saing (Zuhal, 2010) secara tersirat dijelaskan bahwa inovasi merupakan pembeda dari beberapa produk atau sistem yang ada. Inovasi berasal dari proses menyeluruh yang melibatkan kreativitas. Proses kreativitas untuk melahirkan inovasi itu sendiri terbentuk melalui tahapan “mencari” (search), “membenturkan” (collision), ”memutuskan”  (decision), dan “mencoba” (trial). Empat hal primer itu merupakan tahapan yang juga telah dan sedang terus dibudayakan oleh Bank Mandiri yang tecermin secara lugas melalui berbagai layanan yang ada.

Penghargaan Bank Mandiri 
Ekses dari berhasil atau tidaknya sebuah inovasi tak pelak dapat dideterminasi dari keberadaan penghargaan yang diterima oleh Bank Mandiri. Laman daring Bank Mandiri dengan apik dan laik menunjukkan berbagai penghargaan yang telah diterima oleh Bank Mandiri bahkan sejak lebih dari satu dekade tahun yang lalu. Beberapa yang terbaik diantaranya, pada tahun 2001, Bank Mandiri dinobatkan sebagai bank terbesar ke 4 di Indonesia dan terbesar ke 73 di Asia dan Australia versi Asiaweek 2001. Pada tahun yang sama, menurut The Banker, London, Bank Mandiri dinobatkan sebagai Bank of The Year. Raihan terbaru yang berhasil dicapai oleh Bank Mandiri adalah salah satunya menjadi Best Bank in Indonesia oleh Asiamoney Best Domestik Bank Awards pada tanggal 27 September 2012.

Lebih lanjut, apa yang telah dan sedang dilakukan oleh Bank Mandiri adalah sebua upaya mengarifi apa yang telah dikatakan oleh Steve Jobs bahwa, inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut. Maka, terdapat lima inovasi lain yang menjadi aset nirwujud Bank Mandiri, yaitu:

1.    Mandiri KTA

Mandiri Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Mandiri KTA merujuk pada Mandiri Kredit Tanpa Agunan. Menurut laman daringnya yang informatif, Mandiri KTA  merupakan kredit perorangan tanpa agunan dari Bank Mandiri untuk berbagai keperluan, yang diberikan kepada calon debitur yang memenuhi persyaatan.
Mandiri KTA hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pinjaman dengan mudah dan tanpa hal-hal yang membingungkan. Pada ranah ini, Bank Mandiri menghadirkan Mandiri KTA dengan lima kelebihan primer. Pertama, secara lugas konsep ini dapat ‘dieksekusi’ oleh nasbah, caln debitur, dan masyarakat luas tanpa agunan. Hal ini jelas menarik karena secara umum, pihak swasta sering memberikan pinjaman (kredit) dengan berbagai berkas yang begitu tebalnya dan agunan yang bahkan membuat alis mengernyit tak beraturan. Karena untuk seorang calon kreditur, fakta susahnya mendapatkan pinjaman merupakan, meminjam istilah Al Gore, kenyataan yang tak menyenangkan. 

Kedua, Mandiri KTA hadir dengan angsuran yang ringan.  Hal ini laik dan penting untuk dicatat mengingat industri keuangan merupaka sektor yang begitu riskan terhadap kredit atau pinjaman yang memberatkan dan kadang sukar untuk dikembalikan sesuai denga jangka waktu yang telah disepakati. Masih segar kasus yang berefek domino mengenai kredit macet sektor perumahan (subprime mortgage) di negeri adidaya seperti Amerika Serikat yang tak pelak mendorong keruntuhan perokonomian kapitalistik global.

Poin ketiga adalah bahwa Mandiri KTA menyediakan limit kredit sampai dengan 200 juta rupiah. Merupakan kuantitas yang besar untuk sebuah pinjaman dengans yarat yang mudah. Dua poin terakhir adalah mengenai jangka waktu yang disediakan dalam 5 pilihan, serta perlindungan asuransi jiwa. Dua poin terkahir patut dipertimbangkan karena, bahwa pihak debitur memberikan kebebasan pada para nasabah atau kreditur dalam memilih dan mengatur sendiri jangka waktu yang diberikan oleh kredit yang diambil. Ini merupakan hal yang menarik, karena berdasarkan pengalaman saya berurusan di bank saya selalu menemui hal yang sama di sebuah front office bertajuk urusan pelanggan atau consumer service. Tak jarang terjadi adu argumen yang memekakkan telinga antara pihak kreditur yang diberikan pinjaman dengan pihak pemberi pinjaman yang kebanyakan kasus meras ‘berada di atas angin’ dan  mampu ‘mendikte’ nasabahnya!

Jadi, bisa dikatakan bahwa, kredit tanpa agunan? Mandiri saja!

2.    Mandiri KPR

Mandiri KPR

Rumah merupakan aset yang berwujud yang menjadi salah satu tujuan yang harus mampu dipenuhi oleh setiap orang. Memiliki rumah merupakan salah satu mimpi setiap orang yang berusaha diwujudkan dengan cara yang laik oleh Bank Mandiri melalui skema Mandiri KPR. Mandiri KPR merupakan kredit kepemilikan rumah yang diberikan kepada perorangan untuk keperluan pembelian rumah tinggal/apartemen/rumah-toko (ruko)/rumah-kantor (rukan) yang dijual melalui developer atau non developer. Memiliki rumah dengan cara kredit yang laik merupakan salah satu jawaban agar keinginan bisa terwujud dengan cara yang baik dan terhindar dari kemungkinan terburuk kehilangan aset yang kita impikan tersebut seperti yang terjadi di Amerika Serikat melalui krisis subprime mortgage.

Melalui inovasi Mandiri KPR, Bank Mandiri berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabah atau masyarakat luas melalui 5 keunggulan kompetitif dan komparatfi yang dimiliki. Pertama, Mandiri KPR Duo yang memberikan jawaban bantuan dana untuk pembelian rumah tinggal/apartemen/ruko dengan kondisi baru di proyek developer sekaligus pembelian mobil/motor/furniture/home appliances (perlengkapan rumah tangga). Hal ini menarik karena dalam satu produk inovasi, sekaligus mendapat  dua hal yang menarik.

Kedua, mengenai Mandiri Take Over untuk pemindahan fasilitas kredit sejenis dari bank lain dan di waktu yang sama mendapatkan dana tambahan untuk berbagai urusan yan bersifat konsumtif.  Ketiga adalah mengenai penambahan limitansi kredit atas fasilitas Mandiri KPR yang sedang berjalan melalui Mandiri KPR Top Up. Keempat, melalui Mandiri KPR Flexible masyarakat mampu memiliki hunian dengan akngsuran yang fleksibel selama jangka waktu tertentu atas sebagian tertentu dari limitansi kredit yang diperoleh. Terakhir, dan ini yang penting. Mandiri KPR Angsuran Berjenjang memudahkan proses kepemilikan hunian yang memberikan keringanan berupa penundaan pembayaran sebagai angsuran pokok sampai tahun ke-3 sehingga pada tahu berikutnya (tahun ke-4), angsuran kembali normal.

Inovasi Mandiri KPR juga ‘dipersenjatai’ dengan lima keuntungan yang akan diperoleh masyarakat, yaitu suku bunga yang kompetitif, proses yang cepat dan mudah, uang muka ringan, jangka waktu fleksibel sampai dengan 15 tahun, dan Bank Mandiri bekerja sama dengan lebih dari 350 proyek pengembang (developer) di seluruh Indonesia serta tersedia program-program yang menairk untuk pembelian rumah pada proyek pengembang tersebut. Maka, dengan lugas dapat dikatakan bahwa, memiliki hunia impian dengan segala kemudahan perlengkapannya? Mandiri saja!

3.    Mandiri Tabungan
Ini merupakan salah satu yang didambakan para mahasiswa seperti saya. mengenai kepemilikan buku tabungan. Pemilihan bank yang dipercaya sebagai saran kita bertransaksi dan penyimpanan uang, bagi seorang mahasiswa merupakan salah satu yang tidak bisa dianggap remeh. Maka, Bank Mandiri hadir dengan inovasinya yang lain yaitu Mandiri Tabungan. Melalui Mandiri Tabungan, segala macam urusan yang tidak bisa dianggap ‘remeh-temeh’ untuk urusan mahasiswa seperti autodebet semester, transfer, hingga pembelian keperluan pribadi mampu berjalan dengan lancar. Mandiri Tabungan dilengkapi dengan instrumen yang menjadi ciri khas inovasi Bank Mandiri, yaitu kemudahan, kenyamanan bertransaksi, kelengkapan fasilitas, program undian berhadiah, hingga syaratnya yang mudah dijangkau. Salah satu yang patut diapresiasi adalah tentang kemudahan bertransaksi melalui ATM Bank Mandiri maupun ATM yang berafiliasi bersama di seluruh Indonesia.

Sehingga, saat terpikir tempat yang aman dan nyaman menyimpan uang kita? Mandiri saja!

4.    Mandiri Tabungan Rencana

Mandiri Tabungan Rencana

Inovasi keempat dari Bank Mandiri berkaitan dengan perencanaan jangka panjang Anda dan kita semua. Di bangku kuliah saya mendapatkan pelajaran berharga mengenai perencanaan yang baik. Bahwa, perencanaan menentukan 50 persen keberhasilan apa yang sedang kita upayakan. Perencanaan yang baik menjadi pembuka dari masa depan yang cemerlang. Seperti dalam formulasi agung dalam ilmu manajemen bahwa perencanaan menentukan tiga langkah primer yang lain menuju kesuksesan yaitu organisasi, kepemimpinan, dan pengawasan (planning-organizing-actuating-controlling/POAC). Menyambut formulasi agung manajemen tersebut, Bank Mandiri hadir dengan inovasinya yaitu Mandiri Tabungan Rencana.

Mandiri Tabungan Rencana membantu kita dalam mempersiapkan masa depan terbaik kita. Dengan persyaratan yang mudah dan dapat dilakukan dengan valuta asing seperti dollar AS, menjadikan Mandiri Tabungan Rencana inovasi yang tak bisa dianggap remeh. Melalui skema ini, Bank Mandiri mencoba memberikan advokasi perencanaan masa depan yang baik melalui setoran bulanan yang fleksibel, perlindungan asuransi, dan konsultasi dengan Customer Service profesional Bank Mandiri.

Mandiri Tabungan Rencana berusaha memenuhi keinginan kita terhadap masa depan kita sendiri dan memastikan tanpa kendala apapun. Untuk perencanaan masa depan yang baik, laik, dan elegan? Mandiri saja!

5.    Mandiri Kartu Kredit
Pada jaman sekarang, membawa uang tunai dalam kuantitas yang banyak dianggap sebagai sebuah keanehan nomor wahid. Jika terdapat kemudahan yang ditawarkan, hendaknya tak perlu merasa repot untuk membawa dan memamerkan kekayaan pribadi yang bisa berujung pada keselamatan diri yang dipertaruhkan. Dalam ranah ini, Bank Mandiri hadir untuk membantu masyarakat dalam memerangi angka kriminalitas seperti penjambretan dan perampokan melalui inovasi Mandiri Kartu Kredit.

Bank Mandiri tidak menganggap perihal ini sebagai sesuatu yang biasa. Perihal Mandiri Kartu Kredit, Bank Mandiri menyediakan laman daring online tersendiri. Di sana lengkap dengan produk kartu kredit dengan berbagai kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan. Pertama, misalnya mengenai fungsi kartu kredit yang selaras dengan kartu debit. Kedua, adalah mengenai penawaran diskon yang menggiurkan di beberapa gerai tertentu yang berafiliasi. Ini jawaban yang pas bagi kita yang kadang sibuk mencari tempat untuk merayakan momen penting tanpa harus merogoh kocek terlau dalam.

Yang lebih penting adalah bahwa, Mandiri Kartu Kredit menjawab kebutuhan konsumtif kita tanpa harus kita berujung dan berpredikat sebagai seorang yang menjunjung tinggi hedoniseme. Syarat dan penggunaan Mandiri Kartu Kredit yang arif merupakan poin mutlak yang coba dielaborasi Bank Mandiri dalam inovasi kartu kreditnya tersebut. Maka, untuk ranah konsumtif namun tetap arif, Mandiri saja!

Inkubator Pebisnis Muda nan Progresif  

Laman Wirausaha Muda Mandiri di jejaring sosial (social media). Langkah yang laik untuk menjangkau anak muda
Kedua, dan sangat terkait dengan ranah ‘mandiri’ dalam arti yang sebenarnya, yaitu kepedulian Bank Mandiri terhadap pengusaha di Indonesia. Sudah menjadi pembenaran umum bahwa, kemajuan suatu negara ditentukan dengan keberadaan pengusaha di negara tersebut yang terkait erat dengan kuantitas dan kualitasnya. Amerika Serikat, Eropa, dan bahkan Singapura merupakan beberapa negara yang telah berbagi nikmatnya kue kemajuan ekonomi melalui formulasi minimal 2 persen penduduknya adalah pengusaha (entrepreneurs). Kewirausahaan merupakan ranah yang belum mendapatkan perhatian serius di Indonesia, terutama dengan dukungan pendaaan yang baik. Padahal, pendanaan akan menentukan kemajuan suatu usaha.

Indonesia merupakan salah satu kekuatan ekonomi dunia yang, pada periode tahun 2011 hingga 2025 diperkirakan mampu menyumbang pertumbuhan perekonomian global. Kiranya itulah premis yang dapat diambil dari laporan Bank Dunia bertajuk Global Development Horizons 2011 Multipolarity: The New Global Economy. Secara lugas, laporan tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan Korea Selatan, Russia, Brasil, India, dan China sebagai negara-negara yang akan mampu menopang perekonomian global hingga 50% pada tahun 2025.

Kenyataan yang menarik lainnya terkait erat dengan kuantitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Bank Dunia mencatat bahwa Indonesia pada tahun 2010 memiliki kelas menengah (orang-orang dengan usia produktif) sebanyak 134 juta jiwa atau setara dengan 56,6% dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini merupakan kenaikan yang signifikan bila dibandingkan tahun 2003 yang ‘hanya’ 37,7%. Ini merupakan karpet merah bagi kemajuan Indonesia asal tak terjadi salah kelola SDM.

Laman sosial media akun yang berafiliasi dengan Bank Mandiri @wrausahamandiri , @mandirifiesta , @mandiricard
Maka, Bank Mandiri merespons fakta tersebut dengan hadirnya skema pemberdayaan masyarakat yang berada di bawah panji-panji Wirausaha Muda Mandiri. Ini merupakan langkash responsif pemberdayaan masyarakat yang tak hanya berkelanjutan namun juga tepat sasaran dan holistik. Bank Mandiri bak menjadi inkubator bagi para pebisnis muda dengan ide yang begitu deras mengalir.

Melalui Wirausaha  Muda Mandiri, Bank Mandiri mencoba menangkap ide-ide segar SDM Indonesia yang berkualitas melalui bantuan modal untuk memulai start-up. Bank Mandiri hadir sebagai jawaban yang selama ini ditemui para pengusaha muda bahwa pendanaan dari bank itu mustahil dan ribet. Pada awal tahun ini, kita dibuat tercengang dengan inovasi-inovasi terbaik dari para Wirausaha Muda Mandiri. Kala itu, di Jakarta Convention Center, lahirlah para inovator handal dalam ranah bisnis yang beragam.

Tak pelak, inovasi Bank Mandiri yang satu ini mendapatkan tempat di hati jutaan calon pengusaha muda Indonesia setiap tahunnya. Bukan hanya kalangan mahasiswa yang dibidik, tapi juga kalangan dengan usaha yang sudah ada, settled, namun teguh untuk mengembangkan lagi. Pada hari itu para menteri termasuk mantan presiden BJ Habibie turut hadir untuk memberikan dukungannya demi kemajuan iklim usaha di Indonesia. Tahun ini kita smeua menjadi saksi lahirnya para pengusaha terbaik dari inkubator terbaik pada ranah kreativitas, animasi dan teknologi informasi. 

Yang patut dicatat adalah, bahwa sebagai salah satu inkubator bisnis para pengusaha muda, Bank Mandiri tak hanya memberikan bantuan dana saja lalu mengabaikan perkembangannya. Bank Mandiri juga turut dalam setiap pembinaan agar usaha yang sedang dijalankan mampu berkembang dengan baik danlebih banyak lagi lapangan pekerjaan yang terbuka. Tak pelak, pada ranah global, Wirausaha Muda Mandiri ampu meraih penghargaan pada Asia Pasific Entrepreneurship Awards 2011. Selain itu, laman berita internasional pun tak luput mengulas keunggulan Bank Mandiri tersebut terkait pendaaan mikronya.[2]

Maka, dengan lugas diserukan bahwa, inkubasi bisnis dan pendanaan usaha yang kondusif? Mandiri saja!

Menuju Kesejahteraan

TVC Mandiri Corporate - Life In Mandiri (2012)



Poin ketiga merupakan premis khusus dari dua poin elaborasi yang sudah ada, yaitu Bank Mandiri merupakan skema yang pas untuk menuju kesejahteraan.  Bank Mandiri menawarkan seluruh kemudahan dalam hal transaksi keuangan dan beberapa ranah lain yang terkait dengan erat seperti iklim usaha, pendampingan bisnis, dan pelatihan untuk mengembangkan bisnis. Dengan ini, jelas bahwa skema agung minimal 2% dari jumlah penduduk yang berprofesi sebagai pengusaha dapat diraih.

Pada akhirnya, inovasi Bank Mandiri lah yang benar-benar menjadi pembeda dengan yang lain. Mulai dari urusan penyimpanan uang hingga aksi nyata yang kontributif terhadap kemajuan bangsa yaitu ranah iklim usaha. Hal ini penting untuk disimak jika dikaitkan dengan kuliah umum BJ Habibie pada malam penganugerahaan Wirausaha Muda Mandiri awal tahun ini. Menurut beliau, Usaha Kecil & Mikro dan Usaha Menengah (Small and Medium Enterprises/SMEs) merupakan penopang Indonesia kala terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998.

Sehingga, pada akhirnya pembenahan dari sektor SDM merupakan jawaban dari formulasi inovasi yang terus dikembangkan oleh Bank Mandiri. Mulai ranah front office yang terkait langsung dengan konsumen (consumer services) hingga pada aras yang lebih global. 

Karena pada akhirnya hal ini selaras dengan yang disampaikan dan sering digaungkan oleh Bank Mandiri selama ini. Bahwa bersama Bank Mandiri menuju kesejahteraan karena Anda, kita semua merupakan yang terbaik dan yang pertama. Kemudahan yang tercipta melalui inovasi yang nyata hanya untuk kita. Karena memang benar bahwa, Bank Mandiri  menjawab semua keinginan Anda, kita semua. Bahwa benar, Bank Mandiri Terdepan, Terpercaya, Tumbuh bersama Anda. Sehingga, skema mandiri a la Bank Mandiri adalah mengenai urusan pelik yang dikerucutkan dalam kemudahan bertajuk Mandiri saja!



[1] Ferry Gunawan. Mahasiswa Diploma 3 Program Keahlian Perkebunan Kelapa Sawit, Program Diploma Institut Pertanian Bogor. Penerima beasiswa penuh SMART Diploma Batch V/2011.

[2] Sanat Vallikappen & Berni Moestafa, 2013. World’s Most Profitable Banks in Indonesia Double U.S. Returns

Selasa, 05 Februari 2013

Tentang Pilihan Untuk Menjadi Kreatif


Tentang Pilihan Untuk Menjadi Kreatif
The world will be ruled by right-brainer.” Daniel Pink

Bagi saya, kreativitas adalah provokasi singkat untuk diri pribadi yang ingin berkontribusi lebih. Menjadi kreatif itu merupakan jalan keluar untuk kebuntuan sebuah rutinitas. Menjadi kreatif bukan hanya dalam hal menghasilkan goresan garis yang kemudian menjelma menjadi sosok yang penuh dan utuh. Terlebih lagi, menjadi kreatif itu harus dihayati dan diamini. Oke ini berlebihan, tapi menjadi kreatif itu harus memang benar diyakini dalam hati dan diamalkan dengan aksi. Kreatif itu sampai mati!

Ini adalah cerita singkat mengenai kreativitas. Semacam upaya mengulas buku yang luar biasa dari sosok yang juga tak kalah luar biasa, Wahyu Aditya, Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati (let-so-abbreviated-in its popularly, KSM)! Buku ini, mengambil satu ungkapan yang pas, wit, cergas dan cerdas dalam mengulas seluk beluk kreativitas.

Awal ‘perburuan’ bahan bacaan yang satu ini berawal dari Berani Mengubah-nya (BM) Pandji Pragiwaksono.  Awalnya suka baca bukunya penggagas, mari kita sebut, kebebasan berkomedi itu. Dan kalau dirunut, entah mengapa saya suka sekali mengkorelasikan satu hal dengan hal lainnya dengan konsep Six Degrees of Separation –nya Stanley Milgram.

Oke, awalnya dapat BM dari info pembaca di rajanya akun micro-blogging, si burung biru, twitter (1). Kemudian beli (2), yang melewati serangkaian proses hingga saya memegang, mengendus aroma barunya, dan membuka sampulnya (3). Selesai dengan BM, sampul halaman terakhirnya menunjukkan mengenai buku yang segera beredar juga yaitu KSM (4). Mungkin ini yang dimaksud love at the first glance of blink! Sedari awal saya lihat, saya langsung jatuh dalam pelukan ‘cinta buku ini’ dan berniat membelinya. Usut punya usut, perkenalan dengan Kementerian Desain Republik Indonesia (yang belum atau tidak sah/KDRI) berawal dari kawan yang memiliki kegemaran sama: mencorat-coret dan bikin analisis tentang logo. Dari situ aku anggap ini poin ke 5 dari konsep pemisah-enam-jarak itu.

Tahap selanjutnya, kala itu melalui akun twitter Wirausaha Muda Mandiri melakukan serangkaian live tweetnya mengenai perhelatan Wirausaha Muda Mandiri 2012. Rangkaian acaranya termasuk launching perdana KSM. WAINI MOMENNYA! Bak gayung bersambut duit yang lagi oke di dompet, dengan bangga menuju Gramedia. Jreng! J

Kreativitas: A-whole-bold vision!
Buku ini sebenarnya merupakan upaya saya membayar apa yang telah saya lakukan karna merasa begitu menyesal gagal di ujian yang mendambakan hasil krativitas di medan perang bernama SNMPTN. Namun, di satu pihak saya bersyukur gagal melewati ujian itu dan berlabuh ke bidang yang lain yang tak kalah bikin pening untuk urusan kreativitas: menulis.

Buku KSM itu bagaikan a whole manual books to go with creativity on the right path. Buku ini mencoba menjadi visioner dengan menawarkan konsep yang baru dan unik: gabungan dari komik, cerpen, dan scracth book. Poin utama yang saya catat adalah mengenai visinya yang tepat. Bahwa, negeri ini merupakan surga dari kreativitas yang buntu dan perlu diekskavasi. Buku ini mencoba melakukan ekskavasi besar-besaran mengenai apa itu kreativitas dan bagaimana berjuang dan settled dengan modal kreativitas, an sich! J

Poin lain yang saya suka dari buku ini adalah tak berkesan menggurui layaknya buku lain yang bertipe how-to. Selama membaca buku ini saya banyak mendapatkan Aha-moments! (bulb lights), dan beberapa kali mendapatkan saat ‘ngakak’ yang tak terduga. Menarik untuk disimak bahwa, KSM menawarkan konsep penggalian ide dan kreativitas dengan cergas. Selama ini, mungkin, meminjam istilahnya, kreativitas kita sedang berjuang di hadapan Si Otak Kadal, amygdala. Amygdala di pelajaran biologi semeser awal saya kuliah jelas diketahui sebagai aktor utama untuk sebuah atau beberapa keputusan. Ya keputusuan kita melibatkan Si Otak (Hewan melata itu) termasuk keputusan untuk tak menjadi kreatif dan menghamba pada monoton-isme. J

Poin menarik lainnya adalah mengenai hal-hal sederhana yang bisa kita manfaatkan dengan modal kreativitas. Dengan kreativitas yang bisa dilatih, kita menjadi terbiasa untuk menghasilkan keputusan-keputusan yang, katakanlah Maha-Penting, dan meminta untuk segera dihasilkan dalam a blink of eye!

Poin keren lain yang saya tangkap adalah mengenai poin bahwa, introvert itu keren. Awal menginjak bab ini saya jadi tiba-tiba tahu maksud dan arahnya! Saya sedang memburu bukunya Susan Cain yang juga dipakai referensi di buku ini sejak kelar nonton beliau sambil mata berkaca kaca terharu di TED. Iya beneran terharu pas Susan Cain cerita tentang mendiang kakeknya di TED. Bagai ketemu teman ngobrol  yang pas begitu ada yang nyandak tentang The Power of Quiet-nya Susan Cain.

Bahwa, melalui buku ini, Mas Wahyu Aditya (Waditya) ingin mendeklarasikan dan/atau memproklamirkan dalam tempo tjang sesingkat-singkatnja, menjadi kreatif itu bukan hanya menjadi ranah para seniman. Menjadi kreatif adalah tentang segala upaya kita untuk bangun dari mimpi buruk dalam hal yang membosankan dan menjadi rutinitas. Bahwa menjadi kreatif itu merupakan jalan kita keluar dari kegilaan negeri ini. Bahwa negeri ini lucu selucu lucunya. Bukan hanya  perkara simbol padi untuk daerah dengan mayoritas hasil bumi berupa umbi-umbian, melainkan juga untuk ranah yang paling mendasar yaitu kepemimpinan. Melalui KSM, Mas Waditya ingin menyentil telinga para pemangku kepentingan di Bumi Pertiwi ini.

Benar kata Daniel Pink, bahwa orang-orang kreatif (right-brainer) akan mampu memimpin dunia. Menurut saya bukan hanya yang kreatif saja atau yang otak kanannya lebih fungsional, tapi juga yang otaknya memang sedang benar (right). Karena negeri ini memang benar-benar sedang tidak benar dan tidak kreatif. Bayangkan jika perkara paling asasi di negeri ini,pangan, malah dikorupsi. Maka, memang benar bahwa politik dagang sapi itu bukan hanya sebuah kiasan dan politik dagang sapi juga bukan merupakan upaya konspirasi, ya Pak! J

Mari menjadi kreatif sampai mati dengan cara yang benar. Kreatif adalah tentang berjalan seiring dengan neurons dan amygdala tanpa salig melukai dan saling menghujat antar pribadi mengenai sapi. Sekian. Salam Kreatif Sampai Mati! J

Merasa sebagai anak negeri? Mana kontribusimu? Beyond all those obstacles to be creative, nothing but roll your sleeves up. Youths power! Karena menjadi tidak kreatif itu terlalu-alamakjang-mainstream. Kata orang Jawa: mbokyo cik nemene nggak kreatif.