Selasa, 29 September 2009

THE WORLD WITHOUT US!

jika saja besok manusia punah...

The World Without Us-Dunia Tanpa Manusia

Alan Weisman, Gramedia-2009

Cakrawala selamanya biru dan begitu juga dengan Bumi

Akan tetap bertahan dan mekar di musim semi.

Tetapi, hai manusia, seberapa lama kalian akan terus hidup?

Untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana dunia akan berlanjut tanpa kita, antara lain kita harus mempelajari dunia sebelum kehadiran kita. Kita bukan pengelana waktu, dan catatn fosil hanya sampel yang tidak lengkap. Tetapi andaikata catatan itu lengkap, masa mendatang bukan cermin sempurna masa silam. Kita telah melibas beberapa spesies begitu dahsyat sampai punah sehingga mereka , atau DNA mereka tidak akan pernah muncul kembali. Karena sebagian yang telah kita perbuat mungkin sekali tidak dapat dibatalkan, yang akan tersisia dalam ketidakhadiran kita bukan planet yang sama andai manusia tidak pernah beranak-pinak disini...

Karena ini sebuah khayalan, mengapa kita tidak sekalian berkhayal tentang cara memebuat alam berkembang tanpa bergantung pada kemusnahan kita?Bagaimanapun, kita sendiri adalah mamalia. Setiap bentuk kehidupan mempunyai sumbangan masing-masing kepada hajatan besar ini. Tanpa kehadiran kita lagi, mungkinkah ketiadaan sumbangsih kita membuat kualitas planet sedikit berkurang?

Dunia tanpa kita, karena kita tiba-tiba menghilang. Besok!.Barangkali itu mustahil, tapi demi perbincangan, bukan tidak mungkin!. Bukan karena bencana nuklir, benturan asteroid, atau apapun yang cukup dahsyat untuk menyapu habis segala sesuatu yang lain, meninggalkan apapun yang masih ada dalam keadaan yang merosot secara radikal. Bukan pula karena suatu skenario ekologi yang sangat serius yang membuat kita menghilang secara sangat mengenaskan, sambil mengajak banyak spesies lain dalam prosesnya. Tapi sebaliknya. Misalkan ada sebuah virus yang khusus menyerang Homo sapiens-alami atau hasil rekayasa nano oleh sekelompok manusia-secara serentak melenyapkan kita tapi sama sekali tidak mengganggu yang lain, makhluk lain. Atau sesuatu telah merusak 3,9 persen DNA kita yang membuat kita berbeda dari simpnase, atau ada suatu cara sempurna untuk memandulkan sperma kita-mungkin lebih hebat dari sekedar mengebiri. 

Buku yang begitu renyah pada masa isu-isu global berkembang tak terkendali. Dengan penjelasan yang sangat 'kriuk', tanpa banyak basa-basi, pun eufimisme agar suatu buku terkesan indah. Penjelasannya begitu holistik, secara integral. Mulai masalah ekologi sederhana, hingga kimi-fisika rumit semacam radioaktif samapi polimer, hingga juga masalah geologi serta keadaan dunia tepat sebelum kita-menilik lebih jau saat mastodon masih berkeliaran di Bumi!

...Tapi apa iya Dunia Tanpa Manusia akan lebih baik?Bukankah kita makhluk penghuni alam ini satu sama lain adalah komplementer?menilik sejarah kita di Bumi:kita diperintahkan untuk menjadi penjaga di Bumi ini agar tidak terjadi pertumpahan darah...Berarti dunia sebbelum kita, atau bahkan tanpa kita pun-manusia -Bumi telah dan akan....